Wednesday, 15 July 2015

Cultura by Yusak Maulana Spring Summer 2015


Kali ini saya berkolaborasi dengan salah satu fotografer fashion kenamaan,  Luminous Dreams Photoworks by Teguh. Awal kenal mas Teguh ini sebenarnya gak sengaja karena dulu saya bekerja di salah satu perusahaan photography dan ketemu dia lagi di acara Indonesia Fashion Week 2015, dimana kita sama-sama motret fashion show di area fotografer.

Pemotretan bersama mas Teguh dan rekannya Eddy Zu yang juga seorang fotografer, memilih lokasi di "Kota Tua" atau Jakarta KOTA. Pemotretan kali ini untuk kebutuhan  seorang designer asal Jogja, yang baru saja mengeluarkan koleksi terbarunya "Cultura by Yusak Maulana". Dengan model Alek Pulungan yang merupakan Mr. Indonesisch 2014, yakni sebuah ajang putra-putri ke Indonesiaan dari negeri Belanda Miss en Mr. Indonesisch dan makeup artist (MuA) Fadli Fabel.

Untuk lokasi pertama adalah di salah satu gedung bangunan di kota Tua yang letaknya di sebelah rumah merah, tempat ini sih sering banget digunaiin banyak orang buat motret. Tapi ini pertama kalinya saya memotret di dalam bangunan tua yang ada disini. Tempatnya udah agak horor karena sengaja gak di rawat tapi itulah daya tariknya, menambah kesan vintage pada kota Jakarta.


Pada outfit ini Cultura mengombinasikan kemeja dengan patern kotak-kotak hitam putih yang tidak berkerah, dengan lengan tangan panjang  berwarna ungu, lalu untuk celananya cukup unik dan santai. saya melihat celananya seperti celana olahraga, agak gombrong di bagian paha dan ada tali di bagian pinggangnya.



Batik Garut

Selain baju kemeja, Cultura menghadirkan berbagai macam outer. Dan outer "Batik Garut" berwarna hijau ini adalah salah satu yang saya suka. Warna hijaunya terlihat elegan, ditambah corak motif dibagian lengannya. Yang unik bagian dalam outer ini memiliki corak yang berbeda, bagian kancing dan strap hitamnya juga membuat outer ini terlihat keren, terkesan modern tapi tetap bernuansa etnik.
lokasi ke-2
Untuk lokasi kedua mengambil lokasi tempat di pelabuhan Sunda Kelapa, dengan kapal-kapal pinisi putihnya yang menggambarkan kota Jakarta tempo dulu. Walaupun pemotretan cukup terik menjelang sore itu, tapi semuanya berjalan lancar. Yang paling tegang sih naik kapal pinisinya karena ngeri-ngeri sedaap, naiknya  bukan pakai tangga melainkan balok kayu panjang tanpa pegangan gitu dan jalannya cuma setapak, jadi kita naik turunnya harus extra hati-hati.

Batik Megamendung

Kalau saya bilang ini batik sekaligus baju koko modern, bahkan kesannya gak kayak baju batik atau baju koko. Jadi pas banget buat tipe orang kayak saya, yang gak suka batik terlalu old school atau terkesan formal. Cocok digunaiin pas Hari Raya Idul Fitri saat sholat ied, selain itu  masih oke loh buat outfit ke kantor di hari Jum'at. 
kombinasi motif batik
taken by K-zoom

Pada outfit ini, Yusak mengombinasikan berbagai macam patern batik. Mulai dari batik Garut, batik Solo dengan motif kawung. dan beberapa patern kotak-kotak kecil ditambah garis merah sebagai kontrasnya.


Jika kamu merasa masih terlihat simple dengan baju batik yang memiliki kombinasi berbagai macam patern, kamu bisa menambahkan lagi dengan outer jaket rompi berwarna putih yang memiliki 2 resleting. Unik bukan?


Nah, buat kamu yang tertarik dengan koleksi baju-baju dari Cultura by Yusak Maulana, kamu bisa menemukannya di Central dept. store Grand Indonesia Shoping Town (east mall) level 1.

foto by: riza firli
taken with SAMSUNG NX300 30mm lens

No comments:

Post a Comment