Tuesday, 2 October 2012

Negeri 5 Menara

Judul : Negeri 5 Menara
Penulis : A Fuadi
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 416 halaman









Buku ini menceritakan kisah seorang anak laki-laki dari minangkabau bernama alif yang mengejar cita-citanya agar bisa sekolah di SMA. Namun ibunya menyuruh Alif sekolah agama karena agar kelak ibunya berharap ia bisa menjadi pemimpin dan menyebarkan ajaran agama Islam di kampungnya serta dapat menegakan amar ma'ruf nahi munkar.

Ia pun akhirnya menanggalkan keinginannya untuk bersekolah disekolah umum, non agama. Yakni  sekolah SMA. Sekolah yang sangat ia inginkan untuk mengejar cita-citanya seperti pak Buya Hamka atau Bpk. BJ Habibi yang dapat menciptakan pesawat.

Setelah mengalah dan menuruti kemauan orang tuanya terutama sang Ibu, untuk bersekolah agama akhirnya Alif mendapatkan usulan dari sang pamannya untuk bersekolah di  salah satu pondok pesantren di Jawa Timur yakni di Pondok Madani atau sering di sebut PM. Pergi lah akhirnya Alif belajar ilmu agama di PM.

selama ini pandangan kita tentang pondok pesantren adalah tempat dimana orang-orang dibuang, tempat dimana anak-anak nakal di buang oleh orang tuanya agar suatu hari kelak kenakalannya tersebut akan berubah menjadi kebaikan setelah dimasuki pondok pesantren.

Sungguh ironis memang pandangan orang-orang mengenai pesantren kala itu bahkan hingga saat ini. Pesantren dijadikan bengkel tempat memperbaiki akhlak anak-anak yang cacat atau sebagai sekolah alternatif terakhir bagi anak mereka yang nilainya pas-pasan.

Padahal pada kenyataannya pesantren tidaklah seperti itu, bahkan pondok pesantren madani di Jawa Timur adalah sebuah pesantren yang mempunyai mutu pendidikan yang sangat baik. Dari cara belajar dan mengajarnya. Pesantren ini memiliki 3 bahasa yakni bahasa Indonesia yang hanya boleh di gunakan dalam waktu adaptasi siswa baru. Dan selanjutnya bahasa yang digunakan diwajibkan menggunakan bahasa Arab dan Inggris. 

Kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung bakat dan minat anakpun ada semua disini mulai dari kesenian, teather hingga musik. Pesantren ini juga menerapkan disiplin yang sangat tinggi dan membentuk karakter, jiwa kepemimpinan sehingga selama 4 tahun setelah keluar dari PM siswa diharapkan dapat terjun kemasyarakat untuk menyebarkan ajaran agama Islam. Tidak ada ijazah disini namun ada ada ujian kesetaraan yang dapat diambil sehingga siswa dapat melanjutkan ke keperguruan tinggi.


Komentar saya mengenai buku Negeri 5 Menara:
Buku ini merupakan buku yang cukup bagus karena memiliki nilai-nilai pendidikan dan ke agamaan yang dikemas dengan cerita yang begitu menarik di dalamnya. Yakni  cerita mengenai kehidupan di pondok pesantren yang selama ini pesantren hanya identik hanya belajar agama, memakai peci dan sarung. 

Dalam buku ini juga banyak menceritakan kegiatan dan kehidupan yang ada di Pondok pesantren dan hal-hal lainnya yang selama ini tidak kita ketahui. Banyak pembelajaran yang dapat kita petik dari novel trilogi karya Ahmad Fuadi ini.

kekurangan dari buku negeri 5 menara:
kalau menurut saya pribadi kekurangan buku ini adalah tidak adanya konflik yang terlalu menggugah hati saya atau mungkin juga karena konfliknya terlalu datar dan tidak adanya cerita cinta anak muda di dalamnya. 

Misalnya jika saya bandingkan seperti saat saya membaca buku novel trilogi karangan Andrea Hirata : Laskar pelangi, sang pemimpi dan endesor buku tersebut mempunyai konflik, gaya bahasa dan pendeliveran cerita yang baik kepada pembaca. Sehingga membuat saya selalu pensaran dan tidak ingin menutup buku tersebut sebelum tahu akhir cerita pada setiap babnya.

Buku Negeri 5 menara ini  menurut saya pribadi tidak mempunyai stoping power yang kuat sehingga tidak terlalu menghipnotis saya untuk memberikan rasa penasaran yang besar agar tidak menutup buku ini saat membaca di setiap babnya.

Bahkan buku ini buku yang terlama saya selesaikan, karena sebanyak 416 halaman memakan waktu menyelesaikannya hingga 5 hari. Padahal buku biografi stevejobs yang sebelumnya saya baca lebih tebal dari buku ini, yakni sebanyak 728 halaman. Dan ukuran bukunya juga lebih besar bisa saya selesaikan hingga malam ke 5 dan keesokan paginya di hari ke 6 sudah saya tuntaskan.



Salam membaca
banyak membaca banyak tahu

No comments:

Post a Comment