Thursday, 7 February 2013

Tips menjaga mood saat macet

macet di jalan pancoran tugu


Mungkin Jakarta sudah identik dengan kemacetan. Kemacetan entah  terjadi dikarenakan arus kendaraan yang begitu padat atau jakarta yang sudah semakin sesak

Menunggu kemacetan dijalan buatku itu sudah biasa. Namun bagi sebagian orang kemacetan tentu saja selain membosankan banyak hal yang merugikan. Akan tetapi buat saya kemacetan itu adalah sebuah seni kesabaran, sebuah penantian dan perjuangan dalam menerjang jalanan ibukota.

Macet dijalan tidak seberapa menurutku dibanding dengan macetnya antrian di halte Trans Jakarta. Karena di halte Trans Jakarta menurutku  lebih penuh sesak macetnya.  Mungkin untuk menggambarkannya  kamu bisa bayangkan kamu sedang antri panjang menunggu sembako dibagikan.

Jika kamu sedang berada di dalamnya kamu akan merasakan kemacetan manusia yang stuck dihalte yang kecil namun harus menampung padatnya manusia.Ditambah kamu akan  merasa lebih kesal karena bus tak kunjung datang.

Menurutku macet di jalan adalah sebuah seni, dimana kesabaran kita dituntut lebih extra. Sebenarnya banyak hal yang dapat dilakukan saat kita terjebak  baik itu terjebak di kemacetan jalan  atau  kendaraan maupun sedang terjebak  di dalam antrian.

Misalnya di dalam antrian dan disela sela kemacetan saya dapat menggunakan waktu saya yang terbuang tersebut dengan membaca buku, menuliskan inspirasi, atau sekedar chating dan browsing.

Banyak waktu yang saya gunakan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat ketimbang bosan mematung. Serta bersungut-sungut yang sebenarnya itu hanya akan membuat hati kita lebih lelah dari fisik kita sendiri.

Out of the box kan pikiran anda, saat berada di kemacetan Jakarta. Bukalah hati anda dan pergilah ke tempat-tempat yang bisa anda pikirkan. Mainkan imajinasi anda dengan memusatkan pikiran anda ke dunia lain masuklah dalam imajinasi dan dunia anda. 

Jika anda senang menulis,  tulislah inspirasi atau imajinasi anda tersebut.  Atau hal apapun yang  bisa anda  catat di catatan anda.

11 comments:

  1. ya sih, setiap waktu itukan ada harganya, jadi tergantung kita aja mau menghargainya gimana.
    hhmm tapi untunglah disini gak kayak di Jakarta. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. ia beruntung ya...gk macet kayak jakarta

      Delete
  2. Klo nyetir smbil nulis, bhaya x, bang..... -_____-

    ReplyDelete
    Replies
    1. ia kan ini konteksnya saya .. naik busway :)

      Delete
  3. gua malah lebih suka berimajinasi kalo kena macet, soalnya kalo dibawa kesel macet itu bakal terasa lama bangetttt

    ReplyDelete
  4. keren2...enakan nulis
    ehehe..lumayan...dirumha juga gak punya waktu nulis

    ReplyDelete
  5. makanya,aku mikir banget kalo mau hidup di jakarta. nggak kuat sama macetnya. buang-buang waktu

    ReplyDelete
  6. hmm pernah sih nulis manual
    di jalan tapi males juga ketik ulang

    ReplyDelete