Nilai dan cerita dibalik sebuah karya seni


Busana kimono karya Yumi Katsura

(recommended song for reading this article)

Untuk menghasilkan foto atau konten yang bagus, hingga saat ini saya pun masih terus belajar. Dan semakin banyak mengikuti akun instagram para penggiat fotografi, food, traveler, blogger dan lainnya. Makin banyak pula, saya mendapat inspirasi.

Saya mungkin termasuk beruntung karena bisa berkesempatan berkolaborasi dengan berbagai pihak. Mulai dari model, designer,  Make-up artist (MUA) dan saya sendiri seorang content creator yang multi tasking (fotografer, stylist, dan juga penulis atau blogger)

Semua pembuatan content, saya lakukan dengan senang hati.  Secara pribadi saya jugasuka dengan dunia fashion, dunia art melihat para model berjalan menggunakan baju-baju keren dari rancangan designer ternama.

Kali ini, saya berkesempatan berkolaborasi bersama Lenny Gracia seorang model yang sudah cukup lama wara-wiri di dunia model dan fashion runway. Seperti Indonesia Fashion Week, Jakarta Fashion Week dan acara-acara fashion show bergengsi lainnya.

Perkenalan saya dengan Lenny,  berawal dari sebuah acara fashion show bertajuk Luxury Fashion Night beberapa tahun silam. Fashion show tersebut, menampilkan busana-busana pengantin (bridal), couture dari Yumi Katsura dan juga beberapa designer lainnya yang berasal dari luar negeri.

Busana-busana yang diperagakan juga sangat art, dan kalau kata teman saya harga sewa di Yumi Katsura Couture, bisa mencapai puluhan hingga rautsan juta.

Teman saya tahu, lantaran waktu itu dia hunting sendiri beberapa designer bridal ternama yang berlokasi di Jakarta Utara.

Yumi Katsura
blue wedding gown, Yumi Katsura
Model: Lenny Gracia

light wedding gown
light wedding gown

Closing ceremony Yumi Katsura
Closing ceremony Yumi Katsura


Sebuah value dalam art


monochrome style
Sebenarnya, saya juga gak heran harga-harga barang-barang fashion yang mahal. Apalagi gaun itu termasuk karya yang artisan. Dibuatnya sangat special, untuk proses pecah polanya aja susah. 

Untuk pengerjaan satu baju bridal, mungkin memakan waktu yang tidak sebentar. Ada bagian-bagian pembuatan gaun yang pengerjaannya dilakukan secara handmade

Jadi wajar, jika kamu harus bayar harga. Pamor seorang designer yang sudah memiliki brand image  kuat juga menjadi faktor yang mempengaruhi.

Dalam duni fashion atau dunia yang berunsur seni (art). Saya pun  tidak kaget dengan harga-harga yang cukup fantastis.

Pernah suatu ketika, saya berkesempatan mendapat project kerjasama dengan seorang designer dan ia menggunakan tim makeup artist profesional yang sudah ternama.

Dan saya baru tahu, jika menggunakan tim Mua-nya saja bisa dibandrol harga Rp50 jutaan untuk makeup-in pengantin. Belum lagi, biaya tiket pesawat dan hotel juga harus kamu tanggung jika mau mendatangkan mereka ke kotamu. Saya bisa tahu harga MuA ini, karena ada salah satu teman yang sahabatnya merried di Manado, Sulawesi Utara.

Nah, itu baru harga fantasis sebuah art dari dunia fashion dan makeup, yang mungkin belum seberapa dibanding lainnya. Saya pun pernah  menghadiri art exhibition dimana ada harga lukisan yang harganya mencapai Rp 2 Miliar.

Padahal, jika dilihat lukisannya itu abstrak banget. Hanya berupa bentuk (pola) dan menggunakan beberapa warna sehingga membentuk sebuah harmoni corak. Jadi, jika dilihat dengan seksama saya (sebagai orang awam) gak  ngerti itu lukisan apa? Yang jelas cukup bagus, dan bagus juga sih harganya hahahaa :)

self makeup
So.. bagi kamu yang sering teriak-teriak soal harga mahal ataupun murah. Dalam seni, harga itu relatif karena tergantung kemampuan masing-masing orang. Mau mengaalokasikan budget berapa?

Misalnya dalam project ini, ketika kami ingin menghemat budget. Karena sang model bisa make-up sendiri. Maka kami hanya menggunakan hair do  saja.

Oh ya, saya juga mau kasih tahu. "Dalam art juga tidak ada karya yang bagus atau jelek, semuanya relatif. Tergantung dari sudut pandang mana kita menikmatinya".


Semua karya yang dibuat tergantung dari personal masing-masing, ingin membangun image atau total look seperti apa?

Misalnya pencinta monokrom dengan pencinta pastel, pasti akan berbeda. Begitu pula, yang suka Korea dan Jepang akan berbeda seleranya dengan orang yang kiblatnya lebih ke-Amerika dan negara-negara Barat.

Meski demikian, saya yakin semua karya seni/art pasti bernilai. Sebuah karya yang diciptakan pasti ada nilainya baik secara material maupun in material.

