Tuesday, 1 September 2015

Riza Firli for Potts Fashion #POTTSJAKARTA

Kali ini saya berkolaborasi dengan 2 teman model dari Posture Management yaitu Allexia Maggie yang merupakan alumni Cosmopolitan FFF 2014 dan Melisa Mc Kinnon yang baru saja mendapatkan predikat "Best Evening Gown" di Miss Earth 2015.

Untuk makeup artis saya berkolaborasi dengan makeup artis pilihan Allexia yaitu Slavenia Aristita Ananda, yang sudah sering melakukan makeup untuk keperluan photoshoot, katalog produk, ataupun dari instagramnya saya melihat beberapa foto untuk makeup kostum dan makeup pengantin.

Makeup allexia by Slavenia

Untuk total look make up yang dibuat dan sekilas mengintip di akun instagramnya @slaveniaa, menurut saya pribadi gaya makeup slavenia sedikit lebih soft. Dan yang saya suka dia tipe makeup artis yang mendandani orang secantiknya, tidak terlihat berlebihan, gak terlalu menor. Jadi kita gak akan terlalu pangling sama orang yang di make over.

koleksi dari @PottsJakarta


Sedangkan untuk baju yang digunakan Allexia dan Mellisa saya berkolaborasi dengan salah satu brand fashion yang sudah hadir sejak 2013 yaitu Potts @pottsJakarta yang saat ini dapat dijumpai di LIPPO Mall Puri (1st floor near XXI). Potts memiliki design-design yang sangat high fashion dan terlihat elegan, digunakan beberapa artis ternama seperti Titi Kamal, Sandra Dewi, Erika Santoso pengusaha ADA Swalayan yang profilenya saya tulis di Smart Money, bahkan iklan sabun Lux  juga menggunakan baju buatan Potts di iklan terbarunya versi BCL sinclair #white2impress.
 

Untuk studio kami memilih studio di bilangan Tebet tepatnya gak jauh dari comic cafe Tebet Utara yaitu DeaPro yang berlokasi di Jl tebet raya no. 27B, yang sebenarnya ini studio gak terlalu jauh dengan tempat tinggal saya karena sama-sama di Tebet. Selain dekat, studio disini ternyata memiliki beberapa jenis lampu yang cukup lengkap ditambah asisten di tempat ini lumayan ngerti beberapa setingan lampu untuk menghasilkan foto-foto dengan efek tertentu yang kita inginkan, ditambah beberapa jenis  properti di Deapro bisa kita gunakan.  Dan berikut hasilnya :




Selain menggunakan baju dari Potts, Allexia dan Melisa juga membawa baju pribadi yang lebih santai seperti berikut :



Melisa Mc Kinnon

oke..nantikan cerita, foto, dan kolaborasi saya selanjutnya ! #MyNXStory


Foto by : Riza Firi
Edit : snapseed, vsco cam
Model : Allexi & Melisa
Makeup : Slavenia
Dress : Potts Jakarta 
Taken by : Samsung  NX 300
 Lens :  Prime 30 mm

Monday, 17 August 2015

Jessica Eveline - Dola'ap Kebaya by Elok Renapio


Kali ini saya berkolaborasi dengan salah satu teman, yang merupakan seorang model berprestasi bernama Jessica Eveline. Atau yang akrab disapa Jessica..jess..atau Jeje.

Sebanarnya pemotretan ini sudah dilakukan 2 bulan yang lalu. Tepatnya sebelum bulan Ramadhan Sabtu, 6 Juni 2015.

Untuk janjian motret Jessica udah sekitar 2-3 minggu sebelumnya, cukup lama karena waktu janjian dia lagi ada di China hampir satu bulan dalam mengemban tugasnya menjadi Runner up 4 di Miss Model of The World 2014.

Setelah Jeje pulang ke Jakarta, kita janjian pas weekend. Awalnya pingin motret di Artotel Jakarta.

Namun berhubung tiba-tiba si Jessica dapat Job dari F&G untuk fashion show di acara Fashion Delight Pesona Ramadhan 4-6 Juni 2015 di Senayan City. Akhirnya saya yang memutuskan untuk sekalian aja melakukan pemotretan di Sency.

Awalnya Jeje memang tetep gak ngebatalin, dan ayo-ayo aja kalau mau motret di Artotel. Karena bisa sebelum acara atau sesudah Fashion Show malemnya.

 Tapi kayaknya itu capek banget dan cukup PR kalau kita tetep mau foto disana.

