Tuesday, 9 August 2011

Tanda Tangan kontrak

Hari ini saya di telepon lagi sama Inaben. Sebuah perusahaan outsorsing karena pada hari jumat yang lalu saya tidak dapat hadir kesana untuk menandatangani kontrak PKWT. Dan Akhirnya siang ini saya ditelepon untuk hadir kesana dan ditunggu sampai jam 3 sore dan tidak lupa membawa ijazah dan materai tadinya sih disuruh cuma dua, terus tiga dan pada akhirnya disuruh bawa 4 materai yang saya beli di tempat foto kopian seharga tujuh ribu rupiah karena membeli empat menjadi dua puluh delapan ribu. (-_-)" cuma buat materai doang namanya juga materai pasti matreeeii (matre) harganya mahal banget. Sebenernya sih enggak mahal cuma kalau dibandingkan nge print di digital printing mungkin segitu bisa dapat ukuran a3 yah dan ini cuma dapat sekecil-kecil gitu. kecil-kecil harganya mahal

Akhirnya sampai lah saya ke Inaben dengan naik busway siang itu turunnya di halte busway Sarinah Thamrin. Eh sesampainya di gedung Ibec saya naik ke lt. 3 dan disana bertemu satpam yang waktu itu. Satpamnya suka becanda gokil
Satpam : Siang mas
Saya: ia , pak saya mau ketemu mba Tia
satpam: sudah janji?
saya: ia pak tadi saya sudah di telepon suruh kesini. Mau tanda tangan
Satpam : oh mau tanda tangan kontrak yah,  sebentar ditunggu aja dulu sini ya. Namanya siapa Mas?
saya : riza
satpam: oh Mirza ,
saya: bukan Mirza mas tapi Riza Riza,
satpam : tinggalnya dimana mas?
Saya : di Tebet,  pak
satpam : oh deket yah tebet.
Saya : ia...
Satpam : naik apa kesini? bawa motor?
saya : enggak saya naik busway.

Lalu pak satpam tersebut memanggil mba Tia. ini ada mas mirza mau tanda tangan kontrak
hahh? bukan mas tapi Riza sahut mba nya. Akhirnya saya ketemu mba tia dan disuruh tunggu sebentar lalu di kasih foam untuk diisi.
Bodohnya saya saat mengisi foam Jamsostek ada kekeliruan. sebenernya sih siapa saja bisa salah
soalnya di foam tersebut ada tulisan nama depan, nama tengah dan nama belakang dan semuanya tulisan itu ada di bawah kotaknya otomatis saya nulis namanya-nama tersebut berdasarkan keterangan dibawah kotak jadi nulisnya diatas keterangan nama kotak tersebut. Tapi tau taunya saya keliru sampai di nama belakang memang ada bacaan nama belakang tapi di sampingya itu ada keterangan tempat lahir yang seharusnya Jakarta malah saya menulis nama belakang saya. (-_-)"

Oh ia saya juga lupa membawa foto dan mba tia nya juga tadi siang lupa ngingetin. Tapi padahal kemarin sih seinget-inget saya memang disuruh bawa foto. Tapi setelah saya korek-korek tempat pinsil saya. saya menemukan foto 2x3 yang selalu saya bawa namun sayang tinggal 1. Dan kurang 1 lagi. Yah udah akhirnya menyusul deh nanti.

Akhirnya sudah selesai semua saya menandatangani kontrak, dan tanda tangan pembuatan pembukaan buku tabungan BNI. Tapi kontrak kerja ini hanya untuk sementara karena masih belum tentu diterima. Karena yang menentukan nantinya adalah penilaiaan saat masa training. Barulah nanti saya dikontrak. Ketentuan kontrak biasa saja yang tidak boleh dan bisa kena pinalti hanyalah apabila kita berhenti tiba-tiba tanpa memberi tahu atau mengajukan resign 1 bulan sebelumnya. Yang lain-lain paling kena PHK tanpa pesangon dan mendapatkan apa-apa apabila selama training kita dinilai gagal kita langsung di cut. Dan kinerja kita akan di pantai 1-4 bulan pertama yang saya baca sih kalau kita tidak maksimal walau sudah di bimbing dll. tapi tidak mencapai target yah paling-paling di PHK atau di cut tanpa dapat uang ganti rugi atau pesangon. Jadi intinya selama kalau mau resign harus bilang 1 bulan sebelumnya atau dari jauh-jauh hari.

sepulangnya dari inaben saya naik busway menuju shelter busway Sarinah Thamrin. Selama dipejalanan saya naik busway jurusan yang ke Ragunan langsung kayaknya deh. Alhamdulillah yah.. saya jadi gak ngantri transit di Halte busway Semanggi yang jembatannya panjang banget. Dan sesampainya dirumah tepat pukul 5 sore.

Yah semoga lah training besok dapat membawa manfaat sebagai proses pembelajaran saya. Tapi saya tidak berharap banyak namun saya akan mencoba maksimal. Karena prinsip saya. Saya gak mau berharap banyak pada manusia nanti jatuh kecewa. 

so... jadi saya hanya berharap pada diri saya sendiri bukan kepada orang lain karena saya berdiri diatas kaki saya sendiri bukan di kaki orang lain. Saya tidak mau tergantung kepada sesama manusia tetapi sesama manusia harus bekerja sama dan memang saling membutuhkan. Yang paling utama saya hanya boleh berharap dan bergantung sama Allah swt. karena Tuhan adalah tujuan hidup seseorang yang sesungguhnya


_bersemangat_

No comments:

Post a Comment