Monday, 27 October 2014

Transportasi di Medan Lebih Keren Dari Jakarta!!




Akhirnya kita berempat sampai juga di Medan dengan selamat tepatnya di Bandara Medan yang baru, bandara Kualanamu. Sebelum turun kita berempat semepetin foto dengan mba pramugari Air Asia yang super ramah melayani kita selama penerbangan 2 jam ke Medan. Untuk mengambil foto sama pramugari ini sebenerya kita tungguin dulu orang-orang turun dari pesawat baru deh kita minta foto bersama. Karena kalau enggak, ya malu lah pasti bayak orang-orang dibelakang yang pada mau turun dan pasti bakal ganggu juga hahahah :)



Sesampainya di Bandara Kualanamu 1st impression sama bandara ini tuh keren banget! Karena selain masih bersih, terawat, designnya juga lebih modern. Ditambah Bandara Kualanamu ini mempunyai stasiun kereta commuter line yang design dan keretanya itu ala-ala kayak di Hongkong sistem masuknya juga udah otomatis dan keretanya alus banget. Pokoknya Jakarta kalah deh kalau ngeliat trasportasi di Medan udah canggih kayak gini. Dan ini suasana di dalam keretanya










Sekitar 30 menit perjalanan naik kereta dari Kualanamu ke Medan, sesampainya di stasiun pemberhentian terakhir. Kita udah disambut sama pihak travel untuk meuju tempat makan di Istana Krakatau. Dan ini dia menu-menu yang dihidangkan makan siang telat kita :


Makanan dari restoran Istana Krakatau cukup enak, berhubung kita juga udah laper! Masakanya itu Indonesia banget. Ada udang, ayam, toge, buncis, terus ada beberapa makanan melayu yang mirip sama masakan Padang kuah-kuah santannya. Sambalnya juga mantap! yang paling gede itu kepala ikan , tapi kita semua gak tau ikan apa yah ini? kakap kali ya...:)


Setelah selesai makan perjalanan berlanjut, kita semua pergi ke istana Maimun. Istana ini merupakan istana Kesultanan Deli yang menjadi salah satu ikon dari kota Medan. Letaknya di Jalan Jendral Katamso, Medan. Bangunan dari istana Maimun ini di desain oleh arsitek Italia dan dibangun oleh Sultan Deli, Sultan Mahmud Al Rasyid.

Dan ini dia isi dalam istana Maimun :





Seripaduka Tuanku Sultan Mahmud Lamantjiji Perkasa Alam (2005- Sekarang)

Nah, kalau ini adalah Sultan ke XIV yang sekarang! Dan sedang berada di Makassar untuk melanjutkan studi. Di Indonesia Sultan atau Raja memang dihormati bahkan dijunjung  karena kearifan dan kebijakannya. Tapi zaman sekarang karena Indonesia menganut sistem pemerintahan Presiden maka seorang Sultan dapat bergabung bahkan sekolah dengan masyarakat pada umumnya. Bahkan mungkin orang-orang di Makassar yang jauh dari kota Medan gak nyangka kalau teman sekolahnya adalah seorang Sultan atau Raja. Tapi tetap aja ya kalau keturunan darah biru apalagi seorang Sultan punya kharisma yang beda.


Bersambung**


Thursday, 23 October 2014

Pertama Kali Jalan-Jalan Ke Medan ! Dan Pertama Kali Juga Menggunakan Air Asia

packing baju
Aduh udah lama nih kayakya gak nge blog di blog sendiri, karena full day dari awal Januari 2014 kira-kira udah 10 bulan. Nulisnya lebih sering disalah satu website tempat saya bekerja yaitu www.lintas.me , baiklah kali ini saya akan sharing seputar perjalanan ke kota Medan Sumatera Utara dalam rangka hunting foto bersama para pengguna kamera Samsung mirrorless NX series.

Perjalanan dimulai dari Bandara Soekarno Hatta - Cengkareng. Jum'at pagi itu saya berangkat dari rumah saya dibilangan Tebet Jakarta Selatan sekitar jam 5 pagi menggunakan taksi yang saya pesan malam harinya. Semua peserta sudah disuruh kumpul pukul 7 pagi di terminal 3. Pas baget Jum'at pagi (17/10) belum macet sama sekali karena biasanya tiap pagi saat saya berangkat ke kantor dari Tebet Pancoran menuju Slipi udah padat merayap oleh lalu lalang kendaraan.


