Jangan takut 'Ngayal Babu', jika tak ingin hanya sekedar menjadi penonton di Jakarta Fashion Week



Jakarta Fashion Week (JFW) merupakan pekan mode tahunan yang diselenggarakan oleh Femina group  untuk memberikan referensi fashion di tahun mendatang. Dan event JFW telah diadakan sejak 2008.

Suatu hari di bulan Sepetember 2013Saya sedang berada di sebuah perpustakaan dan melihat majalah Femina/Gadis. Di majalah tersebut, terpampang logo JFW 2014 yang sedang melakukan campaign.

Tidak hanya di majalah sebenarnyasaya juga sering melihat  sticker-sticker / logo JFW bagi brand yang menjadi  official partner. Biasanya sering saya lihat logo tersebut menempel di pintu salon atau tempat-tempat makeup yang ada di mall.

Spontan, saat itu saya memotret logo JFW  yang ada di majalah dengan smartphone Android pertama yang saya miliki, sambil berkata dalam hati
 "Tuhan, suatu saat saya ingin datang ke JFW dan jika nanti saya datang kesana. Saya, gak ingin hanya jadi penonton saja"

Kemudian, saya memosting logo JFW yang sudah saya capture tersebut ke akun instagram.

Satu tahun berikutnya di JFW 2015 
(November 2014)

Penonton barisan depan adalah tamu VIP di JFW
Saya berkesempatan  datang ke JFW 2015. Sebab saya bekerja disebuah website (sharing agregator / media online) untuk anak muda millenial. Dan media tempat saya pernah bekerja dulu, menjadi media partner  JFW 2015.

Namun saat itu, saya hanya sekedar menemani teman yang sedang bertugas untuk memberikan invitation JFW ke pemenang kuis twitter. Setelah menyerahkan invitation tersebut, saya ikut menemani teman saya duduk di presscon area sdan kita sambil nge-cas hp sebelum nantinya menyaksikan fashion show.

Memberikan invitation JFW  kepada pemenang kuis twitter 
The Excecutive X ISIS (Andrea Risjad dan Amot Syamsuri Muda )
Model Kimy Jayanti & Kharisma Aura (saat itu 16 Tahun)
8 Indonesia  A-list desainer
Waktu itu, saya menonton fashion show persembahan Senayan City yang diikuti oleh delapan designer seperti Ardistia New York, Barli Asmara, Deden Siswanto, ISIS, Mel Ahyar, Spous by Priyo Oktaviano, Sapto Djokokartiko, dan Signature Major Minor.

Di sesi terakhir, sebelum closing. Saya melihat ada salah satu model yang menurut saya jalannya oke banget.

Dia sangat berkarakter dan rasanya menurut feeling saya dia memiliki  aura bintang. Pokoknya, Dimata saya ini model cukup unik diantara model-model lainnya yang memperagakan busana saat itu.


Oh ya, saat saya menonnton show tersebut. Saya duduk di kursi baris ke-3 atau ke-4 (agak jauh dari runway). Sang model pun jalannya begitu cepat, membuat saya sulit untuk menangkap moment tersebut.

Akhirnya, saya memutuskan untuk record video menggunakan smartphone agar jauh lebih mudah.

saat akan me-record video 



Dalam hati saat merekam saya berkata
"itu modelnya siapa sih? Pingin deh, ya Tuhan suatu saat bisa fotoin dia exclusive gak susah-susah kayak gini".

Tapi entah kapan dan dimana *saya mah suka ngayal-ngayal babu aja dulu.

Usai menonton fashion show, Saya pun memandangi video si-model yang telah saya rekam.
Lalu, saya upload aja ke instagram tanpa saya edit.

Soalnya waktu itu, di IG belum ada menu rotate untuk video dan kita kayaknya harus menggunakan apps tambahan.  Jadi, dari pada ribet mending upload  langsung.

Menonton Show Yasra 
Setelah menonton show persembahan Senayan City dari 8 designer. Membuat saya ketagihan untuk menonton fashion show selanjutnya. Karena waktu itu masih sore, dan kalau pulang juga masih macet. Jadi saya dan teman saya memutuskan untuk menonton fashion show berikutnya.

Show berikut adalah baju muslim kebaya dari Yasra Hayati. Dan kali ini saya gak mau lagi duduk terlalu jauh biar bisa kelihatan dan memiliki kesempatan untuk menangkap momen lebih jelas.

Walau saat itu, duduk di baris ke-dua/ketiga. Sebenernya, bangku penonton bukanlah tempat untuk mendapatkan hasil foto yang bagus atau sesuai.

Tapi ya udah lah ya, karena saya memang tidak mendaftar khusus untuk jadi FG, hanya untuk jadi penonton saja.


Sore itu, saya sangat terpukau dengan baju kebaya muslim modern yang dirancang oleh Yasra.  Apalagi saat kebaya tersebut, dibawakan oleh Whulandary Herman dan istri Tengku Zacky, Imira Usmanova yang orang Uzbekistan. Rasanya manis banget, koleksi baju-baju kebaya muslim modern ini.

