Sunday, 17 April 2011

kena Sinus


Seminggu ini saya flu gak berhenti-berhenti akhirnya pas hari Sabtu saya ke Rs. mitra jatinegara sekarang namanya RS Premiere Jatinegara.
awalnya sih gejalanya cuma flu biasa dan flu nya udah kering gak meler yah udah lah yah gak usah ke Rumah Sakit tapi hal yang mengharuskan saya ke Rumah sakit adalah ketika jumat malam saya sakit pusing ditambah gigi saya ngerasa linu sakit-sakit nyeriii..! sampe saya lihat lihat gigi saya dan pegang-pegang memang agak sakit dan buat ngunyah juga agak sedikit gak enak.

Akhirnya pas malam hari untuk menghilangkan rasa nyeri sakit gigi dan sakit kepala akhirnya saya meminum Phroris ibuprofen (ini obat adek saya yang belum pernah diminum) untuk meringankan nyeri , pusing, dan sakit gigi bisa. Dan akhirnya saya pun dapat tidur nyenyak sampai akhirnya Sabtu (16/4/2011) pukul setengah tiga pagi saya terbangun dan disitulah saya ngerasa Pusing yang luar biasaaa hebatnya ditambah pipi dekat hidung dibawah mata jika ditekan agak sedikit sakit.

akhirnya saya meminum Phroris ibuprofen lagi dan akhirnya saya bisa tertidur hingga pagi jam 5 pagi dan bangun-bangun nyeri dan pusing yang terasa tidak senyeri pukul 3 pagi.

Pada pukul 8 pagi akhirnya saya siap-siap mandi rapih-rapih dan akhirnya saya memutuskan untuk ke Rs sendirian. Sesampainya disana saya mendaftar untuk ke Poli Gigi dan ke Poli Mata memang niat periksa mata karena pingin banget buat kaca mata baru karena kaca mata lama hilang sudah 2 minggu di rumah dan jika adapun kalau saya pakai kacamatanya membuat saya pusing.

Akhirnya saya kebagian no. urut 12 dengan Drg. Mariana sesampainya di dalam gigi saya diperiksa semua olehnya dan dia mengatakan Gigi saya baik-baik saja dan giginya bagus semua ini kata bu dokter. Lalu saya menceritakan keluhan saya ia dok tapi semalam gigi saya sakit dan pusing banget di tulang pipi bagian sini juga terasa sakit jika ditekan semalam. Akhirnya Drg Mariana merujuk saya ke Dr. Umum untuk lebih jelasnya diperiksa disana takutnya kamu kena sinus bisa jadi katanya sinus bisa juga sakit nyeri di Gigi.

Sehabis dari Poli Gigi saya pun pergi ke Poli mata untuk memeriksakan mines mata saya dan ternyata setelah diperiksa silinder saya turun 0,25 yang tadinya 0,50 . namun mines nya bertambah menjadi mines 2 dari 1,5 dan yang sebelah lagi naik 1,75 dari 1,5
berarti selama ini kaca mata yang saya kenakan terlalu tinggi silindernya makanya mata saya suka pusing jika lama pakai kacamata dan makanya juga saya males makenya ditambah sekarang kacamatanya ILANG ilangnya dirumah lagi kayaknya!!soalnya saya kalau pergi-pergi selalu pakai softlens dan terakhir inget saya pakai kacamata untuk baca dan itu emang dirumah!

Waktu dulu saya periksa mata di RS. Pertamina Pusat (2009) saat saya masih kuliah di Interstudi dan memang saya merasa aneh..! Karena pemeriksanya cuma gitu-gitu saja karena sebelumnya saya biasa periksa mata di Rs. Mitra/ optik. Saat periksa di Rs. Pertamina huruf-huruf yang disuruh baca yang dilayar itu sedikit banget dibanding saat saya periksa waktu di Rs. Mitra / optik melawai

Saat waktu itu periksa di Rs. Pertamina pengetesan dan pengkoreksian kaca matanya juga gak ditanya sedetail mungkin seperti :
ini pusing apa enggak? coba dipakai jalan, coba lihat ke lantai dll..itu gak di lakukan dan yang turun tangan waktu itu bukan dokternya langsung saat pengenyetelan kacamata tapi lebih banyak asisten dokternya yang lebih banyak berperan. Namun pas kemarin periksa di Rs Premier memang susternya yang turun tangan saat pemasangan lensa namun tetap ibu dokternya juga memantau dan turun tangan juga memberikan arahan, pengecekan, penyetelan kacamata dan banyak ditanya sama dokternya. Memang kata mamah saya kalau mau berobat kayak gigi , mata dan untuk hal-hal yang kayak gitu di Rs. Mitra alat-alatnya lebih baru dibanding di Rs. Pertamina. Atau bandingkan lagi hasil Optik dan Rs biasanya suka berbeda karena alat di optik lebih bagus dan alat-alatnya baru.

