Wednesday, 12 November 2014

Mau Dapet Tiket Pesawat Gratis? Yuk Ikutan #nusatripliburangratis Video Kontes


Siapa diantara Traveler yang tidak sabar ikutan kontes #NusaTripLiburanGratis nya? Sebelum Traveler mengikuti kontesnya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, sehingga pada saat Traveler mengupload video kontesnya di Instagram tidak di diskualifikasi karena sudah sesuai dengan syarat dan ketentuan kontes.

 Kontes #NusaTripLliburanGratis, Traveler  bisa memenangkan hadiah berupa Voucher tiket pesawat GRATIS yang diberikan tidak hanya kepada satu pemenang saja. Berikut hadiah yang bisa Traveler dapatkan jika terpilih sebagai pemenang di kontes #NusaTripLiburanGratis:


  •  Pemenang 1 voucher tiket pesawat senilai Rp 2.000.000
  •  Pemenang 2 voucher tiket pesawat senilai Rp 1.000.000
  •  Pemenang 3 voucher tiket pesawat senilai Rp 500.000
  •  5 video favorit (dengan jumlah likes terbanyak) akan mendapatkan voucher tiket pesawat @Rp 200.000
  •  50 pengirim pertama akan mendapatkan merchandise dari NusaTrip 


Tata Cara kontes:
  • Repost foto materi iklan kontes ini di IG kamu, dengan tag dan mention nusatrip serta teman-teman kamu untuk ikutan, beri caption “Ayo ikutan kontes #nusatripliburangratis”. Contoh caption untuk repost photo: Ayo ikutan kontes #nusatripliburangratis di instagram @nusatrip @jaka12 @renata_ @adrianne34 @Karina17 (lihat selengkapnya di video Cara Repost banner kontes)
  • Upload video tentang destinasi impian kamu, beri caption semenarik mungkin, mention nusatrip dan beri hashtag #nusatripliburangratis, serta cantumkan Facebook ID dan Twitter kamu. Contoh: Bring Me back to Bali @nusatrip #nusatripliburangratis (fb: www.facebook.com/mariabella, twitter: @maria88)
  • Video diterima/diupload paling lambat tgl 10 Desember 2014 pukul 23:59 WIB.
  • Kontestan boleh mengirimkan/mengupload lebih dari satu karya video (jenis video bebas) dan durasi video maksimal 15 detik.
  • Pastikan akun Instagram, Facebook dan Twitter kontestan selama mengikuti kontes tidak di private (di lock)

Syarat dan Ketentuan kontes
  • Peserta yang tidak mengikuti tata cara kontes dianggap tidak sah
  • Pemenang akan diumumkan 2 minggu setelah kontes berakhir
  • Pemenang dipilih oleh tim NusaTrip
  • Keputusan yang diambil bersifat mutlak dan tidak dapat ditangguhkan.
  •  Hadiah voucher bisa digunakan sesuai dengan ketentuan yang ada di dalam voucher.
  • Hadiah tidak bisa diuangkan atau diganti ataupun dipindah-tangankan.
  • Pemenang akan diumumkan via social media nusatrip (instagram, facebook, twitter, pinterest, Google+)
  • Kontes ini tidak berlaku bagi Karyawan NusaTrip

Wednesday, 5 November 2014

Menang untuk kalah atau kalah untuk menang?

Zaman semakin maju namun perilaku manusia semakin primitif, mungkin itu yang terjadi disekitar kita saat ini. Perilaku primitif merupakan hal yang terkadang diperlukan bagi seseorang untuk tetap bertahan hidup. Seekor rusa contohnya yang berada di sekitar kawanan pemburu seperti singa atau harimau.Rusa harus memutar taktik dan menggunakan instingnya untuk tetap bertahan atau ia harus mati menjadi santapan lezat para pemburu.

2 hal yang selalu ada dalam sebuah kehidupan primitif, dimakan atau memakan atau akhirnya mati secara perlahan. Taktik akan selalu dipakai untuk mematikan lawan atau menjadi strategi untuk bertahan. Menang untuk kalah atau kalah untuk menang? Saya rasa semua sama saja tergantung dari mana kita menilainya....

Kekalahan adalah proses,  kemenangan adalah hasil dan kemenangan bisa menjadi kebahagian atau  kemenangan bisa  menjadi penderitaan bahkan penyesalan seumur hidup.

Karena dalam sebuah kemenagan itu harus ada sesuatu hal besar, yang harus dikorbankan
atau menjadi korban dari kemenangan!