Maka saya pun memutuskan untuk foto aja di Senayan City... Sekalian nanti motret fashion shownya pas sorenya.

Satu hari sebelumnya Jum'at malam riza sempet dateng ke sency buat liat fashion show jeje pakai baju Dian Pelangi jam 6.30

Tapi berhung Jalan Jakarta Jum'at sore gak bersahabat, pas sampe sana eh udah abis dong acaranya. hahahaa :) karena emang fashion shownya on time dan cuma sebentar.


Besoknya di hari Sabtu kita janjian buat foto di Sency jam setengah 10 pagi sebelum GR...

Awalnya bingung tempat mana yang ingin di gunakan, berhubung ini masih pagi-pagi dan cafe yang buka adalah Dantee Coffee Senayan City.

Akhirnya saya memutuskan untuk bertemu dan melakukan pemotretan di dalam cafe yang masih sepi tersebut.

Sebelum pemotretan dimulai, kita ngobrol-ngobrol dulu. Sharing-sharing soal dunia pekerjaan, dunia modeling, pengalaman Jessica yang sudah memiliki banyak prestasi.

Mulai saat dia duduk di bangku SMP menjadi finalis Gadis Sampul 2007, berlanjut saat kuliah menjadi Wajah Femina Favorit 2013, hingga mengikuti pemilihan Miss Model of The World 2014 dan membawa pulang 2 gelar yakni Miss Model of Asia dan Runner Up-4.

Sosok Jessica merupakan salah satu model yang mewakili 3B yakni brain, beauty and behaviour. Memberikan banyak inspirasi karena perjalanannya menjadi seorang model tidak didukung oleh keluarga tertama Papinya.

Sampai akhirnya Jessica bisa meyakinkan orang tuanya, menunjukan prestasi pada pendidikan maupun bidang modeling yang dicintainya.

Jessica pindah ke Jakarta bersama sang adik untuk mengejar karier, begitu juga dengan pendidikannya ia pindah dari jurusan Finance Universitas Petra Surabaya ke Universitas Binus  mengambil jurusan Marketing Management dengan sistem perkuliahan online.

Secara pribadi Jessica merupakan orang yang sangat tepat waktu, disiplin, atitudenya sangat baik, orangnya ramah, nyambung banget baik ngobrol secara langsung, maupun saat komunikasi di whatsapp atau line. Asyik deh anaknya, gak heran kalau perjalanan kariernya di dunia modeling cukup gemilang.


Bahkan untuk pertama kalinya Indonesia mengikuti Miss model of the world 2014 yang diikuti lebih dari 70 negara. Cewek yang memiliki tinggi 180 cm ini  bisa membawa pulang gelar runner-up 4 dan gelar Miss Model of Asia.

Setelah panjang lebar ngobrol dengan Jessica, akhirnya ia pun ke toilet untuk ganti baju, dan menggunakan baju designer asal Surabaya Elok Renapio yang berwarna biru. Setelah menggunakan baju tersebut ia melakukan makeup sendiri. Mulai dari memasang bulu mata, maskara, bedak, blush on dan lip glosh.



Untuk makeup yang digunakan Jessica cukup natural dan tidak berlebihan. Walaupun dia makeup sendiri. Perubahan makeup terutama terlihat pada bagian matanya yang tadinya sedikit sipit ketika munggunakan eyeshadow dan bulu mata jadi terlihat lebih tegas.

 Wajah Jessica jauh lebih fresh, inner beauty yang dimilikinya sangat terpancar, dan memberikan  energi positif. Hal ini bisa terlihat dari pancaran mata dan kepercayaan dirinya ketika berpose.

Tidak sulit rasanya mengarahkan gaya dan mengeksplor pemotretan dari Jessica. Karena dia sendiri adalah model yang memiliki jam terbang tinggi. Namun keterbatasan waktu, tempat dan konseplah yang membuat saya merasa kurang bisa mengeksplor lebih jauh lagi. Tapi disitulah tantangannya kreatifitas seorang fotografer harus siap dan jeli dalam momen apapun.





Model : Jessica Eveline
Miss Model of Asia
Runner-up 4 Miss Model of the world 2014
Wajah Femina Favorit 2013
Gadis Sampul 2007
Dress : Elok Renapio
Location: Senayan City Jakarta
Foto : Riza Firli
Samsung NX 300 Lens 30 mm

Sunday, 19 July 2015

Batik Sadhana by Tities Sapoetra


Cukup lama gak terlalu beredar di dunia akting, ternyata Tities Sapoetra sekarang menjadi seorang fashion designer. Terakhir ketemu ini anak waktu premier filmnya Acha Septriasa yang 99 cahaya part 2 di XXI Epicentrum.