Setelah ke Polimata saya langsung ke Poli Umum dan menceritakan keluhan saya
seperti :
sakit gigi
pusing-pusing
memang lagi flu walau sudah agak membaik dan ini sudah seminggu
dibagian pipi dekat hidung dibawah mata agak sakit semalam

akhirnya dokter umum menyuruh saya ke dr. Radiologi untuk meronsen Sinus 2 posisi dan ronsen Paru-paru agar lebih pasti lagi baru setelah ronsen nanti saya disuruh kembali lagi
akhirnya turun kebawah ke gedung sebelah untuk mendaftar Ronsen setelah itu saya diberi gelang biru yang bertuliskan nama dan nomor untuk masuk ke ruang ronsen.

Setelah itu suster yang menjaga bilang hasilnya nanti kira-kira setengah jam lagi dan waktu itu juga sudah jam istirahat karena sudah jam 12an dan akhirnya sayapun pergi tinggal makan dan sholat dulu dan baru akhirnya saya balik lagi dan hasilnya sudah keluar. Setelah itu saya harus balik lagi ke Dr. umum untuk dapat penjelasan dari hasil tes ronsen tersebut. Namun Dr. Grace yang menjaga poli umum sudah habis jam prakteknya digantikan dengan Dr. Sri. Dari Dr. Sri saya mendapatkan penjelasan kalau hasil ronsen nya sebagai berikut:

sinus 2 posisi
hasilnya:
perselubungan pada sinus sphennoidalis, ethomidalis dan maxillaris kiri kanan
kesan: sinusitis ethmoidalis, sphenoidalis dan maxillaris duplex

thorax AP/PA
sinus dan diagfrafma normal
tak tampak infltrat pada paru
corakan paru besar
cardiothoracis ratio normal
Kesan : Bronkitis

Dan Dr. Sri berkata "ia ini kamu kena Sinus bener! terus dok ? ronsen yang paru-paru gimana? sepintas sih bagus ini coba kita lihat yah di lampu sebentar dan untuk paru-paru saya baik-baik saja dan untuk masalah kesan bronkitis?? setelah dilihat paru-paru saya ini gak apa-apa cuma alergi kayaknya makanya kamu batuk-batuk. Untuk masalah sinusnya gimana kalau kamu saya kirim ke Dr. THT untuk lebih jelasnya lagi karena Dr. THT punya alat lebih canggih lagi buat memastikan itu semua. Kalau sama saya paling saya cuma kasih resep obat untuk batuknya sama flunya aja nanti ini saya kasih resep.

Akhirnya saya pun di rujuk ke Dr. Muchtar namun dokternya baru ada sekitar jam setengah tiga sore kira-kira 20 menit lagi kata suster Dr Muchtar dan saya menjadi pasiennya yang pertama sore itu. Setelah diperiksa hasil ronsennya lagi ya saya memang sinus dan diberikan obat antibiotik namun jika nanti belum sembuh juga jalan satu-satunya adalah operasi hidung agar flu tidak kambuh lagi. Dan saya akan di periksa satu minggu lagi pada hari Jum'at namun jika nanti sudah membaik dan tidak ada masalah lagi tidak akan ada operasi.

Gilaaa baru kali ini saya divonis , dan denger kata-kata operasi.!!
karena selama ini saya sehat-sehat saja kalau sakit paling juga sakit batuk pilek panas biasa saja. Ini dokter kayaknya bikin saya parno tapi saat itu saya tenang saja karena saya merasa baik-baik saja dan pasti akan baik-baik saja. intinnya The Law of Attraction aja deh kalau kita bilang baik dan bilang sehat-sehat saja pasti nanti kita akan sehat namun jika kita takut, cemas dan merasa sakit pasti nanti akan sakit ini semua gimana mindset dan sugesti kita saja sama halnya akan efek pil plasebo.