(c) Riza Firli #Kzoom


Bekerja Untuk Hidup atau Hidup Untuk Bekerja ?

(c) Riza Firli #NX300

Kehidupan cuma sekali, maka kamu harus membuat banyak kenangan yang mengesankan dalam hidupmu ataupun hidup orang lain. Hidup tidak hanya sebatas untuk bertahan hidup tetapi kita harus memiliki kualitas hidup yang baik, dan untuk mendapatkan kualitas hidup yang baik maka kita harus mempunyai keinginan sebelum bermimpi.

Mimpi dibangun oleh keinginan dan hasrat dalam hidup, memiliki tujuan yang pasti walau diantara yang tak pasti. Kita hanya tinggal memilih apakah mau menjalankannya dengan baik atau membuang impian itu. Mimpi memang sebuah hal yang mustahil jika tanpa di imbangi dengan kerja keras dan semangat dalam membangu mimpi yang kita inginkan.

Bekerja keras tidaklah cukup karena semakin kamu keras bekerja maka semakin keras pula keinginan yang ingin kamu capai. Maka bekrjalah secara cerdas, praktis dan efisien dan yang paling penting adalah FOKUS! karena jika kamu hanya bekerja keras dan bekerja cerdas tiada artinya tanpa fokus dengan tujuan yang ingin kamu raih.

Jika berjalan dijarak 100 meter akan menjadi rumit jika kamu terlalu memikirkan berapa cm jarak 100 meter tersebut, dan berapa milimeter dari 100 meter, atau berapa banyak langkah yang ditempuh dari jarak 100 meter ? Sesuatu yang berjalan praktis tidak perlu kamu rumitkan dan sesuatu yang rumitlah yang harus kamu pecahkan dan sederhanakan.

Pola berpikir manusia cukup unik tergantung dari kepribadian dan rasa ingi tahunya. Tapi semakin ia ingin tahu dan menemukan sesuatu yang berdasarkan "Katanya" berdasarkan pengalaman seseorang sebelumnya belum tentu sama pada setiap orang.

 Maka kamu harus menyesuaikannya terlebih dahulu sebelum menelan bulat-bulat apa yang kamu dapat dengan berbagai macam cara sehingga ia sesuai. Tidak ada yang pasti di dunia ini tapi segala sesuatunya memang dapat terukur namun sesuatu yang terukur akan membatasi limit kamu dalam melakukannya.

Maka belajarlah dari 1 : 0 yang hasilnya tak terhingga........

Monday, 27 October 2014

Transportasi di Medan Lebih Keren Dari Jakarta!!





Akhirnya kita berempat sampai juga di Medan dengan selamat tepatnya di Bandara Medan yang baru, bandara Kualanamu. Sebelum turun kita berempat semepetin foto dengan mba pramugari Air Asia yang super ramah melayani kita selama penerbangan 2 jam ke Medan. Untuk mengambil foto sama pramugari ini sebenerya kita tungguin dulu orang-orang turun dari pesawat baru deh kita minta foto bersama. Karena kalau enggak, ya malu lah pasti bayak orang-orang dibelakang yang pada mau turun dan pasti bakal ganggu juga hahahah :)



Sesampainya di Bandara Kualanamu 1st impression sama bandara ini tuh keren banget! Karena selain masih bersih, terawat, designnya juga lebih modern. Ditambah Bandara Kualanamu ini mempunyai stasiun kereta commuter line yang design dan keretanya itu ala-ala kayak di Hongkong sistem masuknya juga udah otomatis dan keretanya alus banget. Pokoknya Jakarta kalah deh kalau ngeliat trasportasi di Medan udah canggih kayak gini. Dan ini suasana di dalam keretanya






Sekitar 30 menit perjalanan naik kereta dari Kualanamu ke Medan, sesampainya di stasiun pemberhentian terakhir. Kita udah disambut sama pihak travel untuk meuju tempat makan di Istana Krakatau. Dan ini dia menu-menu yang dihidangkan makan siang telat kita :


#DareToShare #NX3000iniIndonesia

Makanan dari restoran Istana Krakatau cukup enak, berhubung kita juga udah laper! Masakanya itu Indonesia banget. Ada udang, ayam, toge, buncis, terus ada beberapa makanan melayu yang mirip sama masakan Padang kuah-kuah santannya. Sambalnya juga mantap! yang paling gede itu kepala ikan , tapi kita semua gak tau ikan apa yah ini? kakap kali ya...:)


Setelah selesai makan perjalanan berlanjut, kita semua pergi ke istana Maimun. Istana ini merupakan istana Kesultanan Deli yang menjadi salah satu ikon dari kota Medan. Letaknya di Jalan Jendral Katamso, Medan. Bangunan dari istana Maimun ini di desain oleh arsitek Italia dan dibangun oleh Sultan Deli, Sultan Mahmud Al Rasyid.

