Pengujung tahun 2021, 13 tahun sudah umur blog ini



Jakarta, 7 Desember 2021 

Duduk diam sambil membaca ataupu menulis buah pikiran, yakni menulis apa yang ada di kepala sambil fokus pada toadalah sebuah kemewahan buat saya saat ini di tengah rutinitas dan kesibukan yang

Blog ini sepertinya sudah berulang tahun ke 13 sejak pertama kali posting 25 November 2008. Kala itu saya asal posting yang isinya begini:


Namun tulisan pertama, saya menulis peristiwa flashback tepatnya hari ini 13 tahun yang lalu 7 Desember 2008. Saya menulis pembunuhan sahabat saya Anita Rachmat mahasiswi UI yang meninggal karena menjadi korban pembunuhan oleh tiga orang pria dan dua diantaranya adalah mantan pacar serta yang lebih naas mobil yang di bawa alm. Anita Rachmat dibawa lari oleh pelaku. Kasus pembunuhan ini akhirnya tuntas ketika para pembunuh di hukum mati beberapa tahun kemudian.

Rasanya memang harus begitu, hutang nyawa dibayar nyawa ini baru adil namanya. Teman terbaik yang saya punya, teman yang gak pernah perhitungan, teman yang selalu mikirin teman, bahkan gak pernah pelit untuk berbagi dengan teman-teman maupun dengan guru kesayangan.

Jika dari sisi pelaku, bagaimana ya ketika mereka tahu di hukum mati? Apakah mereka benar-benar bertobat? Menyesal? 

Jika mereka meminta maaf dengan keluarga korban, mungkin sudah di maafkan. Tapi proses hukum tetap berjalan hingga akhirnya dihukum mati.

Saat tahu mereka di hukum mati, saya sebagai teman Anita dari SMA rasanya sudah memaafkannya dan iklash kehilangan teman terbaik semasa SMA. 

Banyak kenangan yang kita buat bersama, yang paling berkesan saat kita mendapatkan tugas wawancara.  Bermula dari perpustakaan daerah (tidak dapat karena sudah di dahulukan oleh teman lain), lalu ke bapak polisi yang jaga dekat perpus (mereka kurang paham dengan pertanyaannya karena tentang PPKN/P4 banget) lalu pergi lagi ke polsek Setiabudi, hingga akhirnya kita dapat mewawancarai polisi lalu lintas dekat Santo Lukas.

Rasa lelah kami ber-empat atau berlima (saya lupa) saat itu, rasanya hilang sudah dan tugas kami aman bisa dikumpulkan keesokan hari.

Kalau ngomongin alm. Nita, mungkin gak ada habisnya karena banyak kesan yang ditinggalkan oleh Almarhumah semasa hidupnya. Baik di sekolah, maupun ketika kita sudah lulus. Bahkan dulu anak-anak sering ke rumahnya di Tanjung Barat karena ortunya terutama mamahnya sangat welcome dengan kita semua yang paling kangen gado-gado khas betawi seharga Rp3000-4000 (tahun 2004-2005) di dekat rumahya yang enak banget.

Selain itu, saya suka sekali menulis inspirasi. Saya menulis inspirasi dari orang-orang yang terdekat mulai dari kakak Kelas Adhitya PutriAdeke, sampai Elvaretta finalis Puteri Indonesia. Pokoknya semuanya pemenang dari kontes pemilihan bergengsi di tahun 2000-an.

Apakah saya akan terus menulis atau ngeblog? Pastinya iya, karena blog ini untuk bersenang-senang. Aktualisasi diri, tidak ada deadline sampai kapan menulis.

Karena menulis buat saya sudah jadi bagian dari hidup. Ciee elah.. sebenernya ya untuk menghilangkan rasa bosan ditengah hiruk pikuknya kesibukan dan kehidupan ini. Menulis juga membuat kita tidak mudah lupa.

Kalau memang blog udah gak zaman sekalipun, atau terlekang oleh kehadiran sosmed lainnya seperti tiktok, instagram, youtube. Ya saya kan bisa tetap menggabungkannya di dalam blog postingan ini. Karena blog hanya sebuah plafrormnya aja.


Sekian!




Comments