Pemilihan model majalah mungkin suatu saat tinggal cerita


Wita sedang memberikan selempang kepada Nisa Ayu Nurfitri (Pemenang III Wajah Femina 2015)
Dahulu, jika kita ingin berkarier di industri entertainment seperti bintang iklan, pemain sinetron, film layar lebar, hingga penyanyi. Ajang pemilihan model di majalah dan semacamnya merupakan salah satu cara yang dapat membuka peluang kita untuk menjadi seorang bintang.

Beberapa selebriti ternama yang mengawali kariernya dari pemilihan majalah seperti Krisdayanti (Gadis Sampul '91), Laudya Cintya Bella (Model Kawanku 2002), Reza Rahardian (Top Guest Aneka 2004) dan sederet artis papan atas lainnya kebanyakan berasal dari ajang pemilihan model.
Malam final Wajah Femina 2015 by Riza Firli

Mengapa kesempatan setelah menjadi model majalah karier di dunia entertainment bisa terbuka lebar ?

Karena dulu, media sosial belum terlalu booming seperti sekarang dan  pengguna internet di Indonesia jumlahnya masih amat sedikit.

Maka, jika kamu masuk majalah. Majalah tersebut akan dijual secara nasional sehingga namamu akan beredar dimana-mana.

Nah, inilah biasanya yang dimanfaatkan talent search dalam mencari bintang-bintang baru dan berbakat. Biasanya mereka memanggil model majalah untuk casting, bahkan tak jarang ada juga yang langsung mendapatkan tawaran bermain dalam sinetron atau film.

Namun sekarang, majalah atau media cetak sudah semakin redup. Kondisi media cetak di Indonesia saat ini, sudah masuk dalam senjakala. Media cetak terus terseok oplahnya karena tergerus oleh media online dan digital.

Sejumlah majalah remaja, yang dulu rutin mengadakan ajang pemilihan model  seperti Aneka Yess sudah lebih dahulu tutup sejak 2014.

Kemudian, disusul majalah lainnya seperti Kawanku, Hai, Cosmogirl, Trax dan sejumlah majalah ternama lainnya terbitan Kompas Gramedia, MRA Group dan Femina Group.

Mungkin suatu hari nanti, ketika semua majalah remaja menutup terbitan cetaknya. Foto-foto dalam postingan ini, bakal menjadi sebuah cerita dan kenangan tersendiri.  Dimana dulu pemilihan model majalah menjadi sebuah ajang paling bergengsi yang melahirkan bintang-bintang berbakat di Indonesia.

Dan berikut diantaranya teman-teman saya yang lahir dari ajang pemilihan model :

Adhitya Putri (Gadis Sampul Fav 2003)



Bersama Adhitya Putri -at Gallery Idonesia Kaya

Ini merupakan kk kelas saya se-waktu SMP. Orangnya sudah kelihatan sangat entertain sekali sejak dulu, dia merupakan anak dance yang populer di sekolah, bahkan group dance-nya 'blossom' sempat juara II se-DKI.

Ditahun yang sama, beberapa anak dari sekolah saya juga ada yang menjadi semi finalis Gadis Sampul seperti Acha Septriasa, Ralda, dan Michelle. Namun, hanya Adhitya Putri lah yang berhasil menjadi 20 finalis serta membawa dua gelar yakni Gadis Sampul Favorit pembaca 2003 dan Miss Gosh (sebuah brand sepatu).

Saat pemilihan Gadis Sampul, wajah Adhitya Putri juga ditempel di mading sekolah dengan judul "Mari kita bantu teman kita". Lalu, banyak siswa-siswi membantu untuk vote dengan mengisi formulir yang sudah disediakan pihak sekolah.



Pada 2007, Adhitya Putri sempat mendaftar Puteri Indonesia dan dijadikan waiting list untuk tahun berikutnya.  Namun sayang, karena jadwal karantina bentrok dengan shooting film layar lebar, akhirnya ia mengundurkan diri.

