Mending Mana Pakai Jenius atau Digibank ?


Saya merupakan pengguna Jenius sejak Jenius ada di Indonesia, waktu itu saya adalah orang yang sangat antusias karena Jenius merupakan bank yang full digital mulai dari membuka tabungan hingga jika kartu ATM  kita hilang cukup request dari aplikasi.

Kelebihan lainnya Jenius adalah Bank yang tidak memiliki biaya admin bulanan, meskipun saldo kita nol. Jenius atau tabungan BTPN kita akan tetap hidup, tidak dorman.

Beberapa tahun saya menggunakan Jenius, akhirnya saya menambah tabungan digital saya  yakni Digibank dari DBS. 

Saat itu saya memang sudah lama download namun belum ke cabang terdekat untuk melakukan scan finger. Hingga di tahun 2020 saya baru download dan daftar kembali dan melakukan scan finger di stand Digibank yang ada di Central Park Mall, Jakarta Barat.

Jika dibanding dengan Jenius, user experience aplikasi Digibank cukup simple dan mudah digunakan bagi orang awam sekalipun.  Menariknya DBS bebas tarik tunai di atm DBS Singapura dan POSB. Bahkan jika kamu memiliki tabungan SGD tidak akan ada kurs beli atau kurs jual saat tarik tunainya.


Walau demikian, saya tetap menggunakan Jenius juga untuk keperluan penggunaan Facebook Ads dan pembayaran-pembayaran billing aplikasi-aplikasi lainnya yang membutuhkan kartu kredit.

Jika untuk menabung dalam jumlah yang lebih besar saya lebih memilih menabung di aplikasi Digibank dan untuk transaksional saya tetap menggunakan Jenius. 

Menariknya Digibank atau Jenius juga memberikan free biaya transfer ke bank lain dan Digibank memiliki kemudahan untuk topup uang digital seperti OVO, DANA dan Gopay  ditambah bisa untuk topup E-money dengan biaya administrasi Rp 1500,- hingga Rp 2000,- untuk uang digital.

Baru-baru ini, saya juga sering mendapatkan notif, iklan, youtube dan lainnya dari Jenius mengenai tabungan valas namun saya malah memilih Digibank untuk menyimpan USD.

Entah mengapa? Saya kurang tertarik dengan Jenius untuk menabung dalam jumlah lebih besar. 

Waktu saya masih menjadi penulis untuk BCA Prioritas, pernah saat mendatangi acara tahunan salah satu kanwil BCA yang menaungi beberapa kantor cabang di Jakarta. Dan Kanwil tersebut memiliki laba bersih 2x dari aset yang dimiliki oleh BTPN. 

Kebayang dong betapa terseoknya BTPN saat itu, jika ingin mengejar salah satu kanwil di BCA saja? Berapa banyak investasi yang harus mereka gelontorkan untuk mengejar orang-orang menggunakan Jenius ?

Belum lagi masalah-masalah dan penipuan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang meminta kode OTP.  Beberapa waktu lalu aplikasi Jenius juga pernah mengalami pemeliharaan sistem yang mengakibatkan aplikasinya agak sedikit terkendala. Namun bagusnya mereka menginfokannya melalui e-mail.

oh ya, baru-baru ini Jenius juga memiliki denda kekurangan dana dan itu saya alami  saat melakukan pendebatan facebook ads. Maklum saya salah perhitungan karena Facebook ads sejak September 2020 sudah memiliki biaya pajak sebesar 10% yang menurut saya itu cukup lumayan besar. Oleh karena kekurangan dana tersebut, maka saya dikenakan denda sebesar Rp 5000,-




DIGIBANK MEMILIKI  LEBIH BANYAK INSTRUMEN INVESTASI DIBANDING JENIUS

DBS merupakan salah satu bank buku 3 dengan aset antara 50-100 triliun yang mendapatkan penghargaan sebagai bank berpredikat "Sehat"pada 2019. Penilaian tersebut dinilai dari beberapa aspek seperti Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings, Aspek permodalan dan kinerja intermediasi.

Selain itu, pada 2020 DBS juga mendapatkan penghargaan sebagai Bank terbaik di dunia pada ajang penghargaan Bank Terbaik Dunia 2020, oleh Global Finance, New York. dan penghargaan ini sudah tiga kali berturut-turut.

Jadi kebayang dong, bagaimana tata kelola Bank asal Singapura ini ? Dunia aja mengakuinya. 

Jadi rasa aman dan trust makin besar buat saya untuk menggunakan digibank ketimbang saya menabung di Jenius. Terlebih untuk menabung dan investasi dalam bentuk valas atau tabungan dollar.

Jika Jenius hanya memiliki instrument investasi seperti deposito dan valas. Digibank memiliki insturmen investasi yang lebih beragam dengan adanya investasi obligasi. 

Untuk memiliki obligasi kamu hanya perlu mendaftar dan topup semudah menggunakan deposito.

Saya berharap kedepannya akan ada instrumen investasi lain seperti reksadana atau emas, semudah kita menabung emas dan reksadana di Tokoepdia atau Bukalapak. Sehingga masyarakat semakin sadar untuk menabung dan berinvestasi.

Jika ditanya mending mana menggunakan Jenius atau Digibank ?

Jawabannya: RELATIF

Jika untuk transaksional, lebih mudah untuk menggunakan Jenius karena adanya e-card seperti kartu kredit. Jika untuk menabung dan investasi saya lebih senang menggunakan Digibank karena adanya rasa lebih aman, pilihan produk  dan kemudahan yang ditawarkan.

Agar tetap aman menggunakan Digibank maupun Jenius atau aplikasi fintech lainnya. Kamu harus selalu menjaga kerahasiaan kode OTP ya!

Karena OTP ibarat kunci rumah yang tidak pernah diminta oleh tukang kuncinya (pihak bank) sekalipun.  Jadi jangan pernah memberikan kode OTP di aplikasi apapun kepada orang lain apalagi yang meminta adalah orang yang menelepon kamu menggunakan nomor +62 itu sudah pasti PENIPU


Mending Mana Pakai Jenius atau Digibank ? Mending Mana Pakai Jenius atau Digibank ? Reviewed by Riza Firli on December 29, 2020 Rating: 5

2 comments:

  1. Di sekitar saya banyak sekali yang pakai keduanya, saya jadi bingung mau pilih yang mana. Sekilas keduanya keliatan fine-fine aja ya, punya sisi plus-minusnya masing-masing, tapi andaikata saya nggak mampir ke postingan ini pastilah masih kebingungan menentukan pembedanya di mana.

    Jenius sudah pernah buat akunnya, tapi pas dimintai verifikasi saya malah maju-mundur nih, haha :D Padahal bagus juga fiturnya yang no biaya admin itu! Terfavorit lah kalau buat saya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan maju mundur cantik..ya hehehe..
      ia aku sih orangnya kepoan jadi make keduanya aja..
      sekarang juga ada produk baru serupa dari UOB TRX loh..

      Delete

Powered by Blogger.