Ekspedisi jadi penghubung para pembeli dan penjual online, sameday delivery bertarif flat mungkinkah ?

Ilustrasi: freepik

Sejak menjamurnya e-commerce, marketplace dan online shop. Belanja jadi semakin menyenangkan karena kita makin mudah untuk mendapatkan barang yang kita butuhkan.

Misalnya ketika saya membutuhkan aksesoris hp. Mungkin, dulu saya harus keliling Mall Ambasador untuk mencarinya. Tapi sekarang, saya tinggal mencarinya di marketplace, bahkan bisa membandingkan harganya terlebih dahulu.

Walaupun berbelanja online memudahkan saya. Tetapi berbelanja online bukanlah tanpa masalah.

Ada banyak masalah yang mungkin bisa saja terjadi. Mulai dari penipuan, barang tidak sesuai harapan, barang palsu, rusak hingga hilang.

Untungnya selama ini saya baik-baik saja dalam berbelanja online. Saya belum pernah mengalami hal-hal yang bikin apes. Paling-paling hanya masalah pengiriman atau ketepatan waktu dari pihak ekspedisi.


Drama ekspedisi pengiriman

Saya ingin bercerita sedikit, pertama kali saya bekerja (2011-2012) di salah satu perusahaan e-commerce photography. Saya sering kali, mengalami drama dan dibikin pusing sama pihak ekspedisi karena keterlambatan pengiriman.

Terutama, untuk pengiriman luar kota (luar Pulau Jawa) bisa sangat lama karena berbagai hal. Dan ketika saya sering complain ke pihak ekspedisi, malah pihak ekspedisi yang selalu ngasih jawaban dengan nada ketus seolah membela diri dan tidak ingin disalahkan.

Padahal, kami juga berbicara sangat sopan dan baik-baik. Kami hanya ingin mengupdate statusnya setiap hari. Sedangkan pihak customer juga dagdigdug, sebab  barang yang dipesan bernilai jutaan rupiah belum kunjung tiba.

Karena sudah terkenal jutek saat di telepon. Maka saya sering males jika harus berhubungan dengan pihak ekspedisi terutama soal complain. Pasti mba ekspedisinya selalu sensi dan bernada tinggi.

Bahkan atasan saya, pernah sampai turun tangan langsung melalui telepon dan juga dibuat kesal. Hingga akhirnya, ekspedisi tersebut dikemudian hari tidak digunakan lagi karena kebanyakan drama.

Selain ekspedisi untuk customer, adalagi masalah jasa ekspedisi cargo yang digunakan tim distribusi.

Pernah suatu hari, ada oknum nakal  dari pihak cargo yang menukar dus berisi tas yang totalnya mencapai puluhan juta, ditukar dengan Aqua gelas. Parahnya, paket tersebut diantar menggunakan bajaj. Gimana coba ?

Pokoknya drama-drama jasa pengiriman di tempat kerja saya dulu. Sempat  menjadi bahan dagelan dan candaan.

Misalnya ketika staff HR/GA sedang serah terima mesin fotokopi baru, beberapa staff  ada yang meledek "Pak itu cek dulu, isinya mesin fotokopi apa bukan? Jangan-jangan Aqua galon. Tadi dianterinnya naik bajaj apa mobil pak?", ungkap beberapa karyawan penuh canda.


Keterlambatan pengiriman kadang bikin kesel
ilustasi: Paxel

Sekarang, ketika saya merintis bisnis online atau onlineshop. Jasa pengiriman yang sering saya gunakan beberapa kali suka mengalami keterlambatan.

Bila saya rekap, pernah barang sampai ketangan customer hingga 4-5 hari. Padahal, pengirimannya masih satu kota (Jakarta-Jakarta) juga.

Kesel gak tuh ?

Jika membuka catatan tracking, s keterlambatan pengiriman terjadi biasanya bila saya mengirimkan paket jika besok hari libur atau weekend, hari libur nasional, atau ada ada hari-hari libur kejepit nasional.

Kedua, keterlambatan terjadi karena barang stuck tidak berpindah dari cabang A ke cabang B. Atau barang sudah berada di cabang B, tetapi di cabang B sedang overload. Sehingga kita harus menunggu antrian untuk barangnya diantar oleh kurir.

Bahkan, customer saya ada yang pernah  pickup langsung ke pihak ekspedisi. Setelah tahu, ekspedisi di cabang tempat tinggalnya sedang overload atau kurir terbatas.

Oh ya, selama ini saya juga jarang menggunakan jenis paket kilat atau yang sehari sampai. Sebab, saya pernah membayar lebih tahunya meleset dari waktu yang dijanjikan.