Kenal Tities udah lumayan lama, secara dia artis lawas era 2000an. Beberapa waktu lalu ceritanya Tities ini sempet comment-comment di Instagram dan dia sempet nanya  "za, lo masih nyimpen no. Gue gak sih? Whatsapp dong" 

Dan sayangnya no. Tities udah gak ada di contact karena kemungkinan ada di hp yang lama. Setelah bertukar no. Whatsapp, tapi  kita juga gak pernah whatsappan, sampai pas bulan puasa malah sering ngobrol via Line.

Dan singkat cerita pada Ramadan tahun ini di tengah kesibukannya. Tities baru aja nyelesaiin 40 outer Batik Sadhana, salah satu dari tiga lini fashion buatannya.


BENERAN TITIES SAPOETRA JADI DESIGNER , APA ALA ALA DONG KARENA UDAH GAK LAKU JADI ARTIS? JUAL NAMA DOANG KALI YAAA... *nyinyir

Kadang cibiran seperti itu sering banget, dilontarkan orang-orang namun disitulah tantangannya. 

ketertarikan Tities pada dunia fashion sudah cukup lama, dan memang dunia showbiz gak selamanya mengingat cepet banget regenerasi para pemain baru.

Tak tanggung-tanggung, keseriusan Tities di dunia Fashion ternyata sudah digelutinya sejak 4 tahun lalu. Tities menempuh pendidikan di dua sekolah fashion yang berbeda. Pertama ia belajar di Burgo dan yang ke dua di LPTB Susan Budihardjo.

Sejak  kecil dunia fashion juga sudah terpupuk, karena sang mamah merupakan seorang perancang baju pengantin di Surabaya. Jadi seperti melihat kain, pola, mesin jahit sudah terpupuk secara tidak langsung sejak kecil dari sang mama.

Setelah ngobrol-ngobrol di butik  selesai, lanjut dengan sesi pemotretan dengan tim fotografer Diera Bachir. Salah satu fotografer favorit yang sering digunakan para selebritis.

foto-foto 40 outer batik sadhana kali ini juga bekerjasama dengan 3 orang model, yang ketiganya juga teman dari Tities. Diantaranya Jian Batari (pemain sinetron, film), Wita Juwita (Pemenang Wajah Femina 2013) dan Ully Triani (Wajah Femina 2007) yang baru aja nyelesaiin film "Stay With Me" bersama Boy William dari sutradara kenamaam mas Rudy Soedjarwo.



Untuk makeup artis dan hairdo, Tities mempercayakan tim makeup artist Adi AdrianMenurut saya pribadi tim Adi Adrian untuk make up maupun hairdo mengerjakannya dengan cepat dan rapih hasilnya juga sangat memuaskan, Mereka sungguh profesional untuk menata 3 model secara bergantian.

Karena biasanya setau saya, untuk makeup model pemotretan gitu bisa satu jam sendiri pengerjaannya untuk satu orang. Tapi ini ada 3 model, dengan berganti 3 gaya rambut yang berbeda mulai dari sanggul, kepang, dan blow dikerjain serius tapi santai dan terpampang nyata hasilnya...!
Sambil nunggu break, Wita Juwita (Wajah Femina '13)
sibuk dengan SAMSUNG Galaxy S4 dan Galaxy Smart Camera


"Batik Sadhana by Tities Sapoetra "


(no filter no edit)

Ada yang bilang fotografi itu melukis dengan cahaya, beberapa fotografer ada yang enggan mengedit fotonya dengan alasan "saya ini photographer bukan photoshoper", ini sering kali menjadi perdebatan. Namun sebenarnya mengedit foto sah-sah saja, karena foto adalah sebuah momen dimana ketika foto mungkin hasilnya tidak sempurna dan bisa saja kita tidak mungkin untuk mengulang momen tersebut. Maka bantuan software seperti photoshop kita dapat mengakalinya menjadi terlihat lebih sempurna.

Fotografi juga membutuhkan pencahayaan, maka hasil foto yang keren biasanya didukung oleh cahaya yang pas, pengaturan gelap terangnya, titik datang cahayanya, pantulan cahaya, sudut pandang objek yang kita ambil, komposisi, warna, serta elemen lainnya. 