Oh, ya balik lagi soal gaun pengantin.

Menikah juga momen yang amat spesial, dimana (kalau bisa) dilakukan hanya sekali seumur hidup. Jadi wajar, jika banyak orang menginginkan gaun,makeup, serta semua persiapan dalam pernikahannya yang terbaik.

"Dan sesuatu yang terbaik itu pasti ada harganya"

Model : Lenny Gracia 
Dress: Chenny Han Bridal


Menggunakan Gaun Chenny Han

Selain, berkolaborasi dengan model profesional. Saya juga berkesempatan menggunakan baju yang dipinjamkan dari butik Chenny Han Bridal untuk pemotretan.

Dan siapa sih Chenny Han ? 

Awalnya saya juga gak tahu. Ternyata dia adalah designer yang pernah membuat gaun di video clip Agnes Monica.

Sebelum hari H pemotretan, saya juga bercerita kepada teman. Kalau saya mendapatkan pinjaman gaun dari Channy Han Bridal yang butiknya berada di Kebon Kacang, Jakarta Pusat. (Belakang Plaza Indonesia).

chongsam
Ternyata, teman saya tahu siapa Chenny Han. Dia adalah MUA yang mempopulerkan teknik air brush dan Chenny Han adalah seorang transgender.

Rasa penasaran saya pun berlanjut dan saya sempat meng-googling nama Chenny Han. Saya pun menemukan artikel yang ditulis pada halaman Tempo.co (2013) silam.

Pada laman Tempo tertulis, Chenny Han adalah seorang transgender yang lahir di Jakarta, 3 Juli 1963.  Dirinya pernah memenangkan kontes waria Internasional pada 1992. 

Perjalanan hidupnya, juga sangat berliku. Pertengahan 80-an, hidupnya sempat mengalami masa kelam ketika bergabung dengan perkumpulan waria yang menjajakan diri di Taman Lawang.  Dunia kelam tersebut, dijalani Chenny Han selama 2 tahun.

Selain itu, perbuatan tidak menyenangkan (bully-ing), sempat ia rasakan dari kecil dari teman-temannya. Hingga, ia merasa depresi dan mencoba melakukan bunuh dengan menelan  sejumlah pil secara bersamaan. 

Beruntung, saat itu seorang teman mendobrak kamarnya dan Chenny Han berhasil diselamatkan. Jika tidak, mungkin ia sudah tewas.

Walaupun mengalami banyak kepahitan hidup, Chenny Han berhasil bangkit dari semua keterpurukan itu.

 Hidupnya berubah, ketika ia menjadi seorang penata rambut dan makeup artist yang kariernya hingga ke Amerika. Sepulangnya dari Amerika, ia pun melebarkan sayap menjadi seorang designer. 

Awalnya ia menjual gaun yang dititip oleh seorang teman. Namun, lama-lama  Chenny Han mencoba membuatnya sendiri dan memperdalam ilmu fashion di LPTB Susan Budihardjo.

Oh ya, sekitar satu tahun lebih dari pemotretan ini. Akhirnya saya berkesempatan bertemu dengan Chenny Han disebuah acara fashion show yang diadakan oleh LPTB Susan Budihardjo, pada bulan Januari 2017 yang diadakan di Ciputra Artpreneur.


Memilih Studio Foto
Cheongsam dress by Chenny Han

Dalam memilih studio foto, ini juga membingungkan karena saat ini studio foto menawarkan fasilitas, tema studio, dan kebijakan dalam penggunaannya bermacam-macam.

Tapi zaman sekarang, semua informasi bisa diakses di google dan kamu juga bisa search contoh visualnya melalui instagram. Setiap studio foto pasti juga sudah punya official akun instagram.

Untuk fasilitas, ada studio yang memiliki lighting bagus, tapi wallpaper atau tema studionya biasa aja. Ada yang lightingnya bagus, tapi lighting beautynya agak kurang.

Sedangkan untuk kebijakan, cukup bermacam-macam. Ada yang menyewakan studio per room, ada studio yang menyewakan seluruhnya seisi rumah. Dan dalam penggunaannya ada yang melarang foto bergroup (seperti foto buku tahunan), ada juga yang mencharge tambahan harga per-orang lagi dari maksimal yang diperbolehkan.

Tapi semuanya akan fleksibel, jika kamu memiliki komunikasi yang baik dengan pemilik atau managernya.


Saat melakukan project pemotretan ini, saya menggunakan the house studio yang berada di daerah Karawaci, Tangerang.

Studio ini cukup unik, bagi kamu yang ingin melakukan foto tematik. Sebab seisi sudut rumah, sudah di desain khusus untuk keperluan foto. Awalnya, studio ini dibuat oleh pencinta fotografi di garasi rumahnya, namun lama-lama seisi rumah ia gunakan dan disewakan untuk komersil. Sedangkan si-pemilik rumahnya sudah pindah.

Oh ya, setiap beberapa bulan sekali studio ini biasanya ada bagian dinding yang dicat ulang atau ornamen yang diganti. Tujuannya, agar foto yang dihasilkan oleh kalian memiliki perbedaan dengan  foto orang lain. Jadi, lebih fresh.

