Ngopi dan Nostalgia Mesin Ding Dong di Alkisah


Buat anak era-90an pasti kalian ingat dengan mesin game yang disebut dengan "ding dong" yakni kotak video game yang  terdapat layar, joystick dan tombol berwarna kuning atau merah.

Saat saya kecil di era 93-94, saya sering dibawa ke basement Pasar Tebet Barat untuk bermain ding dong oleh orang tua saya  dan disana ada mandi bola.

Selain di Pasar Tebet Barat, biasanya saya juga bermain ding dong waktu kecil di KFC MT Haryono. Kala itu karena saya masih TK, saya belum bisa bermain ding dong yang video game. Biasanya itu dimainkan oleh kakak-kakak yang sudah agak besar.

Namun, selain video game tempat yang disebut Ding Dong ini biasanya ada permainan anak-anak seperti gajah-gajahan yang bergerak maju mundur. Bahkan Ding dong yang berada di KFC  MT Haryono (head office KFC) di era 90-an memiliki permainan seru seperti bombom car hingga permainan pukul-pukulan atau yang disebut tikus tanah menggunakan palu karet setiap ada kepalanya yang keluar.

Ketika saya sudah beranjak SD, saya sering mendapatkan uang saku yang sering saya kumpulkan untuk bermain ding dong. Video game yang cukup populer di ding dong adalah street fighter hingga permainan mencocokan bola warna.

Nostalgia bermain ding dong ini terjadi, saya mengunjungi sebuah coffee shop bernama Alkisah yang terletak di dekat Lotte Shopping Avenue.  Ingatan saya seolah kembali ke era 90an yang sangat menyenangkan, karena di coffee shop tersebut terdapat mesin ding dong tua yang letaknya di  pojok pintu masuknya dengan jendela kaca nako berwarna kuning.



Awalnya saya berpikir mesin tersebut hanyalah pajangan yang digunakan sebagai pemanis interior. Tapi ternyata, mesin ding dong tersebut masih bisa nyala dan masih bisa dimainkan walau layarnya sudah agak sedikit goyang.

Di mesin ding dong tua tersebut, terdapat banyak permainan Sega yang bisa dimainkan. Salah satunya, permainan Street fighter bahkan ada juga Sailor Moon.

Nostalgia di Alkisah juga begitu terasa, ketika saya melihat ada banyak pajangan, hingga komik-komik elex media yang masih memiliki garis biru. Dipojok cafe juga ada koleksi lemari kaca yang mirip di rumah nenek saya dulu, di dalamnya ada pajangan dan koleksi kaset pita, cd musik era 90-2000an.

Buat anak yang lahir era sekarang, mungkin gak pernah tahu betapa bahagianya bisa membeli kaset pita dan membaca lirik di dalam albumnya. Sebab anak sekarang lebih memilih berlangganan  Spotify, Joox dan Apple Music.

Rasanya era 90-an dan 2000 awal memiliki kesan yang begitu menyenangkan buat saya. Untuk bisa happy ada banyak hal sederhana yang dilakukan mulai dari mengoleksi kaset, cd, komik, majalah dan menggunting-guntingnya ke dalam kertas file atau binder.

Selain ada kopi,  di Alkisah juga ada tempat makan yang di set seperti kantin  atau warung makan sederhana lengkap dengan kerupuk kaleng berwarna biru. 

Untuk kopinya saya  mencoba kopi rindu di madu dan cappucino. Untuk kopi rindu di madu, cukup unik kopi susu ini sedikit lebih strong dengan rasa manis yang lebih natural, nikmat banget buat di seruput dengan donat kampung dengan taburan gula.



Interior dari cafe ini juga lumayan unik, saat di pintu masuk  terkesan classic bahkan di dalam toilet masih terdapat pajangan, rak yang terdapat komik-komik dan buku bacaan. Gemes banget.

Untuk area smoking area juga ada pohon yang lumayan rindang yang asyik buat sore-sore. Hmmm kayaknya saya bakal kesini lagi kapan-kapan buat cobain kopi dan makanan lainnya. Seru!


model: John



Alkisah Warung Makan & Kopi

Jl. Guru Mughni No.55, RT.1/RW.3, 
Karet Semanggi, Kecamatan Setiabudi, 
Jakarta, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12930
Telp: +6281513499558
Open: Senin-Jumat 10.00-21.00 
Sabtu-Minggu : 08.00-17.00

Comments

  1. Ya ampuuuun mesin Dingdong :D. Walopun aku jaraaang banget main begituan, tapi adek2ku sering. Jadi tau :D. Kok jadi pengen nih nyobain kopi2 dan makanan di sana mas. Menarik soalnya dengan design yg berbau 90an gitu. Berasa nostalgia Yaa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ia dan makanannya enak.. Berasa makan rumahan

      Delete
  2. asik banget main dingdong, gelutan streetfighter lagi... seru...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ia seru banget dong.. Bisa main ding dong sepuasnyaaa

      Delete
  3. Yampun kangen banget main dingdong, dulu tiap pulang sekolah sebelum balik ke kostan mampir ke Pasar dulu buat main dingdong. hahaha

    Eh, alkisah emang seasyik ini ya, Kak
    Banyak yang review jadi penasaran pengen kesitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. ia coba aja kesana, tempatnya juga asik, cuma parkirannya aja kurang luas..
      lokasi strategis banget dekat dengan Lote shopping avenue

      Delete
  4. Berasa di rumah sendiri nih makan dan main ding dong di sini hehehe :) Tahun 90-an dan awal 2000 memang masih hits ya anak2 muda dengan permainan itu. Ngopi, ngemil, dingdongan dan makan lagi hahahah nikmatnyaaa hidup ini.

    ReplyDelete

Post a Comment