Ketika Kita Lagi Down Time, Apakah itu Wajar ?


Akhir-akhir ini saya lagi suka melihat instagram TV dan Youtube dari mantan artis cilik Marshanda.

Saat melihat Instagram TV Marshanda, Ibu satu anak tersebut banyak bercerita mengenai mental illness, bipolar disorder dan hal-hal yang berbau dengan psikologi atau kejiwaan yang dialaminya.

Marshanda sering menyuarakan dan sharing pengetahuan maupun pengalmaannya saat mengidap Bipolar. 

Ada satu hal yang mengusik saya, dan hal itu juga saya rasakan yaitu down time.

Jika Marshanda memiliki waktu downtime  sekitar jam 4-5 sore, ia gunakan waktu tersebut untuk sekedar beristirahat dan tidak melakukan apapun.

Lalu apakah down time itu sesuatu yang normal?

Marshanda pun mengkonsultasikan hal tersebut, kepada profesional yang menanganinya. Ternyata hal itu wajar. Sebab tidak hanya orang yang memiliki bipolar yang memiliki down time

Misalnya saat saya berprofesi sebagai content marketing di sebuah media online, atau content strategist di salah satu fintech. Saya merasa lebih produktif di jam 11 siang atau jam habis makan siang hingga sore.

Di pagi hari sekitar jam 9-11 adalah jam down time saya.  Karena biasanya budaya di perusahaan tempat  saya bekerja dahulu masuk jam 9 tapi ramai jam 10 dan pada mulai serius bekerja sekitar jam 10.30-11.00

Namun saat down time, saya isi  dengan scheduling twitter, mencari bahan, mencari data-data penunjang yang dibutuhkan ataupun membaca berita-berita yang sedang hot news untuk sumber tulisan. Pokoknya saya melakukan pekerjaan yang bisa dilakukan dengan rileks.

Sebenarnya saat down time, dulu saya sering mencoba memaksakan untuk menulis atau berpikir lebih keras untuk berkarya. Akan tetapi hal itu sangat sulit, bahkan tulisan saya jadi tidak mengalir dan stuck disatu atau dua paragraf saja. 

Berbeda jika sudah jam 11 siang, atau setelah jam makan siang. 

Di waktu tersebut, saya lebih produktif dan bisa fokus untuk menuangkan ide dan pikiran saya ke dalam sebuah tulisan.

Jika menulis  lebih pagi, saat otak masih fresh antara jam 6.00 - 8.00 pagi. Saya bisa melakukannya namun jika sudah jam 9-11.00 otak dan mood saya seperti tidak bisa dipaksakan. 

Selama ini, saya pikir itu sesuatu yang aneh tapi ternyata tidak.

Pada jam 5 sore keatas, saya merasa otak saya dua kali lebih produktif, banyak ide yang keluar jika sudah jam 5 sore keatas. 

Tak heran, saat bekerja saya bisa fokus di depan laptop hingga jam 9 malam, meskipun saat itu bukan sedang jam lembur.

Jadi kesimpulannya, down time itu memang sangat wajar dimiliki semua orang. Sebab otak kita yang bekerja butuh beristirahat. 

Bekerja secara fisik dan bekerja menggunakan buah pikiran memang sangat berbeda. Menurut saya bekerja yang menguras banyak pikiran lebih melelahkan daripada aktifitas fisik.

Comments

  1. Aku ngerti sih masing2 orang punya down time. Tp down timeku sendiri rada nyusahin. Karena selalu menjelang siang jam 10-14. Sementara aku sangat aktif di jam2 sore sampe subuh -_- . Waktunya org tidur, aku malah sibuk ngerjain kerjaan.

    Untungnya ya mas, aku udh resign. Kalo ga, bisa2 ke kantor dlm kondisi muka zombie Krn kurang tidur :D.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduhhh.. Malah sampe subuh ya produktif.. 😊🤣 luar biasa..

      Delete

Post a comment