Dan ini dia isi dalam istana Maimun :





Seripaduka Tuanku Sultan Mahmud Lamantjiji Perkasa Alam (2005- Sekarang)

Nah, kalau ini adalah Sultan ke XIV yang sekarang! Dan sedang berada di Makassar untuk melanjutkan studi. Di Indonesia Sultan atau Raja memang dihormati bahkan dijunjung  karena kearifan dan kebijakannya. Tapi zaman sekarang karena Indonesia menganut sistem pemerintahan Presiden maka seorang Sultan dapat bergabung bahkan sekolah dengan masyarakat pada umumnya. Bahkan mungkin orang-orang di Makassar yang jauh dari kota Medan gak nyangka kalau teman sekolahnya adalah seorang Sultan atau Raja. Tapi tetap aja ya kalau keturunan darah biru apalagi seorang Sultan punya kharisma yang beda.


Bersambung**


Thursday, 23 October 2014

Pertama Kali Jalan-Jalan Ke Medan ! Dan Pertama Kali Juga Menggunakan Air Asia

packing baju
Aduh udah lama nih kayakya gak nge blog di blog sendiri, karena full day dari awal Januari 2014 kira-kira udah 10 bulan. Nulisnya lebih sering disalah satu website tempat saya bekerja yaitu www.lintas.me , baiklah kali ini saya akan sharing seputar perjalanan ke kota Medan Sumatera Utara dalam rangka hunting foto bersama para pengguna kamera Samsung mirrorless NX series.

Perjalanan dimulai dari Bandara Soekarno Hatta - Cengkareng. Jum'at pagi itu saya berangkat dari rumah saya dibilangan Tebet Jakarta Selatan sekitar jam 5 pagi menggunakan taksi yang saya pesan malam harinya. Semua peserta sudah disuruh kumpul pukul 7 pagi di terminal 3. Pas baget Jum'at pagi (17/10) belum macet sama sekali karena biasanya tiap pagi saat saya berangkat ke kantor dari Tebet Pancoran menuju Slipi udah padat merayap oleh lalu lalang kendaraan.


 Alhasil sekitar pukul 6 pagi saya udah nyampe di Bandara. Dan teman-teman yang lain ternyata udah ada yang datang 2 orang menunggu di J.CO donut sambil ngopi dan sarapan. Pagi itu sudah ada Kadek Arini peserta yang rumahnya cukup jauh di daerah Bekasi, yang lagi ramai di bully di sosial media. Diendy salah satu panitia yang tinggal di daerah Depok. Selang beberapa menit datang satu peserta lagi yaitu Ruben yang tinggal di BSD cukup dekat dari Bandara. Berarti tinggal satu peserta lagi bernama Ifan yang ternyata baru bangun saat di whatsapp.


Perjalaan ke Medan kali ini kita meggunakan maskapai penerbangan Air Asia. Jujur aja ini baru pertama kalinya saya mengguakannya. Enaknya  pesawat paling pagi Air Asia sekitar jam 10an, jadinya bisa santai gak terlalu di kejar-kerjar waktu. Soalnya saya pernah punya pengalaman bulan kemarin saat ke Bali mengguakan pesawat paling pagi jam 4.30  tapi sampai di Bandara terminal 3 Soekaro Hatta jam 4.05 Bayangin!! untung aja gak ketinggalan pesawat, setelah lari-larian di Bandara hahahaa :)

Tapi naik Air Asia gak perlu worry selain pesawatnya gak ada jam pagi-pagi buta, kita juga bisa chek-in sendiri di mesin self check-in Air Asia. Jadi gak perlu antri buat ambil boarding pass ke counter, temen yang belum dateng pun bisa di check-in nin juga. Jadi nanti masuk tinggal gampang deh..!