Dan  kali ini saya juga menampilkan beberapa foto yang belum saya edit sama sekali langsung dari camera  mirrorless SAMSUNG NX300 yang saya miliki. Dengan menggunakan lensa baru saya, yaitu lensa fix 85mm F 1.4, dimana lensa ini dapat membuat objek memiliki efek dramatisir dengan bokehnya yang merapihkan latar belakang yang mengganggu atau latar belakang yang tidak kita inginkan.


editing VSCOCAM :




Untuk koleksi batik sadhana yang Tities buat pada Ramadhan tahun ini yang berjumlah 40 outer, kebanyakan ia menggunakan warna-warna seperti cokelat, hitam, hijau, dan biru. Dengan motif batik nusantara, Tities menggabungkan juga unsur hiasan seperti manik-manik, bentuk bunga, dan batu-batu berwarna yang menambah kesan manis pada tiap outer yang ia design tersebut.


foto by: riza firli
taken with SAMSUNG NX300 85mm lens

Wednesday, 15 July 2015

Cultura by Yusak Maulana Spring Summer 2015


Kali ini saya berkolaborasi dengan salah satu fotografer fashion kenamaan,  Luminous Dreams Photoworks by Teguh. Awal kenal mas Teguh ini sebenarnya gak sengaja karena dulu saya bekerja di salah satu perusahaan photography dan ketemu dia lagi di acara Indonesia Fashion Week 2015, dimana kita sama-sama motret fashion show di area fotografer.

Pemotretan bersama mas Teguh dan rekannya Eddy Zu yang juga seorang fotografer, memilih lokasi di "Kota Tua" atau Jakarta KOTA. Pemotretan kali ini untuk kebutuhan  seorang designer asal Jogja, yang baru saja mengeluarkan koleksi terbarunya "Cultura by Yusak Maulana". Dengan model Alek Pulungan yang merupakan Mr. Indonesisch 2014, yakni sebuah ajang putra-putri ke Indonesiaan dari negeri Belanda Miss en Mr. Indonesisch dan makeup artist (MuA) Fadli Fabel.

Untuk lokasi pertama adalah di salah satu gedung bangunan di kota Tua yang letaknya di sebelah rumah merah, tempat ini sih sering banget digunaiin banyak orang buat motret. Tapi ini pertama kalinya saya memotret di dalam bangunan tua yang ada disini. Tempatnya udah agak horor karena sengaja gak di rawat tapi itulah daya tariknya, menambah kesan vintage pada kota Jakarta.


Pada outfit ini Cultura mengombinasikan kemeja dengan patern kotak-kotak hitam putih yang tidak berkerah, dengan lengan tangan panjang  berwarna ungu, lalu untuk celananya cukup unik dan santai. saya melihat celananya seperti celana olahraga, agak gombrong di bagian paha dan ada tali di bagian pinggangnya.



Batik Garut

Selain baju kemeja, Cultura menghadirkan berbagai macam outer. Dan outer "Batik Garut" berwarna hijau ini adalah salah satu yang saya suka. Warna hijaunya terlihat elegan, ditambah corak motif dibagian lengannya. Yang unik bagian dalam outer ini memiliki corak yang berbeda, bagian kancing dan strap hitamnya juga membuat outer ini terlihat keren, terkesan modern tapi tetap bernuansa etnik.
lokasi ke-2
Untuk lokasi kedua mengambil lokasi tempat di pelabuhan Sunda Kelapa, dengan kapal-kapal pinisi putihnya yang menggambarkan kota Jakarta tempo dulu. Walaupun pemotretan cukup terik menjelang sore itu, tapi semuanya berjalan lancar. Yang paling tegang sih naik kapal pinisinya karena ngeri-ngeri sedaap, naiknya  bukan pakai tangga melainkan balok kayu panjang tanpa pegangan gitu dan jalannya cuma setapak, jadi kita naik turunnya harus extra hati-hati.

Batik Megamendung

Kalau saya bilang ini batik sekaligus baju koko modern, bahkan kesannya gak kayak baju batik atau baju koko. Jadi pas banget buat tipe orang kayak saya, yang gak suka batik terlalu old school atau terkesan formal. Cocok digunaiin pas Hari Raya Idul Fitri saat sholat ied, selain itu  masih oke loh buat outfit ke kantor di hari Jum'at. 
kombinasi motif batik
taken by K-zoom

Pada outfit ini, Yusak mengombinasikan berbagai macam patern batik. Mulai dari batik Garut, batik Solo dengan motif kawung. dan beberapa patern kotak-kotak kecil ditambah garis merah sebagai kontrasnya.