Waktu awal-awal saya kesini, The House Studio harganya masih lumayan worth it bahkan saya menggunakan studio ini selama 2 sift dari siang hingga malam dan bisa menggunakan seluruhnya (walau saya gak pakai semuanya juga sih).

Namun seiring waktu, thematic di the house studio semakin banyak. Untuk penyewaan studio dibagi menjadi dua  yaitu Thematic Firs (8 spot indoor) dan Thematic Meadow (4 spot indor 8 spot outdoor) dengan maximal 8 orang.

Tips Dalam Berkarya
Jika kamu ingin membuat karya dalam bentuk apapun, tidak perlu takut. Karena semuanya adalah proses. Nikmati saja prosesnya salah pun tidak apa-apa.

Sering-seringlah bergaul memperbanyak link pertemanan, mengamati lingkungan sekitar, menonton film dari berbagai genre.

Cobalah mengunjungi pertunjukan seni seperti tari, fashion show,  teather, musik, pameran seni budaya, museum dan lainnya yang kamu sukai.

Amati, tiru dan modifikasi itu juga penting untuk berproses. Follow lah akun-akun instagram, youtube yang memberikan inspirasi dan kreatif.

Dan kamu jangan cepat puas diri dalam berkarya. Sebab, masih banyak karya diluar sana yang lebih lagi jadi buatlah dirimu selalu merasa kurang sehingga kamu ada rasa ingin terus lebih dan lebih lagi.

Bagi saya saat ini, sudah tidak musim saing-saingan karena kalau bisa kita itu harus saling berkolaborasi.

Terakhir, kita harus memiliki sikap terbuka. Mau belajar dan berbagi pengalaman karena dunia art dan content creator ini terus berkembang.

Nilai dan cerita dibalik sebuah karya seni Nilai dan cerita dibalik sebuah karya seni Reviewed by Riza Firli on September 20, 2018 Rating: 5

18 comments:

  1. Baju/gaunnya yang di foto itu bikin mupeng maksimaaaaal.

    ReplyDelete
  2. Bubah Alfian deh tu kayaknya yang 50 jutaan yaa
    Yang make up in raisa, BCL, Tsya, dll

    I knoww deh kalau soal sulitnya bikin gaun ala desainer. Temen baik ku juga ada yang blogger sekaligus desainer tetapnya Erie Susan. Bikin satu baju doang bisa seminggu, mulai dari hunting bahan, hunting pelengkap, ngepola, ngejait, bikin detail, ngerapin, which is semuanya pake tangan dan jadi make sense kalau harganya jadi jutaan

    Salam kenal mas Rizaa (Atau mas Firli?)

    Ini semuanya mas yang fotoin?

    AWESOME

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai aul.. hehehe bukan buba sih..ada yg lebih senior lagi dan nama dia udah jadi brand kayaknya soalnya pekerja tim nya banyak :)

      ia gaun sulit banget, lebh ribet dari bikin baju pecah polanya..
      ia saya yg foto semua tp ini foto 2 tahunan lalu lebih baru sempet di post wkkk sampai sekarang jg masih belajar sih karena kan dunia foto jg terus berkembang style nya

      Delete
  3. wowww keren banget mas foto-fotonya! lebih seneng moto makro sama yang close-close gitu lah, hehhee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh ya.. makro aku jarang sih.. gk punya lensa makro

      Delete
  4. light wedding gown aseli keren banget
    apalagi yang biru
    bisa keluar gitu auranya
    ya tuhan aku jadi pengen
    semoga ada rejeki yha buat resepsi
    sumpah aku terngangat

    ReplyDelete
    Replies
    1. ia buat yg wedding garden party seru ya bisa nyala2 :)

      Delete
  5. Wah keren-keren ikh fotonya ama baju-bajunya. Serasa bak putri di cerita dongeng hihihi

    ReplyDelete
  6. Amati, tiru, dan modifikasi. saya suka kalimat ini. Btw saya mahasiswa arsitektur, jadi kata kata tadi udah sering dilakukan, heheh.

    BTW, Foto fotonya keren mas. jadi pengen belajar fotografi juga. Yang bikin saya penasaran, Merek dan harga kameranya berapa ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah terimakasih sudah berkunjung ke blog saya.. ia atm bosen bgt saya jg dulu dibilangin gitu wkt kuliah design grafis.. hehee..

      Delete
  7. Wow... Suka banget ma artikelnya.. salut, ajarin dong Moto hasil sempurna

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih.. klo foto aku otodidak aja sih sama pernah dpt basic fotografi ..aku jg masih belajar jg kok

      Delete
  8. Setuju sama quotesnya kak, Bagi saya saat ini, sudah tidak musim saing-saingan karena kalau bisa kita itu harus saling berkolaborasi.Nah, itupun yang saya coba terapakan dalam kehidupan saya. Saat ini kolaborasi adalah kunci suksesnya seseorang karena saling keterkaitan satu dengan yg lain.
    -Yopis

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener Yop.. apa lg dalam dunia fashion scope nya lingkungannya kecil pasti dia lagi dia lagi orangnya 😊☺

      Delete

Powered by Blogger.