Adhitya Putri membacakan nominasi film pendek by Riza Firli




Acha Septriasa (Gadis Sampul 2004)

Setelah gagal menjadi finalis di tahun 2003, Acha mencoba peruntungan kembali di tahun 2004 dan berhasil masuk menjadi finalis Gadis Sampul. Saat malam Gadis Sampul, Acha menunjukan bakatnya dengan bermain drum.

Bakat seninya, sejak kecil memang sudah terlihat seperti menjadi model di majalah Ayah Bunda, juara lomba puisi tingkat nasional, bahkan setiap acara sekolah ia selalu tampil.

via: lautan indonesia
Pertama kali perform band di sekolah bersama Acha, saya inget banget waktu itu kita kelas 6SD. Dan akan tampil di pentas seni sekolah, dimana awal terbentuknya grup tersebut sedikit drama.

Karena pihak panitia (salah satu orang tua murid) kurang setuju dan kurang percaya, kalau kelas kita akan menampilkan band. Sebab biasanya Acha hanya membaca puisi.

Sebagai pentolan band, Acha pun merasa sedih hingga air matanya tak terbendung. Sebagai anak kecil, teman-teman di kelas pun merasa kecewa dengan pihak panitia karena seperti di remehkan.

Setelah mamah Acha turun tangan dan berbicara pada ketua panitia. Akhirnya beberapa anak band dipanggil untuk menyanyi dengan diiringi keyboard oleh pemain keyboard yang disediakan panitia. Setelah test tersebut, akhirnya kami pun diperbolehkan menampilkan band pada pentas seni nanti.

Akhirnya, kami pun tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut dan ingin menampilkan yang terbaik. Kita cukup sering latihan sepulang sekolah, bahkan pernah latihan di sekolah pada malam hari dan mamah papah Acha lah yang membawakan semua peralatan band dari rumahnya.

Saya juga masih ingat para anggotanya terdiri dari Acha (drum) Eki (bass) Riyan (gitar) Andhini (keyboard) Prita Raska (vocal 1) Fara (Vocal 2) dan saya sama Kiki (backing vocal). Kami membawakan 2 lagu yaitu Bila Kau Tak Di Sampingku dari Sheila on 7 dan Dua Sejoli dari Dewa 19.

Acha Septriasa by Riza Firli

Melihat bakat seni Acha dari zaman  sekolah. Rasanya saya gak heran, bila karier Acha di industri entertainment sangat melesat. Nama Acha melesat ketika disandingkan dengan Irwansyah pada film keduanya "Heart".

Bahkan, original soundtrack film Heart berhasil mendapatkan penghargaan dobel platinum di Indonesia dan juga Malaysia.


Acha Septriasa 90 unggulan Gadsam 2003 (semi finalis)


Tities Sapoetra -Top Guest 97
Tities Sapoetra by Riza Firli

Sebelum menjadi seorang designer,  Tities dikenal sebagai pelakon pada acara extravaganza ABG. Kariernya semakin melesat setelah bermain film Hantu Banku Kosong bersama Adhitya Putri.

Lama vacum di industri hiburan, Tities saat ini fokus menjadi seorang designer dan selalu produktif menggelar fashion show seperti di JFW,  Fashion Nation, Men Fashion Week dan baru-baru ini pada 28 September 2018 lalu, ia menampilkan karyanya di  Paris Fashion Show Spring Summer 2019.

Selain menjadi desiger, Tities juga masih aktif di dunia entertaint dengan menaungi beberapa artis dibawah managementnya seperti Wendy Wilson, Gege Elisa, Shareefa Daanish, Mona Sahahab dan lain-lain.

Tities Sapoetra & Jian Batari (Kawanku 2005), Wita Juwita (Wajah Femina 2013)


Bunga Cempaka Savira - Top Guest 2004 Fav. Pembaca

zaman cabut kuliah nongkrong di cafe :)
di foto menggunakan webcam 

Bunga merupakan pemenang favorit dari Top Guest Aneka yess. Dari situ, kariernya di industri film terbuka lebar dan ia pernah bermain di 2 film yang sempat tayang di bioskop yaitu Genderuwo The Movie dan film bergenre remaja "Puber" (sebagai Lenny) bersama artis Riyana Dea dan Andhika Gumilang.

