Katanya Content Creator Tapi kok Postingannya Cuma yang Bersponsor ?




Blog, youtube, twitter, instagram tiktok adalah platform online yang digunakan untuk membuat dan menyebarkan content.

Akan tetapi lambat laut, media-media tersebut dimanfaatkan oleh brand untuk sarana promosi dan sebagai media alternatif menginfokan sebuah produk atau jasanya selain di media konvensional seperti televisi, cetak, radio, billboard, dan lainnya.

Sebenarnya itu hal yang sah-sah saja! 

Saya juga pernah berprofesi sebagai content marketing selama 4 tahun lebih yang khusus membuat content berbayar dari brand. Karena itu adalah jantungnya unjung tombaknya media online yaitu "iklan" ataupun content berbayar (sponsor).

Tapi saya merasa kenapa kok makin ngeblog walking, scrolling ada banyak creator yang mereka hanya  mengisi kontennya kalau ada "duitnya"aja alias hanya content bersponsor. 

Dimana dari judulnya aja sudah hard selling menggunakan "merek brand"

Sebenernya itu juga gak salah, karena itu hak-hak mereka.



Tapi kalau lama-lama kayak gitu bakal bosen gak sih? Dan kita sebagai content creator yang ingin menginfluence orang lain sudah tidak dipercaya lagi karena semua yang kita promosikan itu ketara ngiklan yang belum tentu dipakai produknya.

Platform dan diri kita cuma jadi content iklan dan lama-lama kerasa banget hard selling. 
Bahkan kita gak ada specialnya lagi seperti tidak ada identitas yang kuat karena hanya sebagai manekin berjalan.

Layaknya model catwalk, ia hanya sebagai model karena centernya ada di baju/produk yang utama bukan si model. 

Beda kalau misalnya model catwalk tersebut, ikut pemilihan seperti Puteri Indonesia, Miss Indonesia, dan semacamnya. Karena center nya ada di diri mereka dan sponsor-sponsor itu sebagai pendukung dari penampilannya bukan sebagai center.

So... kalau kamu menjadi content creator  (baik itu sebagai blogger, youtuber, tiktoker, instagramers) dan menerima endorse, sponsor atau lainnya. 

Hal itu boleh-boleh aja, boleh banget malah! 

Tapi ingat, jangan sampai lupa! Center dari platform kalian itu ya diri kalian sendiri.

Jadi usahakan postingan brand harus berimbang dengan postingan yang merupakan value atau jati diri kalian. 

Jangan sampai kita hanya di cap sebagai content creator yang isinya IKLAN doang! 


"NOTE" : Tulisan ini hanya sebagai pengingat, karena setiap orang memiliki strategi dan tujuan yang berbeda-beda dalam mengisi platform mereka

Comments

  1. Mungkin tergantung niat dari awal, mas. Kalau jadi content creator khusus promosi merek2 ternama, bisa jadi dia atau mereka terus-menerus melakukan itu. Tapi idealnya sih tetap jadi diri sendiri ya kadang diselingi dengan kampanye brand2 tertentu atau bagaimana hihihi. Yang penting bahagia aja deh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. ia betul..cuma sayang aja klo jadi content iklan doang harusnya tetep diselingi oleh content diri sendiri

      Delete

Post a Comment