Wednesday, 30 May 2012

Negeri Tanpa perasaan *Bunuh Diri Masal 2008

Judul : Negeri Tanpa perasaan (*pernah terbit dengan judul Bunuh Diri Masal 2008)
Pengarang : Alanda Kariza dan  Fajar Nugros
Cetakan : ke-1 April 2011
Penerbit : Ufuk Press
tebal : 186 hal






Dalam cerita di dalam buku Negeri Tanpa Perasaan (Bunuh Diri Masal) ada 3 center tokoh yang diceritakan di dalamnya namun tidak ada nama jelas yaitu :
1. si penggagas dan sekaligus si ketua bunuh diri masal (entah namanya siapa)
2. si susy similikiti sekertaris dari si ketua bunuh diri masal
3. anak magang yang di anggap anak bawang yang ke duanya (susy maupun anak magang) yang mengurusi dan menjadi panitia dalam acara bunuh diri masal

buku ini hanya menggunakan kata aku, aku dan aku seolah membuat ini adalah nyata, ya awalnya apa apan ini pikir saya bunuh diri, dia yang pingin bunuh diri pakai ngajak-ngajak orang. Dan banyak alasan dari si pelamar bunuh diri masal apa yang melatar belakangi mereka untuk melakukan bunuh diri? Ternyata dari semua pelamar tak ada satupun yang ingin bunuh diri karena CINTA

Buku ini menurut saya maksudnya adalah bagus mempunyai pesan yang tersirat di dalamnya. Menyadarkan pejabat-pejabat dan petinggi-petinggi di negara kita ini. Negara Indonesia dimana semua apa-apa yang ada itu selalu dipermasalahkan di negara ini dan semua menjadi masalah contohnya mulai dari pengangguran, korupsi, pelanggaran ham, kemiskinan,  kelaparan dan sampai lumpur pun menjadi masalah di negeri ini (lumpur lapindo)

Memang sih awalnya saya kaget dengan cerita ini. Karena bunuh diri merupakan tindakan LOOSER, hal yang dibenci tuhan, hal yang dilarang Tuhan karena kita sebagai manusia harus berusaha dan mencari jalan keluar dari masalah bukan lari dan mengakhiri masalah dengan jalan pintas yaitu bunuh Diri

Buku ini juga tidak hanya ada satu cerita tetapi ada berbagai macam cerita yang dikemas dari para pelamar-pelamar bunuh diri masal akan cerita atau latar belakang mereka mengapa ingin berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Ya memang ini sindiran kepada pemerintah , ketika indonesia tidak nyaman lagi untuk di tempati, sudah tidak ada lagi hal yang baik. lebih baik mati saja kali ya :)) orang udah gak bisa ngapa-ngapain lagi hanya menerima saja. Misalnya macet  kita terima, korupsi kita terima, bbm naik ya kita terima ya semua kita hanya bisa menerima dengan lapang dada.

Kita sebagai manusia yang sadar akan kedamaiaan dan ingin menjadi lebih baik untuk negeri ini marilah kita sama-sama melakukan perubahan untuk bangsa ini.

Fajar nugros dan Alanda Kariza menurut saya memang sangat unik dan kreatif dalam mengarang buku ini sebagai gerakan penyadaran yang ditujukan oleh para pemuda bangsa ini, bahwa selalu ada harapan dari semua krisis multi dimensi yang melanda bangsa ini, sekaligus sebagai kritik terhadap pemerintah, Dpr dan petinggi-petinggi di negara ini yang semestinya mereka tidak hanya memikirkan diri mereka sendiri tetapi harus peka dan peduli akan polemik yang terjadi di negeri ini.

No comments:

Post a Comment