Sunday, 19 July 2015

Batik Sadhana by Tities Sapoetra


Cukup lama gak terlalu beredar di dunia akting, ternyata Tities Sapoetra sekarang menjadi seorang fashion designer. Terakhir ketemu ini anak waktu premier filmnya Acha Septriasa yang 99 cahaya part 2 di XXI Epicentrum.

Kenal Tities udah lumayan lama, secara dia artis lawas era 2000an. Beberapa waktu lalu ceritanya Tities ini sempet comment-comment di Instagram dan dia sempet nanya  "za, lo masih nyimpen no. Gue gak sih? Whatsapp dong" 

Dan sayangnya no. Tities udah gak ada di contact karena kemungkinan ada di hp yang lama. Setelah bertukar no. Whatsapp, tapi  kita juga gak pernah whatsappan, sampai pas bulan puasa malah sering ngobrol via Line.

Dan singkat cerita pada Ramadan tahun ini di tengah kesibukannya. Tities baru aja nyelesaiin 40 outer Batik Sadhana, salah satu dari tiga lini fashion buatannya.


BENERAN TITIES SAPOETRA JADI DESIGNER , APA ALA ALA DONG KARENA UDAH GAK LAKU JADI ARTIS? JUAL NAMA DOANG KALI YAAA... *nyinyir

Kadang cibiran seperti itu sering banget, dilontarkan orang-orang namun disitulah tantangannya. 

ketertarikan Tities pada dunia fashion sudah cukup lama, dan memang dunia showbiz gak selamanya mengingat cepet banget regenerasi para pemain baru.

Tak tanggung-tanggung, keseriusan Tities di dunia Fashion ternyata sudah digelutinya sejak 4 tahun lalu. Tities menempuh pendidikan di dua sekolah fashion yang berbeda. Pertama ia belajar di Burgo dan yang ke dua di LPTB Susan Budihardjo.

Sejak  kecil dunia fashion juga sudah terpupuk, karena sang mamah merupakan seorang perancang baju pengantin di Surabaya. Jadi seperti melihat kain, pola, mesin jahit sudah terpupuk secara tidak langsung sejak kecil dari sang mama.

Setelah ngobrol-ngobrol di butik  selesai, lanjut dengan sesi pemotretan dengan tim fotografer Diera Bachir. Salah satu fotografer favorit yang sering digunakan para selebritis.

foto-foto 40 outer batik sadhana kali ini juga bekerjasama dengan 3 orang model, yang ketiganya juga teman dari Tities. Diantaranya Jian Batari (pemain sinetron, film), Wita Juwita (Pemenang Wajah Femina 2013) dan Ully Triani (Wajah Femina 2007) yang baru aja nyelesaiin film "Stay With Me" bersama Boy William dari sutradara kenamaam mas Rudy Soedjarwo.



Untuk makeup artis dan hairdo, Tities mempercayakan tim makeup artist Adi AdrianMenurut saya pribadi tim Adi Adrian untuk make up maupun hairdo mengerjakannya dengan cepat dan rapih hasilnya juga sangat memuaskan, Mereka sungguh profesional untuk menata 3 model secara bergantian.

Karena biasanya setau saya, untuk makeup model pemotretan gitu bisa satu jam sendiri pengerjaannya untuk satu orang. Tapi ini ada 3 model, dengan berganti 3 gaya rambut yang berbeda mulai dari sanggul, kepang, dan blow dikerjain serius tapi santai dan terpampang nyata hasilnya...!
Sambil nunggu break, Wita Juwita (Wajah Femina '13)
sibuk dengan SAMSUNG Galaxy S4 dan Galaxy Smart Camera


"Batik Sadhana by Tities Sapoetra "


(no filter no edit)

Ada yang bilang fotografi itu melukis dengan cahaya, beberapa fotografer ada yang enggan mengedit fotonya dengan alasan "saya ini photographer bukan photoshoper", ini sering kali menjadi perdebatan. Namun sebenarnya mengedit foto sah-sah saja, karena foto adalah sebuah momen dimana ketika foto mungkin hasilnya tidak sempurna dan bisa saja kita tidak mungkin untuk mengulang momen tersebut. Maka bantuan software seperti photoshop kita dapat mengakalinya menjadi terlihat lebih sempurna.

Fotografi juga membutuhkan pencahayaan, maka hasil foto yang keren biasanya didukung oleh cahaya yang pas, pengaturan gelap terangnya, titik datang cahayanya, pantulan cahaya, sudut pandang objek yang kita ambil, komposisi, warna, serta elemen lainnya. 