Setelah semua peserta udah lengkap kita pun menuju lantai 2, disana kita makan-makan sarapan lagi tapi versi lebih berat. Sambil nunggu jam 10-an yang masih 2 jam maka diisi juga dengan acara nge cas hp, kamera, ngobrol, makan jadi nunggunyapun gak berasa sampai tiba dipanggil untuk boarding. Oh ia saat balik dari toilet, saya pun ketemu si Willy teman di kantor lama yang juga dulu udah resign dari agency. Sekarang rupanya dia marketing manager di salah satu perusahan yang bergerak di bidang mesin game, kalau di Jakarta sejenis timezone funworld gitu. Dan  kebetulan dia juga mau ke Medan, taunya lagi kita satu pesawat hahhaha :)  gak nyangka ketemunya di Bandara.

Selama perjalanan 2 jam dari Soeta ke Badara Kualanamu banyak experience menyenagkan bersama Air Asia. Selain pesawatnya yang lebih halus saat jalan, take off maupun landing. Saya ngerasa pokoknya Air Asia itu 'gak terlalu gabruk' kayak maskapai tetagga yang jalan dan terbangnya kayak bus kota (kurang alus).






Oh ia ngomong-ngomog soal pelayanan setelah saya dapet semiar tentang gestur dan bahasa non verbal di Indonesia Knowledge Forum (IKF) 2014 kemarin. Saya memperhatikan gestur pramugari Air Asia dalam melayani penumpang, saya ngerasa pramugarinya lebih tulus dalam melayani. Hal itu terlihat dari gestur tubuh, mata, saat dia berbicara, dan ketika menawarkan makanan juga begitu. Terlebih saat menu yang kita pesan gak ada atau udah habis. Diapun menawarkan menu lain yaitu nasi goreng. Cara menawarkanya pun cukup bagus sehingga kita semua mau menu pengganti yang si Pramugari tawarkan.


Gak kerasa akhirya kita semua sampai dengan selamat di Bandara Kualaamu! Dan ini pertama kalinya kita semua traveling ke Medan. Rasanya udah gak sabar buat ngeeksplor kota Medan  dengan kamera Samsung NX series yang kita miliki.


*Bersambung....

Sunday, 13 July 2014

Pilpres 2014 Sayangnya Saya Masih Tetap Golput!



5 tahun gak kerasa sudah Pemilu Pilpres lagi di 2014, 9 Juli kemarin. Jika 5 tahun lalu nyontreng, sekarang nyoblos! pada pemilihan presiden tahun ini saya GOLPUT  kembali (tapi pemilihan caleg enggak). Alasan saya golput dalam pemilihan presiden mungkin banyak sekali alasan. Diantaranya.

1. Seperti gak ada pilihan
Tahun ini capres dan cawapresnya adalah Prabowo-Hatta dan Jokowi-Jusuf Kala. Mernurut saya pribadi kedua calon sama-sama baik, bagus, berwawasan, berpengalaman dalam bidangnya masing-masing. Akan tetapi pilihannya seperti gak ada pilihan lain buat saya

Prabowo : yang saya tau dia dari militer, orangnya keras, tegas, masih dari keluarga cendana, hobinya berkuda, punya anak seorang desiger yang karyanya cukup dikenal di dunia fashion international.

Hattarajasa yang saya tau dia itu dia punya yayasan namanya Sun institute yang letaknya gak jauh dari tempat saya tinggal (bahkan masih satu kawasan) tapi sekarang kantor tersebut baru aja pindah beberapa bulan yang lalu. Hattarajasa mentri di pemerintahan SBY, sekertaris negara. Yang paling heboh lagi saat anak Hattarajasa mengalami kecelakaan maut menabrak mobil Daihatsu sampai ringsek tapi BMW anaknya gak kenapa-napa.

Jokowi : yang saya tau dia Gubernur DKI Jakarta, sebelumnya adalah walikota Solo. Jokowi dianggap banyak pencitraan karena dia adalah pejabat Publik yang kerjanya memang disorot terus oleh media karena berita tentang Jokowi ratingnya selalu bagus. Kinerjanya juga cukup baik saat menjabat. Tapi dampak yang saya rasakan sebagai warga DKI di 2 tahun terakhir ini, ya begini-begini aja! Jakarta tambah macet bahkan busway tambah susah sering lama dan kurang armada. Katanya udah nambah 1000 busway tapi yang banyak malah APTB. Kalau masalah banjir, Jakarta juga tetap banjir walau udah gak separah tahun-tahun sebelumnya.

Tapi emang gak gampang benahin Jakarta, karena medan Jakarta berbeda dengan kota Solo. Belum lagi penduduknya yang beraneka macam. Yang bagus dari Jokowi-JK mereka belum ada catatan hitam dari kasus korupsi.