Sesampainya dirumah sayapun membuka google untuk mencari tahu tentang penyakit sinus dan berikut adalah artikel tentang sinusitis
*sumber: http://medicastore.com/penyakit/55/Sinusitis.html



DEFINISI
Sinusitis adalah suatu peradangan pada sinus yang terjadi karena alergi atau infeksi virus, bakteri maupun jamur.

Sinusitis bisa terjadi pada salah satu dari keempat sinus yang ada (maksilaris, etmoidalis, frontalis atau sfenoidalis).

Sinus

PENYEBAB
Sinusitis bisa bersifat akut (berlangsung selama 3 minggu atau kurang) maupun kronis (berlangsung selama 3-8 minggu tetapi dapat berlanjut sampai berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun).

Penyebab sinusitis akut:

  • Infeksi virus.
    Sinusitis akut bisa terjadi setelah suatu infeksi virus pada saluran pernafasan bagian atas (misalnya pilek).



  • Bakteri.
    Di dalam tubuh manusia terdapat beberapa jenis bakteri yang dalam keadaan normal tidak menimbulkan penyakit (misalnya Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae). Jika sistem pertahanan tubuh menurun atau drainase dari sinus tersumbat akibat pilek atau infeksi virus lainnya, maka bakteri yang sebelumnya tidak berbahaya akan berkembang biak dan menyusup ke dalam sinus, sehingga terjadi infeksi sinus akut.



  • Infeksi jamur.
    Kadang infeksi jamur bisa menyebabkan sinusitis akut.
    Aspergillus merupakan jamur yang bisa menyebabkan sinusitis pada penderita gangguan sistem kekebalan.
    Pada orang-orang tertentu, sinusitis jamur merupakan sejenis reaksi alergi terhadap jamur.



  • Peradangan menahun pada saluran hidung.
    Pada penderita rinitis alergika bisa terjadi sinusitis akut. Demikian pula halnya pada penderita rinitis vasomotor.



  • Penyakit tertentu.
    Sinusitis akut lebih sering terjadi pada penderita gangguan sistem kekebalan dan penderita kelainan sekresi lendir (misalnya fibrosis kistik).

    Penyebab sinusitis kronis:



  • Asma



  • Penyakit alergi (misalnya rinitis alergika)



  • Gangguan sistem kekebalan atau kelainan sekresi maupun pembuangan lendir.


  • GEJALA
    Gejala khas dari kelainan pada sinus adalah sakit kepala yang dirasakan ketika penderita bangun pada pagi hari.

    Sinusitis akut dan kronis memiliki gejala yang sama, yaitu nyeri tekan dan pembengkakan pada sinus yang terkena, tetapi ada gejala tertentu yang timbul berdasarkan sinus yang terkena:

  • Sinusitis maksilaris menyebabkan nyeri pipi tepat di bawah mata, sakit gigi dan sakit kepala.



  • Sinusitis frontalis menyebabkan sakit kepala di dahi.



  • Sinusitis etmoidalis menyebabkan nyeri di belakang dan diantara mata serta sakit kepala di dahi. Peradangan sinus etmoidalis juga bisa menyebabkan nyeri bila pinggiran hidung di tekan, berkurangnya indera penciuman dan hidung tersumbat.



  • Sinusitis sfenoidalis menyebabkan nyeri yang lokasinya tidak dapat dipastikan dan bisa dirasakan di puncak kepala bagian depan ataupun belakang, atau kadang menyebabkan sakit telinga dan sakit leher.

    Gejala lainnya adalah:
    - tidak enak badan
    - demam
    - letih, lesu
    - batuk, yang mungkin semakin memburuk pada malam hari
    - hidung meler atau hidung tersumbat.

    Demam dan menggigil menunjukkan bahwa infeksi telah menyebar ke luar sinus.

    Selaput lendir hidung tampak merah dan membengkak, dari hidung mungkin keluar nanah berwarna kuning atau hijau.

    Sinusitis & Gangguan Sistem Kekebalan

    Pada penderita diabetes yang tidak terkontrol atau penderita gangguan sistem kekebalan, jamur bisa menyebabkan sinusitis yang berat dan bahkan berakibat fatal.