Dan  kali ini saya juga menampilkan beberapa foto yang belum saya edit sama sekali langsung dari camera  mirrorless SAMSUNG NX300 yang saya miliki. Dengan menggunakan lensa baru saya, yaitu lensa fix 85mm F 1.4, dimana lensa ini dapat membuat objek memiliki efek dramatisir dengan bokehnya yang merapihkan latar belakang yang mengganggu atau latar belakang yang tidak kita inginkan.


editing VSCOCAM :




Untuk koleksi batik sadhana yang Tities buat pada Ramadhan tahun ini yang berjumlah 40 outer, kebanyakan ia menggunakan warna-warna seperti cokelat, hitam, hijau, dan biru. Dengan motif batik nusantara, Tities menggabungkan juga unsur hiasan seperti manik-manik, bentuk bunga, dan batu-batu berwarna yang menambah kesan manis pada tiap outer yang ia design tersebut.


foto by: riza firli
taken with SAMSUNG NX300 85mm lens

Wednesday, 15 July 2015

Cultura by Yusak Maulana Spring Summer 2015


Kali ini saya berkolaborasi dengan salah satu fotografer fashion kenamaan,  Luminous Dreams Photoworks by Teguh. Awal kenal mas Teguh ini sebenarnya gak sengaja karena dulu saya bekerja di salah satu perusahaan photography dan ketemu dia lagi di acara Indonesia Fashion Week 2015, dimana kita sama-sama motret fashion show di area fotografer.

Pemotretan bersama mas Teguh dan rekannya Eddy Zu yang juga seorang fotografer, memilih lokasi di "Kota Tua" atau Jakarta KOTA. Pemotretan kali ini untuk kebutuhan  seorang designer asal Jogja, yang baru saja mengeluarkan koleksi terbarunya "Cultura by Yusak Maulana". Dengan model Alek Pulungan yang merupakan Mr. Indonesisch 2014, yakni sebuah ajang putra-putri ke Indonesiaan dari negeri Belanda Miss en Mr. Indonesisch dan makeup artist (MuA) Fadli Fabel.

Untuk lokasi pertama adalah di salah satu gedung bangunan di kota Tua yang letaknya di sebelah rumah merah, tempat ini sih sering banget digunaiin banyak orang buat motret. Tapi ini pertama kalinya saya memotret di dalam bangunan tua yang ada disini. Tempatnya udah agak horor karena sengaja gak di rawat tapi itulah daya tariknya, menambah kesan vintage pada kota Jakarta.


Pada outfit ini Cultura mengombinasikan kemeja dengan patern kotak-kotak hitam putih yang tidak berkerah, dengan lengan tangan panjang  berwarna ungu, lalu untuk celananya cukup unik dan santai. saya melihat celananya seperti celana olahraga, agak gombrong di bagian paha dan ada tali di bagian pinggangnya.



Batik Garut

Selain baju kemeja, Cultura menghadirkan berbagai macam outer. Dan outer "Batik Garut" berwarna hijau ini adalah salah satu yang saya suka. Warna hijaunya terlihat elegan, ditambah corak motif dibagian lengannya. Yang unik bagian dalam outer ini memiliki corak yang berbeda, bagian kancing dan strap hitamnya juga membuat outer ini terlihat keren, terkesan modern tapi tetap bernuansa etnik.
lokasi ke-2
Untuk lokasi kedua mengambil lokasi tempat di pelabuhan Sunda Kelapa, dengan kapal-kapal pinisi putihnya yang menggambarkan kota Jakarta tempo dulu. Walaupun pemotretan cukup terik menjelang sore itu, tapi semuanya berjalan lancar. Yang paling tegang sih naik kapal pinisinya karena ngeri-ngeri sedaap, naiknya  bukan pakai tangga melainkan balok kayu panjang tanpa pegangan gitu dan jalannya cuma setapak, jadi kita naik turunnya harus extra hati-hati.

Batik Megamendung

Kalau saya bilang ini batik sekaligus baju koko modern, bahkan kesannya gak kayak baju batik atau baju koko. Jadi pas banget buat tipe orang kayak saya, yang gak suka batik terlalu old school atau terkesan formal. Cocok digunaiin pas Hari Raya Idul Fitri saat sholat ied, selain itu  masih oke loh buat outfit ke kantor di hari Jum'at. 
kombinasi motif batik
taken by K-zoom

Pada outfit ini, Yusak mengombinasikan berbagai macam patern batik. Mulai dari batik Garut, batik Solo dengan motif kawung. dan beberapa patern kotak-kotak kecil ditambah garis merah sebagai kontrasnya.


Jika kamu merasa masih terlihat simple dengan baju batik yang memiliki kombinasi berbagai macam patern, kamu bisa menambahkan lagi dengan outer jaket rompi berwarna putih yang memiliki 2 resleting. Unik bukan?


Nah, buat kamu yang tertarik dengan koleksi baju-baju dari Cultura by Yusak Maulana, kamu bisa menemukannya di Central dept. store Grand Indonesia Shoping Town (east mall) level 1.

foto by: riza firli
taken with SAMSUNG NX300 30mm lens