Dan saya langsung bilang sama teman saya, "besok yang show kebaya ini, gue aja deh yang nulis ya".
Besoknya, saya pun menulis dengan gaya dan sudut pandang saya saja. Ditambah, sedikit bahan dari press realese yang seadanya (kurang lengkap).

Tapi utungnya, era digital membuat saya mudah mendapatkan informasi banyak dan saya juga bisa melihat akun dari instagram si-designer.



Beberapa hari setelah tulisan dan foto-foto saya tayang. Ternyata, foto saya juga digunakan oleh designer tersebut di akun instagramnya. Bahkan, 4 foto saya di runway JFW gunakan di official website Yasra Studio.

Rasanya saya seneng banget gak nyangka!

Designernya bisa mau pakai foto-foto saya dan dari situlah saya mulai percaya diri kalau hasil foto yang bagus bukan karena alat tetapi yang terpenting adalah orang dibalik kamera harus memilikiskill, feeling atau intuisi yang bagus ketika memotret atau menangkap sebuah momen.

Sebab banyak fotografer profesional yang sudah memiliki jam terbang tinggi disana. Tapi, kenapa si desingernya mau memasang foto dari orang yang baru pertama kali datang ke JFW? Bahkan cuma mem-foto dari bangku penonton?

Oh, ya setelah itu di tahun 2015. Saat teman saya Ka Bunga Cempaka menikah. Ternyata ia juga menggunakan rancangan kebaya dari Yasra dan sampe sekarang profile picture-nyadi instagram masih menggunakan kebaya cantik tersebut.


Icon Jakarta Fashion Week



 Wita Juwita di sebelah kiri Itang Yunaz, Koleksi menyambut Ramadan 2015


Witha untuk koleksi Lebaran 2015, Batik Sadhana by Tities Sapoetra

Wita Juwita (Face of Jakarta Fashion Week 2017)

Hampir setahun dari eforia JFW 2015. Saat Ramadan 2015, saya bertemu dengan kawan lama saya yang menjadi designer yaitu Tities Sapoetra. Saat itu, ia juga sedang mau mengeluarkan koleksi outer batik untuk lebaran.

Akhirnya, saya pun diajak juga untuk foto. Sekaligus, saya mau mengulas profile Tities Sapoetra karena Tities sudah cukup lama menghilang alias vakum dari industri hiburan yang telah membesarkan namanya tersebut.

Waktu itu, saya menulis profile tities sapoetra di dua media dan salah satunya adalah website media edukasi untuk anak muda yang dimiliki oleh Bank Swasta terbesar di Indonesia. Dimana kemudian, Bank tersebut juga meyebarkannya ke beberapa media online sebagai bentuk artikel advetorial.

Singkat cerita, Di campaign Tities waktu itu ada salah satu model dan setelah sesi pemotretan selesai saya baru ngobrol-ngobrol dengannya lebih lanjut.

Ternyata, si model ini bernama Wita yang merupakan pemenang Wajah Femina 2013 dan dia juga satu angkatan sama teman saya yang juga wajah femina.

Wah dunia sempit banget pokoknya!

Setelah kita sering contact-contact, saling berteman di berbagai platform social media (path/ig/fb), sering ketemu di acara-acara fashion dan bahkan kita juga pernah hangout bareng.

Saya pun masih enggak ngeh. Ternyata, Wita ini adalah sang model misterius yang sempat saya videoin waktu pertama kali saya datang ke JFW 2015.

Saya baru nyadarnya awal-awal 2016, setelah scroll-scroll time line di instagram saya. Ya, ampun telat banget.

Setelah menyadri hal tersebut, tak terasa  JFW  memasuki tahun ke-10  dan Wita terpilih menjadi face of JFW  selama dua periode. Tugas yang diberikan untuk seorang brand ambassador JFW cukup banyak. Salah satunya mengikuti road show dan menjadi juri pada pemilihan JFW model search di berbagai kota.

Jika saya flashback, rasanya kayak gak nyangka aja gitu. Dari cuma foto logo JFW, setahun kemudian bisa datang ke JFW dan disana saya tak hanya sekedar menjadi penonton tapi bisa memotret dan menulis tentang fashion. Kemudian, karya saya pun mendapatkan banyak apresiasi (digunakan dimana-mana) dan semoga itu menjadi berkat untuk orang lain.

Oh ya, profile Tities Sapoetra yang saya tulis. Baru-baru ini saya juga iseng-iseng nge-search di google. Ternyata tulisan saya digunakan juga untuk profile designer di situs JFW.  *terharu

Plus lainnya, saya pun bisa menjalin persahabatan dengan model x  yang awalnya tidak saya ketahui dan kenal.  Keinginan saya untuk memotret model x tersebut secara exclusive pun sudah terwujud pada Ramadan 2015 tapi bodohnya saya baru ngeh itu semua di awal-awal  tahun 2016.