Maka, jika pengiriman masih dalam kota (Jakarta- Jakarta) hingga Bandung. Saya prefer, menggunakan paket reguler.

Sebab terkadang, paket reguler malah sampai dalam waktu satu hari.  Kirim sore, besoknya sudah sampai sekitar jam 10-11siang.


Sameday Delivery 
kurir paxel
Ketika sudah ada layanan instant kurir dari ojek online. Awalnya saya sering menggunakannya untuk hal-hal yang sangat urgent.

Tapi kok lama-lama, jasa instant kurir lumayan pricy terlebih pada jam sibuk.

Pernah, suatu ketika saya di charge sekitar 50rb-an untuk pengiriman ke daerah Jakarta Timur. Bahkan untuk jarak dekat saja, bisa hampir 20rb. (Padahal jika menggunakan jasa ojeknya, ketempat tersebut jauh lebih murah).

Makanya, saya jadi sedikit malas. Apalagi  kalau nilai barang yang saya beli jatohnya lebih mahal ongkirnya. 

Jadi pengiriman instant atau sameday delivery dari ojek online, jarang-jarang saya gunakan lagi.

Dan masalah lainnya, jika kita menggunakan ojek online sebagai kurir adalah masalah trust dan savety

Sebab, yang  mengirim barang kita bukanlah kurir melainkan mitra (abang ojek) yang karakternya mungkin berbeda-beda.

Bahkan perusahaan ojek online sendiri, mengklaim dirinya bukanlah perusahaan transportasi atau ekspedisi. Melainkan hanya perusahaan aplikasi digital yang fungsinya sebagai pihak ketiga.

Jadi jelas, untuk mengirim barang menurut saya kita tidak bisa sepenuhnya mengandalkan ojek online. 

Kita harus tetap menggunakan jasa pengiriman atau ekspedisi. Agar barang yang kita kirim lebih terjamin dan perhitungan harganya bisa lebih flat karena berdasarkan wilayah bukan dihitung perkilo meter.


Experience dengan Paxel

Sampai suatu hari saya direkomendasikan oleh teman saya untuk mendowload Paxel. Awalnya saya bingung apa sih Paxel ? 

Paxel adalah aplikasi yang dapat di download di smartphone Android ataupun iOS. Berfungsi untuk mengrim paket dengan waktu sampai di hari yang sama alias sameday delivery

Untuk area pengirimannya. Paxel menjangaku area Jabodetabek-Bandung dengan waktu pengiriman maksimal 8 jam dijamin pasti sampai. Atau saldo kita di refund kembali.

Penasaran dong! 

Dan saya mencoba mendownload aplikasi ini kemudian memasukan refferal code untuk mendapatkan saldo IDR 100K

Untuk refferal code kalian bisa memasukan (rizafirli).

Dan nanti, kalian bisa mendapatkan saldo awal sebesar IDR 100K dan saya yang mengundang (sponsor) mendapatkan saldo juga sebesar IDR 50K.

Tapi ini bukan MLM ya! hahaha 😆 


Strategi marketing ini, pernah di lakukan oleh ojek online di awal kemunculannya. Dan berhasil menjadi word of mouth marketing

Ketika saya sering menyebar refferal code saya melalui social media seperti facebook, instagram stories dan WhatsApp.

Akhirnya  saya berhasil mendapatkan credit saldo Paxel hingga 450K (per-16 Oktober) dan sampai artikel ini di update refferal saya sudah 12 orang (IDR 600K) dan sudah melakukan shipping menggunakan paxel 7 kali.



Pakai Paxel gak pakai kesel
Setelah mendownload Paxel, tibalah saatnya saya mencoba aplikasi ini. Untuk mengirimkan paket kamu tinggal:
Create shipment

Pickup location
Untuk alamat, Paxel sudah menggunakan peta Google jadi cukup aktifkan GPS dan sesuaikanlah titik lokasi kamu berada. Jika kamu tidak berada di lokasi pickup, kamu bisa mengetikan alamat dan cantumkan notes dibagian keterangan agar kurir lebih jelas.

Destination location
Sama halnya dengan pickup, kamu bisa mengetikan nama destination location tempat tujuan kamu mengirim barang. Setelah itu click continue. 

Jika alamat yang kamu masukan kurang jelas atau tidak ditemukan. aplikasi akan menyarankan kamu untuk mengetik kodepos alamat yang dituju. Dan jika tidak bisa juga, berarti area tujuan kamu belum tercover oleh Paxel.

