Sepeda Santai Sambil Ngopi di Lapan Pagi 'The Mozia' BSD


2022 tahun dimana saya naik sepeda (lagi). Bersepeda adalah kegiatan yang cukup seru. Dahulu, waktu saya masih punya sepeda lipat antara 2010-2012, saya masih sering memainkannya dari Tebet hingga Bundaran HI saat Car Freeday di hari Munggu.

Rute yang saya lewati 10 tahun lalu biasanya adalah Tebet, Casablanca, Karet Sudirman, Bundaran HI dan nanti pulangnya melwati Pasar Rumput Manggarai. 

Pernah di Manggarai saya terkena sisa gas air mata. Baru sisanya saja sudah pedih nangis setengah mati. Kala itu, sepertinya baru terjadi perang antar warga hingga halte busway dekat Pasar Rumput banyak serpihan kaca yang pecah.

Mungkin lebih dari 10 tahun rasanya, saya tidak pernah lagi naik sepeda (waktu gak kerasa cepat berlalu). Sampai akhirnya di 2022 saya bisa bersepedah di daerah Serpong-BSD yang udaranya masih terasa segar. Bahkan ada jalur khusus sepedanya.

Untuk area sepeda favorit dan juga cukup dekat adalah The Mozia. Disini adalah cafe tempat meeting point para pesepeda setiap harinya. Area sekitar  The Mozia biasanya juga ditutup untuk kendaraan pada saat weekend jadi cendrung aman untuk pesepeda.

Rute yang dihabiskan untuk bersepeda sekitar 12 km saat track dari aplikasi Huawei Health. Lumayan juga untuk pemula (lagi) seperti saya. Orang yang sudah tidak pernah naik sepeda hampir lebih dari 10 tahun.

Sebenarnya rute ke The Mozia sudah pernah saya coba saat lari pagi. Dan lumayan menghabiskan waktu sekitar 1 jam (kurang lebih) dengan berjalan santai. 

Di The Mozia ada banyak cafe salah satu cafe favorit saya adalah coffeeshop Lapan Pagi. Tempatnya estetik dan ia salah satu kedai kopi kekinian yang memiliki menu tradisional seperti 'Lonsay' alias Lontong Sayur.

Untuk roti, ada roti croissant. Kadang saya memakannya dengan cara mencelup kedalam coffee latte. Cara ini seperti yang pernah saya lihat di Tiktok atau content video pendek dimana seorang dari Paris memakan Croissant dengan cara di celup.

Buat kamu yang suka olahraga pagi, The Mozia juga memiliki banyak fotografer lokal dimana mereka suka memotret orang-orang secara candid lalu menjualnya melalui media sosial (untuk file besar). Namun saya tidak pernah menemukan foto saya di para penjual foto dari fotografer tersebut sih, saya juga gak pernah mengeceknya.

Tidak hanya hari Sabtu dan Minggu, para sepeda di area Mozia BSD juga cukup ramai di hari biasa bahkan saat bulan Ramadan. Banyak para pemilik sepeda, komunitas yang bersepeda setiap pagi harinya ketika suasana kadang berkabut (embun) seperti di Puncak Bogor. Bahkan di BSD kita bisa melihat bayangan gunung pada pagi atau sore hari.

Senangnya tinggal di area BSD, Gading Serpong Tangerang, karena memiliki udara yang menurut saya lebih friendly daripada Jakarta. Lalu Lintas yang jarang macet kecuali lampu merah dan tidak banyak angkutan umum dan motor seperti di Jakarta.

Gak kerasa sih saya sudah sekitar 1,5 tahun tinggal di Gading Serpong setelah hampir 30 tahun di Jakarta. Rasanya sangat betah karena lingkungannya yang cukup nyaman.

 

Comments

  1. wah seru banget
    sehat bersepeda dilanjut makan croissant
    aku jadi pengen juga
    emang sekarang banyak hal asyik yang bisa dilakukan

    ReplyDelete

Post a Comment