Selain itu, Ka Bunga juga sempat bermain lagi dalam project film dan berbagai pemotretan ditengah-tengah kuliahnya. Tapi sayang kariernya di dunia entetrtaintment tidak dilanjutkan, setelah lulus kuliah ia sempat berkarier menjadi pramugari hingga akhirnya menikah dan tinggal di Malaysia.

Sevelline (Top guest Aneka), Bunga, Alm. Lillo Akbar (Mojang Jejaka) dan Vhiea
by: Riza Firli

duo surip (Bunga & Vita)
- at Kempinski private residence


Wita Juwita - Wajah Femina 2013
Jianbatari Anwar dan Wita Juwita foto by Riza Firli

Juwita Rahmawati Pemenang I Wajah Femina 2013
foto: Riza Firli

Juwita Rahmawati (Wita) lulusan magister ilmu Komunikasi LSPR ini sudah lama menggeluti dunia model. Beberapa pemilihan model yang pernah ia ikuti seperti  Look Model Hunt 2004,  Remaja Ceria (2005) Gading Model Search (2006), dan ia menjadi pemenang Wajah Femina 2013 dan terpilih sebagai icon pertama Jakarta Fashion Week.

 Awal perkenalan dan bisa menjalin persahabatan dengan Wita juga terbilang unik. Dan itu memberikan kesan tersendiri bagi saya.  (kamu bisa membaca ceritanya secara terpisah disini)

via: twitter


Jessica Eveline (Wajah Femina Fav. 2013 dan Gadis Sampul 2007)
via: Twitter
Nah, ini juga salah satu model favorit saya bernama Jessica Eveline (Jessica). Selain memiliki kepribadian yang baik dan ramah pada setiap orang. Jessica juga memiliki jam terbang yang sangat diperhitungkan di dunia modeling.

Dirinya pernah menjadi Runner-up 4  sekaligus mendapatkan gelar Miss Model of Asia di ajang Miss Model of The World (2014) dan pada Desember 2016, Jessica juga menjuarai Fashion Asia Awards sebagai Asian Top Fashion Female Model of The Year di Chongqing China.

Selain sudah sering tampil di berbagai acara fashion show besar di tanah air. Jessica juga pernah  show di Vancouver Fashion Week 2016 dan 2018.

Jessica Eveline by Riza Firli
Jessica Eveline &Wita + Iko Bustomi by Riza Firli
dapat suprise bday dari Jessica :)


Gadis Sampul Unggulan Surabaya 2007 


Revi Mariska(Top Guest 99)
Revi Mariska dan Sevelline (Top Guest) 
Kenal Revi Mariska, sebenarnya sudah lama banget sekitar 2008-2009 saat sering kumpul-kumpul sama teman-teman saya. Awalnya, saya gak tau kalau dia itu artis. Cuma wajahnya kok familiar?

Gara-gara pas abis foto-foto dan gak sengaja ngeliat foto di hp nya dan saya bertanya "Kok, itu wallpaper fotonya, mirip sinetron yang ada di Indosiar sih"? Ya, ia ini dia Revi.

Setelah beberapa kali ketemu, Revi pun sempat menghilang dan kita gak pernah ketemu lagi hingga akhir-akhir 2016. Setelah heboh dengan video-video gila Revi Mariska.

Revi & Sevelline at Potato Head Pacific Place by Riza Firli

Lalu, sebenarnya apakah Revi sudah gila?

Sebenarnya kalau gila, mungkin udah dari dulu kali yah orangnya gila-gilaan. Cuma bedanya, kalau dulu belum ada haters di social media. Dan sejak ada instagram, Revi sering menanggapi omongan netijen sehingga akhirnya dia kelepasan aja bikin video-video yang menyatakan kalau dirinya gila.

Kalau menurut saya sih, dia lebih ke stress aja kali waktu itu dan dibawah tekanan jadinya gak kontrol.