Feeling saya pun akhirnya juga terjawab. Kalau model x (Wita Juwita) yang dulu saya record itu adalah model yang unik, punya potensi lebih dan memiliki aura bintang. Selain pernah di daulat menjadi icon JFW lulusan magister ilmu komunikasi ini pernah mendapatkan penghargaan Indonesia Model Star 2017 di Asia Model Festival (Korea).

hangout bersama
Oke, itulah pengalaman saya dengan Jakarta Fashion Week. Pesan saya:
Jangan takut untuk "ngayal-ngayal babu", karena siapa tahu? Keinginan kamu suatu hari bisa terwujud. Sebab, di setiap  hal yang sedang saya kerjakan. Saya menaruh  pikiran, hati/feel, pengharapan serta doa.
Sehingga hasilnya jauh lebih maksimal melebihi  espektasi kita. Bahkan mungkin, kita bisa menjadi saluran berkat untuk orang lain.
Jangan takut 'Ngayal Babu', jika tak ingin hanya sekedar menjadi penonton di Jakarta Fashion Week Jangan takut 'Ngayal Babu', jika tak ingin hanya sekedar menjadi penonton di Jakarta Fashion Week Reviewed by Riza Firli on October 02, 2018 Rating: 5

16 comments:

  1. Jujur gue gak begitu tertarik Dengan fashion show gini. Tapi pengen sih sekali-sekali nonton gini sekalian motret. Cuma sayangnya fashion show gini cuma ada di ibukota Jakarta saja hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya buat pengalaman aja, kan mengapresiasi sebuah art. dan nonton juga gak ada salahnya karena pengetahuan dan wawasan kita jadi lebih terbuka ttg ide-ide creative. Selain di ibukota ada juga fashion show di jember, surabaya, bali, makassar bahkan pernah waktu itu teman fashion show di pelosok pantai di nusa tenggara

      Delete
  2. Wah.. Keren kak Rizal pengalamannya..luar biasa, banyak belajar nih yopi sama dirimu

    ReplyDelete
    Replies
    1. ia yopi.. hii selamat jg ya udah jadi blogger JFW.. selamat berkreasi dan memajukan industri fashion..

      Delete
  3. Setuju banget, jangan takut ngayal, karena kita gak tau kalau tiba-tiba ada malaikat yang mencatat hayalan kita dan mengamininnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe ia mba rey..harus berani ngayal ya kita mba.. :)Amin

      Delete
  4. Oh, mas Riza kerjanya di sebuah website, ya ?.
    Selamat ya hasil bidikan kamera mas Riza akgirnya terpilih di website desainer.
    Terus berkreasi, mas.
    Good job.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ia dulu.. di media online gitu lah.. tp sekarang aku jd freelancer n pebisnis online aja :) ahh km gk ngikutin blog aku nih yg kmrn ttg freelancer :p

      Delete
  5. Tuhan, jadi pengen nonton langsung. Baidewei, ajarin foto donk :D qqiiqiqiq...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hii Tuteh.. aduh aku klo ngajarin gmn ya blm bisaa sih..aku pun masih belajar belajar
      cuma nanti aku bakal bikin review ttg cara gmn memotret aja kali ya lebih ke sharing..

      Delete
  6. halo mas Riza salam kenal. maap baru sempet mampir. Seru banget ya pengalaman meliputnya dijadikan story yang mengalir. Btw mas Riza pake kamera apa? tajem banget hasilnya, kece

    ReplyDelete
    Replies
    1. hallo.. salam kenal juga , ia gpp..
      untuk kamera saat liputan dan pemotretan wita saya pakai kamera mirrorless samsung nx300

      Delete
  7. Awesomeee
    Sama juga ku cuma baca di majalah

    Dan nggak nyangka tahun lalu bisa berkesempatan duduk di front row salah satu show (walaupun bukan yang karya desaigner pro) T.T Ketemu dua dari beberapa fashion influencer idola ku jugaa, Tysna Saputra dan Lucky Oetamaaaaa (di fashion blog ku pernah share, www.darkjacket.com hahaha) #Sekalianpromo

    Indeed, ngga boleh takut ngayal
    Awesome post mas Rizaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. ia aku pernah ketemu pas di men fashion week plaza indonesia spongebob yg tities sapoetra x nickelodeon thn lalu.. dan yg show jg banyak yg dari influencer kayak anaz siantar n jovi

      Delete
  8. kirain ngayal babu-nya pengen nyobain one of high fashion gitu mas, ternyata pengen motret.
    Nah, kalau saya justru pengen nyobain satu designnya yasra hayati, cakep abis.
    Yang outer batiknya Tities Sapoetra bikin penasaran

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha ia lidh..:) ia yasra hayati bagus2 kebaya muslimah nyaa

      Delete

Powered by Blogger.