    Mukormikosis (fikomikosis) adalah suatu infeksi jamur yang bisa terjadi pada penderita diabetes yang tidak terkontrol.
    Pada rongga hidung terdapat jaringan mati yang berwarna hitam dan menyumbat aliran darah ke otak sehingga terjadi gejala-gejala neurologis (misalnya sakit kepala dan kebutaan).

    Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan mikroskopik terhadap jaringan yang mati tersebut.
    Pengobatannya meliputi pengendalian diabetes dan pemberian obat anti-jamur amfoterisin B secara intravena (melalui pembuluh darah).

    Aspergillosis dan kandidiasis merupakan infeksi jamur pada sinus yang bisa berakibat fatal pada penderita gangguan sistem kekebalan akibat terapi anti-kanker atau penyakit (misalnya leukemia, limfoma, mieloma multipel atau AIDS).
    Pada aspergillosis, di dalam hidung dan sinus terbentuk polip.

    Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap polip.
    Pengobatannya berupa pembedahan sinus dan pemberian amfoterisin B intravena.


  • DIAGNOSA
    Diganosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejala, foto rontgen sinus dan hasil pemeriksaan fisik.

    Untuk menentukan luas dan beratnya sinusitis, bisa dilakukan pemeriksaan CT scan.

    Pada sinusitis maksilaris, dilakukan pemeriksaan rontgen gigi untuk mengetahui adanya abses gigi.

    PENGOBATAN
    Sinusitis akut
    Untuk sinusitis akut biasanya diberikan:

  • Dekongestan untuk mengurangi penyumbatan



  • Antibiotik untuk mengendalikan infeksi bakteri



  • Obat pereda nyeri untuk mengurangi rasa nyeri.
    Dekongestan dalam bentuk tetes hidung atau obat semprot hidung hanya boleh dipakai selama waktu yang terbatas (karena pemakaian jangka panjang bisa menyebabkan penyumbatan dan pembengkakan pada saluran hidung).
    Untuk mengurangi penyumbatan, pembengkakan dan peradangan bisa diberikan obat semprot hidung yang mengandung steroid.

    Sinusitis kronis
    Diberikan antibiotik dan dekongestan<.
    Untuk mengurangi peradangan biasanya diberikan obat semprot hidung yang mengandung steroid.
    Jika penyakitnya berat, bisa diberikan steroid per-oral (melalui mulut).

    Hal-hal berikut bisa dilakukan untuk mengurangi rasa tidak nyaman:
    - Menghirup uap dari sebuah vaporizer atau semangkuk air panas
    - Obat semprot hidung yang mengandung larutan garam
    - Kompres hangat di daerah sinus yang terkena.

    Jika tidak dapat diatasi dengan pengobatan tersebut, maka satu-satunya jalan untuk mengobati sinusitis kronis adalah pembedahan.
    Pada anak-anak, keadaannya seringkali membaik setelah dilakukan pengangkatan adenoid yang menyumbat saluran sinus ke hidung.
    Pada penderita dewasa yang juga memiliki penyakit alergi kadang ditemukan polip pada hidungnya. Polip sebaiknya diangkat sehingga saluran udara terbuka dan gejala sinus berkurang.
    Teknik pembedahan yang sekarang ini banyak dilakukan adalah pembedahan sinus endoskopik fungsional.

  • 2 comments:

    1. wah, sampe 3 kali rujuk ya? brp lama di rs? hehe. salam kenal, gimana sekrang sinusnya? operasi sinus gak seseram yg kamu byangkan kok, coba cek di: http://www.indonesiatransferfactor.com/2011/12/operasi-sinusitis-pilihan-terakhir.html
      semoga belum terlambat, nih ada metode baru pengobatan sinusitis
      http://www.indonesiatransferfactor.com/2011/12/pengobatan-dan-penanganan-sinusitis.html
      semoga bermanfaat

      ReplyDelete
    2. ia nih waktu itu repot banget:)
      tp anehnya sampai sekarang saya gk pernah ingus2an lagi...

      pernah paling klo makan pedes karena kepedesan..

      saya gk apa apa sehat-sehat saja
      sekarang..karena tidak merasa apa apa sampai sekarang. minum dingin tetep teruss

      kayaknya saya sudah tidak apa apa

      ReplyDelete