Untuk gila beneran sih, rasanya enggak. Karena kalau ngomong ya normal aja. Tapi kadang, ya emang orangnya ceplas-ceplos dan kadang-kadang emang suka lemot dan suka bilang "ih gue takut ih kalau tiba-tiba gila. wkkkk kocak!
via: Instagram

Revi Mariska cover girl Aneka Yess bersama Titi Kamal via: instagram


Putri Dian Mayasari (Bintang Pantene 2007)

Dahulu selain pemilihan model majalah, biasanya para brand juga suka mengadakan pemilihan untuk produknya. Salah satunya shampoo Pantene. Pantene pernah mencari bintang bersama Siti Nurhaliza dan setelah itu bersama penyanyi Anggun dan acaranya ditayangkan di Trans TV.

via : Oktavita

Pemilihan model majalah mungkin suatu saat tinggal cerita Pemilihan model majalah mungkin suatu saat tinggal cerita Reviewed by Riza Firli on October 22, 2018 Rating: 5

37 comments:

  1. Iya, media massa cetak sedang senjakala karena kurang laku atau malah tak laku sama sekali, jadinya gultik alias gulung tikar. Zaman telah berubah, jadi ingat artikel di majalah "Intisari: lawas tentang akan datang suatu masa koran yang tak butuh kertas lagi. Dan ternyata koran yang sekarang itu berupa portal berita daring. Mau bagaimana lagi.
    Saya sebagai generasi X yang ngerasain asyiknya bersentuhan dengan majalah berikut soal pemilihan model sampul, sangat menyayangkan bahwa tiada lagi ajang demikian. Sekarang mungkin ajangnya dalam versi lain, yang diadakan stasiun TV.
    Mungkin jika anak saya remaja atau dewasa sudah tak kenal lagi bentuk majalah cetak. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. ia sedih mba dah pada tutup majalah remaja cetak.. pemilihan model padahal pintu gerbang banyak orang untuk menjadi superstar atau berkarier di industri hiburan

      Delete
  2. Sayang ya kalau ajang sekeren ini tiba2 hrs ditiadakan lagi....

    ReplyDelete
    Replies
    1. ia karena banyak majalah dan majalah remaja sekarang byk yang udah gulung tikar atau tutup media cetaknya ganti ke online dan atau ganti namana dan konsep contoh kawanku ya jadi cewekbanget.id Hai jadi grid.id
      kalo aneka yess tutup gk ada platform digitalnya sayang bgt.. sekarang berarti majalah yg ada pemilihan modelnya bs keitung jari dan mereka mungkin lagi berjuang ditengah gempuran online dan digital

      Delete
  3. iya sayang, ya! sekarang banyak sekali majalah2 yang "gulung tikar". klo menurut Yopi, lebih suka jika ingin masuk/terjun di dunia entertain lewat majalah nggak tau kenapa bagi yopi seseuatu yang cetak itu lebih prestisius bagi yopi hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. ia ditengah gempuran digital dan online majalah banyak yg terseok dan berjuang untuk hidup,bahkan ada media cetak yg gaji karyawannya 10% dulu sisanya di tempo..sedih sih! :'(

      Delete
  4. Sekarang dunia sudah digital.. bahkan media juga sudah lebih memilih berada di platform digital , dan untuk model sendiri , bila sudah ada modal goodlooking lalu cukup terkenal di sosial media maka akan menjadi model yang terkenal atau setidaknya bisa bekerja sama dengan agensi besar..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ia jd influencer aja deh mending hahaa kerjasaama sama agency or brand langsung 👍🏻

      Delete
  5. Jadi ingat zaman abege ketika beli majalah buat lihat model covernya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ia..:) karena cuma pingin liat siapa finalisnya

      Delete
    2. Aih temenya Riza keren keren deh.Kalo dulu kan yang juara di lomba-bomba gitu atau yang bisa ngetop di dunia entertain cuma anak anak dari Jakarta dan sekitarnya.Sekarang dengan kemajyan IT anak dari desa pulau Serui (Papua) bisa eksis juga

      Delete
    3. Rata rata dulu klo di majalah ia kota2 besar..tp klo puteri Indonesia sampe kok ke Papua malah aku ada kenal Angel Jawiraka dia Puteri Indonesia asal Papua 2007 dan 2013 pernah menang kontes kecantikan se asia tenggara..

