Wednesday, 9 February 2011

Houtman Zainal Arifin: Jika banyak Memberi kita Tak akan pernah kekurangan

Bapak Houtman Zainal Arifin yang berbagi pengalamannya dalam acara talkshow beberapa pekan lalu di lembur Pancawati Bogor Jawa Barat. Ia menceritakan pengalaman hidupnya yang berawal dari seorang office boy, berdagang di emperan jalan kaki lima yang merasakan kejamnya Polisi Pamong Praja (POLPP) menginjak-injak barang yang sedang di gelarnya begitu kejam dan tega sang Pol PP melakukannya. Kehidupan yang keras dan kejamnya Jakarata sudah dirasakan olehnya. Sampai akhirnya ia menjadi seorang Vice President CITY BANK.

Beliau juga bercerita dan mengaku kalau pendidikan yang diperolehnya hanya otodidak. Dan pada saat ia diwawancarai Interview kerja oleh City Bank, dan ia ditanya apakah bisa Bahasa Inggris? beliau pun menjawab TIDAK! dan katanya dia cuma mengerti yes or no dan alasan ia bilang itu saat diinterview supaya aman dan tidak ditanya-tanya :) dan akhirnya ia pun bekerja di City Bank cukup lama sampai akhirnya ia menjadi seorang Vice President di City Bank.

Beliau juga sharing mengenai hal-hal hidupnya dan memberikan motivasi dan sampai pada akhirnya ia mengadakan sebuah Games dengan Gelas Aqua dan 5 butir permen kepada sekitar 50 orang yang hadir malam itu. Cara permainannya yaitu kita harus memberi kepada anggota teman lainnya dan menghitungnya dan tidak boleh kepada teman yang sama jadi kita harus berputar dan bersosialisasi berinteraksi kesemua orang.

saat menghitung hitung saya sudah memberikan permen dan mengisi ke gelas-gelas orang disekitar saya sekitar hampir 39 dan saya pun mendapatkan permen lebih banyak dari semula yang tadinya hanya berisi 5 butir di gelas plastik saya namun saya mendapatkan hasil yang lebih banyak dari itu.


lalu pak Houtman pun bertanya kepada para peserta: adakah diantara kalian yang tidak menghitung?
lalu beberapa orang pun mengangkat tangan dan memberikan alasannya. lalu pak Houtman pun berkata : itu baik sekali jika anda tidak menghitung-hitung apa yang sudah anda berikan berarti anda orang yang iklash memberikan sesuatu tanpa mengharapkan imbalan

Dan tadi juga ada adik kecil yang memungut permen yang jatuh dan pak houtman pun berkata : berarti adik itu baik sekali dapat berinisiatif memungut dan mampu memanfaatkan sesuatu dari kelebihan orang lain.

Kesimpulan yang dapat saya ambil dari hal tersebut adalah:
1. kita tidak akan pernah kekurangan apa bila kita mau saling memberi
2. jika kita mau bersilaturahmi dan banyak berteman dengan siapa saja kita akan mendapatkan rezeki yang lebih banyak
3. jika kita iklash memberi Allah swt. pasti akan memberikan kita sesuatu yang lebih

No comments:

Post a Comment