Alasan saya gak memilih memang setiap calon ada plus minusnya, kedua yang namanya Politik itu pasti dibelakangnya banyak orang-orang yang punya kepentingan. Karena kalau enggak ya, mana mungkin sih miliaran rupiah disumbangkan untuk mendukung mereka. Biaya mereka bersosialisasi, kampanye, atribut, kongres, ngadain acara pentas, musik dan sebagainya. Belum lagi mereka menggunakan media sebagai alat untuk berkampanye. Banyak media saat ini yang memberitakan keduanya berat sebelah yang kubu Jokowi mendukung Jokowi, yang Prabowo dukung Prabowo. Membuat media tidak netral bahkan saling main serang.

Kalau dipikir-pikir dunia politik sama halnya dengan dunia entertaintment setiap hari beritanya nongol di TV dan dimana-mana. Semuanya udah berdasarkan opini, bahkan bisa jadi kali beritanya cuma setingan. Sebenarnya yang membuat saya enggan memilih calon presiden bukan karena calon-calonya. Tapi karena media yang terlalu lebay memberitakan ini itu, terlalu banyak opini sehingga beritanya jadi banyak simpang siur. Belum lagi tahun ini diwanai dengan kampanye hitam yang mempropaganda sebuah berita.

Ngebandingin 2 capres gak ada habisnya, karena orang yang fanatik akan membela mati-matian. Dan orang yang gak suka akan menghujat habis-habisan. Dan dua sosok calon presiden saat ini masih jauh dari kata layak dimata saya untuk menjadi seorang Presiden Indoesia yang jumlah penduduk serta wilayahnya teralalu besar.

Jokowi baiknya tetap menjadi gubernur DKI dan juga menjadi pengusaha, karena saya yakin dia lebih berhasil dan hoki di bidang yang dia geluti tersebut. Ketimbang harus mengurus pemeritahan Indonesia yang udah terlalu kacau dengan noda-noda politik, korupsi, dan masalah lainnya. Justru saya sayang banget dengan Jokowi menjadi Presiden karena saya ngerasa kinerja dia bagus di pemerintahan daerah dan menjadi pebisnis yang sukses. Bagusnya Jokowi itu jadi mentri industri perdagangan, atau mentri Pariwisata.Kasian jadi presiden terlalu berat belum lagi tekanan dan serangan lawan politik.

Saya yakin Jokowi sebenarnya secara pribadi belum siap-siap banget untuk jadi Presiden, karena mandat Megawati aja dari PDIP dia udah gak bisa menolak itu. Orang di video yang dulu dia bilang sendiri gak bakal nyalon menjadi Presiden dan gak ada kepikiran untuk kesana.

Kalau Prabowo secara potongan dan gayanya emang cocok banget untuk jadi Presiden. Dari segi style penampilan dan ketegasannya. Cuma kalau dari kinerja saya sendiri belum tentu yakin, apa yang udah dibuat Prabowo? saya belum terlalu tahu, dan terlalu melihat apa lagi merasakan. Percuma kalau cuma katanya, dan cuma rencana, karena biasanya rencana di Indoesia selalu banyak kendala.

2 periode SBY jadi Presiden, saat periode pertama lalu kepilih lagi di periode kedua yang saya rasakan Indonesia yang begini-begini aja! Hutang belum lunas udah ngutang lagi, Pengangguran juga banyak, Segi Pendidikan Indonesia juga masih ada urutan bawah. Kasus korupsi juga masih banyak.

Yang saya ngerasaiin enak itu zaman Gusdur, selaku anak sekolah saat bulan puasa liburnya 40 hari alias sebulan lebih. Kalau zaman Soeharto waktu itu saya masih terlalu kecil, yang saya rasaiin keamanan. Harga-harga gak terlalu mahal dibanding setelah Soeharto lengser. Indonesia lebih dipandang, gak ada ceritanya wilayah Indonesia di caplok dan kebudayaan Indonesia bisa di claim Malaysia. Ya walau alm. Soeharto ada plus minusnya tapi sosoknya Bapak banget, kharismanya bagus banget dimata saya pribadi kala itu sebagai anak kecil saat Soeharto sebagai Presiden. Walau saat lengser banyak banget keburukan dari beliau yang terbongkar tapi kodisi Indonesia buktinya gak jauh lebih baik, bahkan sekarang banyak gak jelasnya!

Tapi berharap aja sih, semoga dengan Prabowo ataupun Jokowi Indonesia menjadi lebih baik. Walau saya belum terlalu yakin dengan keduanya. Ya kita lihat aja!