      Delete
  6. Mantab Jaya Riza, keceee Satu sekolah sama seleb2nya euy, bisa foto bareng sangat dekat pula, dulu aku ngikutin majalah semacam kawanku, gadis, dll, seneng aja pas ngebelinya, dapet info baru, iya kalau sekarang Sudah jarang yg beli majalah Karena semua Sudah terpampang nyata di media sosial, anak zaman now ngerti kawanku sama gadis gak ya hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ia apa lagi sejak ada instagram ya lebih dekat dengan seleb tanpa perlu baca liat aja ig stories nya.. hahaha..

      Anak zaman sekarang mungkin gadis masih.. kawanku yg udah bubar..hahaaa

      Delete
  7. Postingan ini membangkitkan kenangan lamaaaaaa saat masih SMP dan SMA ... masih seneng banget lihat foto pertama Vira Yanuar di majalah Aneka, masih ingat banget jatuh cinta sama Iwan Bagus ... huwaaaaa mamaaaa saya cinta diaaaa :D masih ingat dulu Bapak marah2 gegara langganan majalah remaja tapi banyakan iklannya qiqiqiqi. Pokoknya makasih. Setidaknya kalau majalah konvensional ini hilang peredarannya, kita pernah mengalami euforia jatuh cinta sama model idola dan pernah turut memilih coboy cogirl favorit :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ia Tuteh dulu klo di rumah sih kk aku yg langganan majalah jadi ya aku baca2 liat2..dulu paling seneng liat iklan hp di majalah or iklan ringtone n logo :D

      Delete
    2. Haahahahah iklan HP jadul itu ... *ngikik* Saya masih punya beberapa majalah Gadis Sampul, malah di bawah lemari. Sebagian sudah kepakai buat nge-craft / DIY karena warnawarni, sebagian masih di tempatnya entah kapan dipindah :D

      Delete
  8. huah kang keren ih sesekolah sama seleb2 mantul euy ! dulu iya ga ada medsos mereka para seleb diseleksi untuk jadi gadis sampul dan entertain jadi beneran mereka bertalenta sedang zaman now cuman upload video endebra yg ga ada isinya juga bisa booming ini sangat disayangkan menurut aku. makanya sedih semua majalah langganan aku tutup zaman now :(((

    ReplyDelete
    Replies
    1. ia kan bener, mereka di seleksi dan emang bener2 punya talenta lebih gk cuma sekedar cantik atau bs bikin video video kacangan di instagram or youtube yg langsung boom..

      Delete
  9. Rupanya, kamu artis toh hehehe!

    Memang benar, ikut miris dengan tumbangnya majalah maupun tabloid juga koran. Tapi arus zaman sangat cepat dan masyarakat Indonesia terbius dengannya. Sedikit beda dengan Korea kayaknya ya, mereka masih terlihat ada nyawa di versi cetak. Mungkin pengaruh penggemar yang militan dan mau membeli hardcopy sebagai bentuk dukungan. Bahkan, jika aktor atau artis, KPop terutama yang telah sangat populer, maka bisa ludes dalam hitungan menit.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha ia artis antagonis 😅😅

      Delete
  10. Ah, jadi inget dulu zaman sekolah juga senior saya juga banyak yang jadi finalis ajang kecantikan gitu. Dulu kalau denger, "Eh, kakak itu kan finalis GadSam / MoKa, lho!", pasti langsung kagum banget. Menurut saya bakalan sayang banget kalau ajang majalah seperti itu ditiadakan. Soalnya jebolan ajang-ajang itu kan memang diseleksi dan dilatih banget, karena sampai dikarantina. Makanya nggak heran banyak dari mereka yang kemudian sukses di dunia entertainment.