Parcel Size
Pilihlah jenis ukuran paket yang akan kamu kirim. Ada 4 macam ukuran:
S 20x11x7 bisa masuk dompet, handphone, parfum, dan barang kecil
M 27x21x12 bisa masuk kamera, bantal kecil, dan lainnya
L 35x30x20 mirip kardus Aqua, bisa masuk barang lebih banyak
Custom : jika masih kurang kamu bisa request custom ukuran dan biasanya kurir akan membantu saat kamu pickup. 

Untuk harga  Paxel menawarkan tarif yang flat. Untuk parcel S (18K), M (21K) L (25K) dan custom akan dihitung berdasarkan ukuran masing-masing.

Menariknya pengiriman dengan Paxel. Setelah di pickup, paket kamu akan transit di loker Paxel untuk di timbang dan di packing kembali menggunkan dus. 

Saya baru mengetahuinya, setelah ada customer yang bilang packingan saya sangat rapih menggunakan dus.

Berkunjung ke kantor Paxel


Setelah merasakan experience menggunakan layanan Paxel. Saya pun diundang untuk menghadiri acara blogger gathering yang diadakan di kantor Paxel Head Quarter di bilangan Jatinegara, Selasa (16/10/2018).

Saat bermain ke kantor Paxel, kantornya itu kayak kantor-kantor anak digital or startup banget. Dinding muralnya memiliki tema yang sangat Indonesia.

Beberapa tempat juga terlihat tanpa sekat atau pembatas. Bahkan, para pekerja disana bebas ingin bekerja atau duduk dimana saja. Meskipun mereka punya meja masing-masing.

Pak Johari Zein sedang bekerja di ruangannya, Paxel HQ
Acara blogger gathering dibuka oleh co-founder Paxel yaitu Johari Zein. Dan ternyata beliau orang lama di bisnis ekspedisi, dia adalah pendiri atau founder dari TIKI-JNE.

Pantas, konsep dan layanan dari ekspedisi Paxel terbilang cukup matang. Meski masih ada sedikit kekurangan atau keterbatasan karena Paxel juga masih startup yang baru berusia setahun.

Kedepannya Paxel akan memperbanyak jumlah area jangkauan hingga Jogja dan Semarang. Serta memperbanyak jumlah loker yang nantinya digunakan untuk proses pengiriman.


Sistem loker
Co-founder Paxel, Johari Zein sedang menjelaskan tentang Paxel kepada para blogger

Lalu, apa sih bedanya Paxel dengan ekspedisi pengiriman konvensional seperti JNE, kurir ojek online dan lainnya ?

Perbedaannya adalah Paxel memiliki sistem loker yang difungsikan layaknya manusia atau robot yang dapat merespon.

Semua barang yang di pickup oleh kurir, akan ditaruh di loker tersebut dan  diteruskan kembali oleh kurir lainnya ke penerima.

Semua sistemnya sudah otomatis dan sangat high tech. Menggunakan aplikasi Android dan iOs mulai dari tracking status, receive, hingga complaint semua ada di aplikasi.

Kedepannya, Paxel akan menghadirkan layanan web sehingga memudahkan para pebisnis online untuk input data alamat lebih banyak sekaligus.



Untuk jam pickup Paxelkamu  bisa mengatur sendiri mau dibawah jam 12 siang atau sore sekalipun semua bisa mengatur. Pokoknya kamu estimasiin aja kira-kira 8 jam sampai.

Untuk layanan sameday delivery ini, kurir terakhir akan mengirim barang tepat di tujuan hingga jam 10 malam. Jadi kamu estimasiin aja waktu pengirimannya dan kamu tungguin aja kurirnya pasti datang.

Selain sameday delivery. layanan Paxel dapat kamu nikmati setiap hari (tanpa hari libur). Mau libur nasional, libur lebaran, Paxel tetap bisa mengantarkan paketmu.


Yuk, coba download Paxel dan rasain sendiri manfaatnya!

Ekspedisi jadi penghubung para pembeli dan penjual online, sameday delivery bertarif flat mungkinkah ? Ekspedisi jadi penghubung para pembeli dan penjual online, sameday delivery bertarif flat mungkinkah ? Reviewed by Riza Firli on October 17, 2018 Rating: 5

4 comments:

  1. sistem baru ini tapi menarik..same day service pasti banyak yang nyari apalagi jika harga bisa bersaing dengan ekspedisi sebelah. Paxel berarti enggak bakal bikin kesel!

    ReplyDelete
  2. Layanan antar yang sepertinya layak di coba :). BTW itu ada "lebih prefer", pilih salah satu antara lebih atau prefer karena artinya sama. CMIIW :)

    Cheers,
    Ogie

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha ia gie.. gk ngeh kmrn ngetiknya di tab layarnya kecil.. wakakakak

      Delete

Powered by Blogger.