Friday, 11 March 2016

Opening Ceremony Indonesia Fashion Week 2016

Indonesia Fashion Week (IFW) merupakan ajang fashion tahunan yang diselenggarakan oleh APPMI (Asosiasi Pengusaha dan Perancang Mode Indonesia) tentunya merupakan acara fashion yang sangat bergengsi di Indonesia.

IFW 2016 adalah tahun ke-5 acara ini di gelar, yakni mulai dari 10-13 Maret bertempat di Jakarta Convention Center Senayan.

Secara pribadi saya melihat IFW sebuah awal yang baik untuk para desainer menunjukan karyanya pada dunia international. Contohnya seorang desainer  yang pernah berkolaborasi bersama saya Priscilla Listia.

Tahun lalu, IFW 2015 adalah event fashion show berskala besar pertama yang ia ikuti. Dari situ Priscilla dilirik oleh Vancouver Fashion Week 2016 dan  mengikuti fashion show spring summer collection disana.

Pada acara opening ceremony IFW 2016 dibuka oleh Ibu Poppy Dharsono selaku presiden IFW. Dilanjutkan dengan pembukaan dari Ibu Puan Maharani (Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaa) yang mewakili  Bpk. Wk. Presiden Jusuf Kalla.

Dalam Pidatonya Ibu Puan Maharani menyampaikan :

 "Saya menghaturkan apresiasi terhadap ajang IFW yang sudah  berlangsung hingga tahun kelima. Setiap tahun semakin baik, pengunjungnya juga semakin banyak. Harapan melalui ajang IFW akan semakin banyak karya anak bangsa dapat dikenal di dunia internasional". 

Selain itu Indonesia Fashion Week 2016 juga di resmikan oleh beberapa pejabat negeri ini seperti Iman Gusman (Ketua DPD RI). Hahfiz Tohir (Ketua Komisi VI DPR) Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga (Menteri Koperasi Usaha Kecil dan Menengah), dan Saleh Husin (Menteri Perindustrian)



Berikut harapan para pejabat  untuk ajang Indonesia Fashion Week :


"Berharap IFW tidak hanya menjadi acara tahunan tetapi IFW dapat dilaksanakan setiap 6 bulan sekali. Kegiatan ekonomi masyarakat berbasis ekonomi kreatif ini diharapkan mampu membuat Indonesia sejajar dengan negara-negara mode lainnya" - Iman Gusman, Ketua DPD RI-

 "Kami di komisi VI yang khusus membidangi sektor rill sangat mendukung upaya pemerintah maupun swasta. Terlebih saat ini kita sedang menghadapi kelesuan ekonomi global, inilah yang dapat membangkitkan perekonomian domestik kita" -Hahfiz Tohir, Ketua Komisi VI DPR RI-


"Mengedepankan tema ekspresi budaya menjadi suatu tantangan pada desainer kita untuk merancang sebuah karya yang mengangkat nilai budaya Indonesia. Dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) fashion minimal bisa memenuhi kebutuhan 40 persen pangsa pasar"  -Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Menteri Koperasi Usaha Kecil dan Menengah-

 "Berharap Industri fashion dapat memberikan kontribusi yang besar karena menyumbang 181 Triliun untuk Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan menyerap 3,8 juta tenaga kerja. Kementrian Perinduatrian  terus melakukan kerjasama dan mendorong para pelaku industri fashion agar terus berkembang" -Saleh Husin, Menteri Perindustrian-


Tuesday, 8 March 2016

Ophelia Batik By Ananda Putri Laras



Kali ini saya berkolaborasi dengan salah satu sahabat lama saya yaitu Ananda Putri Laras. Saya mengenal Laras sudah cukup lama kira-kira sejak 2004-2005, hampir 10 tahun dan kita dipertemukan kembali pada acara Indonesia Fashion Week 2015 (tahun lalu).


Kala itu Laras yang bekerja di kementrian pariwisata, penulis di Indonesia.Travel ditugaskan untuk meliput IFW2015. Mulai dari acara Sunday Dress Up, Presscon, dan hari H dimana fashion show berlangsung.
Indonesia Fashion Week 2015
Fashionable People Sustainable Planet

Nah, dari situlah kita sering keep contact, hangout bareng dan akhirnya ia meminta saya berkolaborasi untuk campaign batik buatannya yaitu Ophelia Batik.

Kecintaan Laras pada fashion hingga akhirnya menjadi seorang desainer batik, bermula ketika ia ditugaskan ke berbagai kota di Indonesia untuk traveling dan menulis. (asyik ya.. jadi travel writer kerjanya buat jalan-jalan)

Karena sering membeli kain-kain batik sebagai tanda mata di tiap daerah di Indonesia. Maka ia mengambil kursus fashion design, agar kain-kain yang ia beli dapat dijadikan baju batik modern siap pakai untuk sehari-hari.



Untuk makeup artist saya kembali bekerja sama dengan Isthi (Slavenia Aristita Ananda) @Slaveniaa, dibantu seorang temannya untuk Hair Do yaitu Cecilia Diana @cecilliadiana. Keduanya adalah lulusan dari Universitas Negeri Jakarta dengan jurusan Tata Rias.  Pada akun Instagram keduanya, mereka sudah memiliki banyak portofolio makeup seperti untuk pemotretan model katalog, tvc, e-commerce, fashion show dan lainnya.

Oh ya, untuk pemotretan kali ini Laras menjadi desainer sekaligus modelnya loh...!

Untuk dunia foto bagi Laras sudah tidak asing lagi, karena saat kuliah S1  di Institut Ilmu Sosial dan Politik Jakarta (ISIIP) jurusan Jurnalistik. Laras sering menjadi model untuk kebutuhan tugas fotografi maupun komunitas fotografi bersama teman-temannya.

Selain sebagai seornag penulis travel dan designer, Laras juga melanjutkan kuliah s2 jurusan Antropologi di Universitas Indonesia. Kebayang dong gimana perjuangannya cewek yang satu ini dalam mengatur waktu kerja, kuliah, dan bisnis sebagai fashion designer.

Dalam mencocokan dan mengatur jadwal pemotretan ini aja, saya perlu re-schedule 2x loh karena saat saya bisa Laras gak bisa, saat Laras bisa sayanya yang gak bisa! hahaha :D

Marlina Irdayanti @Marlinairda
Selain itu Laras juga mengajak seorang temannya, untuk menjaadi seorang model. Dia adalah Marlina Irdayanti ‘Irda’ @Marlinairda yang berprofesi sebagai Reporter TV One dan mantan Abang None Buku. Selain menjadi pemburu berita, reporter cantik ini juga sering dipakai untuk kebutuhan shooting di acara lainnya. Saat berbalut makeup, ia juga gak kalah cantik loh dengan para selebritis layar kaca. hehehe :D

Berikut beberapa koleksi ready-to-wear Ophelia Batik by Ananda Putri Laras : 








Batik isn't that so serious
Ophelia Batik Available at BerryBenka