    Sekarang dunia entertainment isinya kebanyakan "anak kemarin sore", orang-orang yang tahu-tahu viral atau populer karena postingan di medsos atau YouTube. Bukannya merendahkan mereka yang berkarya lewat konten-konten berkualitas di internet. Tapi rasanya kalau untuk bertahan di dunia entertainment, nggak cukup sekadar punya influence yang besar (like what those selebgram have), tapi juga talenta dan skill untuk meng-entertain. Yang memang sudah di-train untuk itu, bukan yang sekadar mendadak tenar.

    Sayangnya lagi, media cetak juga tengah jatuh, ya. Anyway thanks for sharing!

    ReplyDelete
    Replies
    1. ia dulu tuh majalah cetak kayaknya ekslusive banget dan isinya itu lebih bagus dari online, tapi sekarang kebalikan :D , ia anak kemarin sore banyak yg viral karena bikin video2 bodoh aja jadi viral dan cepet banget ngetop tapi cepet jg kok tenggelam..

      kalau dulu seleksi ketat, yg berkualitas aja yang bisa menang dan akhirnya terkenal..karena prestasi bukan karena sensasi :)

      Delete
  11. hehehe, jadi ingat masa jadul.

    Tapi sebenarnya meskipun sekarang berganti jadi serba online, masih bisa kok adanya pemilihan wajah-wajah gadis sampul.
    Pintar-pintarnya aja berinovasi.

    Kalau menurut saya, satu hal yang bikin majalah cetak itu melemah, karena zamans ekarang artis sudah dengan mudah bisa dekat fans.
    Jadi udah ga ada greget nya lagi kayak zaman dulu.

    Orang2 males beli majalah, orang bisa pantengin medsos artis aja :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. ia seakrang gampang mau kepo juga bisa ke lambe turah yaa :D

      Delete
  12. Baca blog mas Riza jadi inget masa SMP-SMA, di mana majalah Gadis dan Kawanku jadi acuan tren terbaru. Soal pemilihan model Gadsam, saya pernah ikutan daftar dong, ahahaha. Jadi penasaran, apa kabar ya para finalis Gadsam yang cantik-cantik itu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kabarnya makin cetar kak anak2 gadsam ..pada famous karena berquality 😃😃

      Delete
  13. Sumpah tulisannya keren banget... Ini sih penulis profesional... soalnya tulisannya sangat bagus, runut, detail dan sistematis... Salam kenal ya, salam sukses.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih, profesional sih belum tapi paling gak membuat yg terbaik aja :)

      Delete
  14. Sempet sedih sih kak pas denger cerita percetakan sama penerbit pada banyak tutup semua karena peralihan ke digital.. apalagi majalah aneka yess majalah kesukaan saya dulu kak. Btw salam kenal yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. ia vika.. ia aneka yess tutup gk nyangka ya.. tergerus gitu aja..gk ada versi onlinenya.. padahal byk bintang dari sana

      Delete
  15. Keren banget mas tulisannya, jadi pengen bisa nulis juga nih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehee..makasih ya..ia ayo nulis :) saya jg masih terus belajar untuk menulis yg menarik

      Delete
  16. saya pengin banget ikut gadis sampul tapi sayang sudah gak bisa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang orang bisa jadi influencer dan terkenal lewat medsos kok :)

      Delete
  17. Aku dulu langganan Majalah Gadis sejak SMP loh. Duh zaman dulu keren banget ya kalau orang bisa jadi finalis Gadis Sampul, gimana jadi juaranya? Btw Kawanku juga aku suka beli. Sayang banget udah berganti zaman sekarang pada baca yang digital. Padahal kalo aku pribadi lebih senang membaca secara riil sambil benar2 pegang majalahnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wahh ia gadis sampul yg cuma finalisnya aja banyak yang jadi..
      ia kalau rill itu kesan ekslusif nya ada banget dibanding cuma digital :) saya jg masih ngerasa lebih enak baca buku cetak dibanding buku e-book

      Delete

Powered by Blogger.