Memahami Perbedaan Charity Dengan Program CSR


Program CSR (Corporate Social Responsibility) saat ini semakin banyak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan swasta. Sebab program ini, merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan kepada lingkungan sekitar untuk turut membantu masyarakat dalam meningkatkan berbagai aspek.
Tergantung, nilai apa yang diambil oleh perusahaan tersebut. Misalnya ada perusahaan yang concern dengan program CSR pendidikan, ekonomi, membangun desa tertinggal dan lain sebagainya.
Lalu yang dulu sering menjadi pertanyaan saya. Apa sih bedanya program CSR, dengan program  charity yang sering saya temukan atau sering juga para komunitas menggalang dana untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan?
Pada intinya, program CSR maupun charity sama-sama baik karena untuk membantu atau menolong.  Namun program CSR yang dilakukan sebuah perusahaan, lebih kepada program berkelanjutan atau bantuan yang diberikan akan memberikan dampak jangka panjang bagi para penerima CSR tersebut.



Gambaran sederhananya seperti ini:
Andi merupakan mahasiswa di sebuah kampus di Jakarta yang terkena bencana alam. Maka kamu dan teman-teman berinisiatif menggalang dana dan bantuan langsung kepada Andi maupun teman-teman lainnya yang terkena musibah.
Namun apa yang terjadi setelah bencana usai? Ya, biasanya program charity tersebut selesai dan tidak ada lagi hal yang lebih lanjut dilakukan. Misalnya memberi pembekalan untuk menghadapi bencana, kiat mengobati trauma karena bencana, dan lain sebagainya.
Beda dengan CSR, yang saya lihat program CSR biasanya dibuat berkelanjutan atau paling tidak bantuan yang diberikan memberi dampak berkelanjutan. Bahkan bisa dikembangkan oleh penerima program CSR tersebut.


Bersama para warga Kampung Mulyasari (dok. Amel)
Misalnya pembangunan desa tertinggal yang dilakukan oleh Community Investment Prudential dalam salah satu programnya, yaitu Chairman’s Challenge.
Pada Chairman’s Challenge 2018 ini,  beruntung saya bisa berkesempatan menjadi bagian dari volunteer  Chairman’s Challenge. Dan saya mengunjungi salah satu desa tertinggal di Kab. Bogor yaitu Kampung Mulyasari.
Saya melihat beberapa bantuan yang diberikan Prudential Indonesia kepada Kampung Mulyasari seperti membangun sekolah (madrasah),membangun MCK, memasang panel surya untuk kebutuhan listrik, memberikan buku-buku pelajaran, memberikan literasi keuangan, memberdayakan petani dengan memberikan program pertanian berkelanjutan dan bekerjasama dengan IPB (Institut Pertanian Bogor).
Sehingga, nantinya para petani bisa menularkan program yang sudah diajarkan kepada desa-desa lainnya. Dan warga yang mendapatkan bantuan perlahan bisa meningkatkan taraf hidup dan menjadi desa yang maju serta mandiri.

Jadi menurut saya, program CSR itu lebih memiliki tujuan untuk jangka panjang. Bukan bersifat bantuan yang hanya habis digunakan atau di konsumsi saat itu.
Sedangkan, untuk pendidikan. Community Investment Prudential memiliki beberapa program seperti Literasi Keuangan untuk Perempuan, Cha-Ching Money Smart Kids dan Sekolah Ramah Anak di Papua.
Selain bidang pendidikan, pilar lain dari Community Investment Prudential yaitu Filantropi. Yakni, melakukan kegiatan-kegiatan amal dan donasi. Beberapa kegiatan juga dilakukan untuk mendukung program pemerintah, asosiasi atau industri.
Sedangkan untuk pilar kesehatan dan keselamatan. Community Investment Prudential memiliki tiga program yaitu kesadaran akan kanker, Safe Steps dan bantuan bencana.
Baru-baru ini, Prudential Indonesia juga memperluas jangkauannya ke Indonesia Timur. Pilar ke-empat ini, bertujuan untuk Pemberdayaan Indonesia Timur yang berfokus pada entrepreneurship.
Harapan saya kedepannya, semakin banyak perusahaan swasta di Indonesia yang memiliki kesadaran seperti Prudential untuk membantu pemerintah dengan melakukan program CSR-CSR berkelanjutan.
Memahami Perbedaan Charity Dengan Program CSR Memahami Perbedaan Charity Dengan Program CSR Reviewed by Riza Firli on November 28, 2018 Rating: 5

1 comment:

  1. Amin. Semoga bisa merata di seluruh Indonesia ... CSR bs jd solusi menolong /masyarakat.

    ReplyDelete

Powered by Blogger.