 Alhasil sekitar pukul 6 pagi saya udah nyampe di Bandara. Dan teman-teman yang lain ternyata udah ada yang datang 2 orang menunggu di J.CO donut sambil ngopi dan sarapan. Pagi itu sudah ada Kadek Arini peserta yang rumahnya cukup jauh di daerah Bekasi, yang lagi ramai di bully di sosial media. Diendy salah satu panitia yang tinggal di daerah Depok. Selang beberapa menit datang satu peserta lagi yaitu Ruben yang tinggal di BSD cukup dekat dari Bandara. Berarti tinggal satu peserta lagi bernama Ifan yang ternyata baru bangun saat di whatsapp.


Perjalaan ke Medan kali ini kita meggunakan maskapai penerbangan Air Asia. Jujur aja ini baru pertama kalinya saya mengguakannya. Enaknya  pesawat paling pagi Air Asia sekitar jam 10an, jadinya bisa santai gak terlalu di kejar-kerjar waktu. Soalnya saya pernah punya pengalaman bulan kemarin saat ke Bali mengguakan pesawat paling pagi jam 4.30  tapi sampai di Bandara terminal 3 Soekaro Hatta jam 4.05 Bayangin!! untung aja gak ketinggalan pesawat, setelah lari-larian di Bandara hahahaa :)

Tapi naik Air Asia gak perlu worry selain pesawatnya gak ada jam pagi-pagi buta, kita juga bisa chek-in sendiri di mesin self check-in Air Asia. Jadi gak perlu antri buat ambil boarding pass ke counter, temen yang belum dateng pun bisa di check-in nin juga. Jadi nanti masuk tinggal gampang deh..!


Setelah semua peserta udah lengkap kita pun menuju lantai 2, disana kita makan-makan sarapan lagi tapi versi lebih berat. Sambil nunggu jam 10-an yang masih 2 jam maka diisi juga dengan acara nge cas hp, kamera, ngobrol, makan jadi nunggunyapun gak berasa sampai tiba dipanggil untuk boarding. Oh ia saat balik dari toilet, saya pun ketemu si Willy teman di kantor lama yang juga dulu udah resign dari agency. Sekarang rupanya dia marketing manager di salah satu perusahan yang bergerak di bidang mesin game, kalau di Jakarta sejenis timezone funworld gitu. Dan  kebetulan dia juga mau ke Medan, taunya lagi kita satu pesawat hahhaha :)  gak nyangka ketemunya di Bandara.

Selama perjalanan 2 jam dari Soeta ke Badara Kualanamu banyak experience menyenagkan bersama Air Asia. Selain pesawatnya yang lebih halus saat jalan, take off maupun landing. Saya ngerasa pokoknya Air Asia itu 'gak terlalu gabruk' kayak maskapai tetagga yang jalan dan terbangnya kayak bus kota (kurang alus).



Oh ia ngomong-ngomog soal pelayanan setelah saya dapet semiar tentang gestur dan bahasa non verbal di Indonesia Knowledge Forum (IKF) 2014 kemarin. Saya memperhatikan gestur pramugari Air Asia dalam melayani penumpang, saya ngerasa pramugarinya lebih tulus dalam melayani. Hal itu terlihat dari gestur tubuh, mata, saat dia berbicara, dan ketika menawarkan makanan juga begitu. Terlebih saat menu yang kita pesan gak ada atau udah habis. Diapun menawarkan menu lain yaitu nasi goreng. Cara menawarkanya pun cukup bagus sehingga kita semua mau menu pengganti yang si Pramugari tawarkan.


Gak kerasa akhirya kita semua sampai dengan selamat di Bandara Kualaamu! Dan ini pertama kalinya kita semua traveling ke Medan. Rasanya udah gak sabar buat ngeeksplor kota Medan  dengan kamera Samsung NX series yang kita miliki.


*Bersambung....