Jika kamu merasa masih terlihat simple dengan baju batik yang memiliki kombinasi berbagai macam patern, kamu bisa menambahkan lagi dengan outer jaket rompi berwarna putih yang memiliki 2 resleting. Unik bukan?


Nah, buat kamu yang tertarik dengan koleksi baju-baju dari Cultura by Yusak Maulana, kamu bisa menemukannya di Central dept. store Grand Indonesia Shoping Town (east mall) level 1.

foto by: riza firli
taken with SAMSUNG NX300 30mm lens

Saturday, 31 January 2015

Weekend Brunch Xin Hwa Mandarin Oriental


Brunch merupakan kegiatan yang menggabungkan makan pagi dan makan siang dalam satu waktu. Biasanya brunch ini dilakukan sekitar pukul 10.00 pagi sampai jam 3.00 sore. Budaya brunch sebenarnya berasal dari luar, tapi di Indonesia brunch lebih cocok disebut dengan lifestyle. Banyak saat ini resto atau hotel yang menyediakan menu brunch dengan konsep all you can eat saat weekend Sabtu Minggu.

Salah satu hotel berbintang di Jakarta yaitu Mandarin Oriental, juga menyediakan menu brunch saat weekend tepatnya di Xin Hwa restaurant yang terletak di lantai 2. Untuk menu yang ditawarkan cukup beragam mulai dari aneka steam dimsum, cheong fun roll, pan fried deep fried, appetizer, maincourse, aneka nasi & mie, dan gak lupa dessert.

Nah, ini dia nih menu-menu brunch  di Xin Hwa yang saya dan teman-teman saya pesan. Karena kita bertiga jadinya cukup banyak deh yah  keliatannya di meja karena masing-masing pesen 3 varian menu.





oh ia yang lucu dari interiornya xin hwa bergaya classic chineese gitu tapi lebih modern. Uniknya adalah ada sangkar burung disetiap mejanya. Sebenernya kalau mau makan sih sangkar burungnya bakal dipindahin, atau digantung diatas. Tapi karena lucu yah kita gak pindahin deh !


salah satu menu main course yang recomended di xin hwa kayaknya ini nih! pan-fried beef tenderloin with sliced garlic in black pepper sauce. Ngeresap banget bumbunya dan yang paling penting dagingnya itu empuk banget bahkan gak kerasa kayak ngunyah daging sapi, saking lembutnya..


deep fried shrimp dumplings with mayonnaise



Satu lagi yang cukup enak dan rasanya beda di xin hwa yaitu home made ice creamnya cita rasa calssic deh! beda lembutnya dimulut gak kayak ice cream ice cream yang dijual di pasaran, karena ice cream dipasaran mungkin pakai bahan pengawet karena buat dijual dan disimpan berbulan-bulan. selain home made ice cream ada juga chilled mango pudding.

Oh ya mulai Januari 2015 tahun ini, ada peraturan baru di Xin Hwa Mandarin Oriental. Jadi ada timing  untuk menikmati brunch. Untuk sesi pertama dimulai sekitar jam 10.00 sampai jam 12.00an, setelah itu sesi kedua dari siang sampai jam setengah 3 sore. Jadi jangan sampai telat datang karena kalau jamnya abis kamu bakal rugi karena gak bisa mesen makanan lagi karena udah last order sesi pertama. 

Tapi walau udah last order kamu masih bisa sih, duduk disana menikmati makanan yang tersisa. Jadi ya gak bakal diusir (tapi gak tau juga sih, kalau misalnya lagi penuh waiting list kayak di mall, mungkin kita disuruh cepet-cepet kali hahaha) *Tapi enggak mungkinlah kali deh diusir :p 

Kita bertiga disini juga sampai jam 1 lewat bahkan hampir setengah 2. Karena pada telat bangun gara-gara alarmnya mati kalau weekend, ditambah pas menuju hotel kena macet dijalan dan baru sampai jam 11 siang.

Jadi kalau kamu-kamu mau ke Xin Hwa mending sekalian aja yang jam siang karena bisa lebih santai  jalannya dan nikmatin makanan sambil ngobrol sampai sore.

Untuk harga all you can eat brunch di Xin Hwa Mandarin Oriental perorang sekitar IDR. 316K (sudah termasuk pajak)