Sunday, 7 December 2008

Pembunuhan Mahasiswi UI (dikutip dari detiknet)


Ronald Tanamas - detikinet
Jakarta - Warung roti bakar Arundia di wilayah Kelapa Dua, Depok, jadi saksi bisu. Di tempat itu, 23 Januari, sebuah rencana perampokan dan pembunuhan terhadap Anita Rachmat dirancang Yohanes Martinus alias Dado dan Mulyanai alias Acong.

Kata Dado, niat itu tiba-tiba muncul karena waktu itu mereka sedang tidak punya uang. " Acong menagih uang Rp 2,5 juta kepada saya. Tapi saya lagi bokek," jelasnya.

Antara Acong dan Dado sebelumnya ada perjanjian hutang-piutang. Sudah lebih tiga bulan Dado meminjam uang kepada temannya itu. Uang tersebut digunakan Dado untuk modal usaha sablon. Tapi sayangnya usaha itu hanya berjalan sebulan kemudian bangkrut. Hasilnya Dado tidak bisa mengembalikan uang Acong.

Ketika sudah tiga bulan berselang, Acong menagih uangnya, karena kebetulan ia sedang memerlukannya. Akhirnya keduanya pun sepakat bertemu di warung Arundia tempat biasa mereka berkumpul.

Di warung itu Dado kemudian curhat kalau usaha yang dirilisnya tidak berjalan baik sehingga ia harus menutup usaha sablon tersebut. Itu sebabnya ia belum bisa mengembalikan modal yang dipinjamkan Acong.

Namun sekalipun belum bisa membayar, Dado tidak mau tinggal diam. Ia kemudian mengajukan solusi untuk mendapatkan uang dengan cara mudah, yakni dengan mencuri atau merampok. "Kami sama-sama butuh uang," ujar Dado beralasan. Rupanya ide jahat itu disetujui Acong sang karib.

Mereka selanjutnya mulai mencari-cari sasaran korban. Sampai akhirnya nama Anita, teman mereka sendiri yang masuk dalam target. Bagi Dado dan Acong, mudah untuk merampok Anita. Sebab selain gadis itu punya mobil yang bisa dirampok, Anita juga relatif mudah untuk dijadikan sasaran. Sebab Anita adalah teman mereka. Apalagi Anita pernah berpacaran dengan Dado dan Acong.

Rencana pun disusun. Dua pemuda pengangguran ini mulai merancang siasat untuk memancing Anita masuk dalam perangkap. Saat itu disepakati kalau Dado bertugas mengontak Anita untuk bertemu. "Saya tugasnya telepon Anita dan bilang kalau Acong menawarkan pekerjaan sebagai SPG," lanjut Dado di Mapolsek Cimanggis, Depok.

Senin sore, 28 Januari, Dado meminta Anita untuk menjemputnya di halte Universitas Pancasila, Jalan Raya Lenteng Agung. Halte itu lokasinya tidak jauh dari tempat tinggal Anita di Jl AMD 8. Sementara Acong menunggu di mal Cijantung, Jakarta Timur.

Setelah bertemu Dado, Anita langsung menyuruhnya mengemudikan mobil Honda Jazz miliknya dan meluncur menjemput Acong. Selepas Ashar, keduanya tiba di Cijantung. Rupanya di sana Acong tidak sendiri. Ia ditemani Mulyadi alias Item.

Usai saling menyapa, mereka pergi ke sebuah rumah makan di kawasan itu. Di sela-sela acara makan, Dado Cs sempat memalsukan kunci mobil Anita yang di pegang Dado.

Menjelang Magrib, mereka bergegas meninggalkan Cijantung menuju mal Artha Gading, Jakarta Utara. Di tempat itu Acong sebelumnya berjanji akan mempertemukan Anita dengan pemilik rumah produksi yang membutuhkan sales promotion girl. Tapi sebelumnya, Anita minta diantarkan dulu ke rumah tantenya di Perumahan Raflesia.

Menurut pengakuan Anita kepada Acong dan Dado, di rumah tantenya itu sedang berlangsung acara ulang tahun. "Di rumah tantenya Anita rencananya kita akan curi mobil itu," begitu kata Dado. Tapi rencana itu gagal akibat suasana di rumah tantenya Anita sangat ramai. Padahal Acong sudah siap beraksi dengan kunci duplikat yang ia dapat di Cijantung.

Dengan rasa kesal tiga pemuda itu membawa Anita ke Kelapa Gading, seperti yang mereka janjikan kepada Anita sebelumnya untuk menemui pemilik rumah produksi. Dan di tempat itu pula mereka punya rencana akan mencuri mobil Anita di mal Artha Gading. Tapi karena sudah kemalaman rencana itu juga kandas.

Akhirnya rencana pun berubah. Mereka kemudian berniat merebut mobil Honda Jazz B 778 NT yang dibawa Anita. Apalagi mereka kesal dengan caci-maki Anita yang merasa di bohongi oleh Dado Cs. Sebab ternyata Anita tidak dipertemukan dengan seorang produser seperti yang dijanjikan sebelumnya.

"Niat saya menghabisi Anita setelah dia bentak-bentak saya dan membuka apa saja yang pernah dia berikan kepada saya " kata Acong memberikan alasan. Ketika mobil melaju di jalan tol dalam kota menuju Cawang, niat tersebut dilaksanakan.

Acong yang saat itu duduk di bangku belakang bersama Anita langsung membekap mulut Anita dengan lakban. Karena diperlakukan seperti itu Anita langsung berontak. Hal ini membuat Item ikut turun tangan membantu Acong dengan mencekik leher Anita.

Tapi tetap saja Anita terus berontak dan menjambak Acong yang bermbut gondrong. Gerakan itu dibalas Acong dengan menggigit lengan kiri Anita. Dan Item memukul kepala Anita sebanyak tiga kali. Beberapa menit kemudian gadis berusia 19 tahun tersebut tidak kuat lagi dan tewas karena kehabisan nafas. Begitu Anita sudah tidak sadarkan diri, mereka langsung panik.

Karena tidak bisa bernafas akhirnya anita tewas seketika. " Kita panik untuk membuang mayat anita," kata Acong. Awalnya mereka berniat akan membuang mayat Anita di daerah Marunda, Jakarta Utara.Tapi karena takut ada razia di jalanan mereka bergegas membuang mayat itu di daerah Cimanggis. Kebetulan malam itu, di Jalan Sumur Bandung RT 04/07, Harjamukti, Cimanggis Depok, sedang sepi.

Menjelang fajar, Jasad Anita ditemukan seorang tukang ojek bernama Amin. Menurut pria berusia 45 tahun ini, pakaian yang dikenakan saat itu masih utuh. Tapi tidak ada satu pun identitas. Wajah gadis 19 tahun itu terlihat mulutnya dilakban. Ada luka bekas cekikan dan gigitan di tangan kiri. ( ron / iy )

No comments:

Post a Comment