Mencicipi Kuliner Khas Papua di Jakarta

Jika makan makanan khas Jawa dan Sumatera mungkin sudah sering kita jumpai di Jakarta.
Tapi... untuk makan Indonesia Timur (Selain Manado & Makassar).
Nampaknya, agak jarang..

Terlebih lagi makanan khas PAPUA!


Sekilas tentang Papua



Papua merupakan provinsi terluas di Indonesia yang berada di Indonesia paling Timur. Luas wilayahnya mencapai 309.934,4  km²,  dengan total populasi (2016) sebesar 3.672.495 juta jiwa.

Pulau yang menyerupai kepala burung ini, memiliki 214 kecamatan dan memiliki 268 bahasa lokal.

Rata-rata orang Papua memiliki ciri-ciri kulit hitam dan berambut keriting. Namun,ada juga orang Papua yang berkulit agak putih/kekuningan.

Sepintas jika dilihat, orang Papua mirip dengan orang negro/afrika atau orang-orang Amerika kulit hitam.


Beberapa tahun terakhir, jika kita lihat kota-kota di Papua juga sudah  berkembang pesat. Banyak sekali infrastruktur dan pembangunan disana. Seperti kota Sorong dan Jayapura.

Sedangkan, untuk pesona keindahan alam jangan ditanya.

Papua bagaikan surga tersembunyi. Sebut saja Raja Ampat yang sudah terkenal hingga mancanegara. Untuk pergi kesana, harganya juga sangat mahal kecuali kamu menggunakan tur beramai-ramai atau sedang ada promo.

Oh, ya Raja Ampat bukanlah satu-satunya pesona alam Papua yang bisa kamu kunjungi. Ada juga Teluk Cendrawasih,Taman Nasional Lorenz, Danau Sentani, dan bagi  para pendaki kalian juga bisa mencoba menaklukan puncak Jaya Wijaya, merupakan gunung yang memiliki salju abadi di iklim tropis.

Oke, balik lagi ke soal makanan. Makanan khas  Papua adalah Papeda yang terbuat dari sagu. Makanan ini menjadi makanan pokok seperti nasi. Disajikan dengan ikan tongkol atau mubara yang dibumbui kunyit.


Cafe Papua di Jakarta


Ternyata ada loh, cafe yang menyajijkan kopi dan kuliner khas Papua di Jakarta. Cafe tersebut bernama Papoea By Nature, berlokasi di bilangan Pakubuwono Jakarta Selatan (Sebelumnya berlokasi di Kemang).

Untuk bahan-bahan cafe ini, sekitar 60% didatangkan langsung dari Papua seperti jamur karang batu yang diolah dengan metode bakar batu, ikan asar, sayur lilin, termasuk kopi-kopinya di beli langsung dari petani-petani kopi yang ada di Papua.

Ide membuat cafe atau restoran Papua ini, berawal dari kecintaan Amel sang pemilik cafe yang lahir dan besar di Papua. Amel menilai kebudayaan Papua itu sangat unik dan sangat disayangkan jika kebudayaan yang indah ini tidak banyak orang yang tahu.

Untuk memperkenalkan Papua, di Papoea by Nature banyak dihiasi dengan lukisan dan kerajinan tangan khas Papua.

Saya melihat ada pajangan koteka disana, yakni benda yang sebenarnya digunakan untuk menutupi kelamin pada seorang pria. Dan biasanya tradisi ini digunakan oleh suku-suku pedalaman di Papua. Tapi tenang yang dipajang disini adalah dummy nya yang dibuat untuk pajangan bukan untuk digunakan beneran :)


Menu-menu di Papoea By Nature

Jangan khawatir bagi kalian yang belum pernah mencoba makanan-makanan khas Papua seperti saya.  Papoea By Nature meraciknya dengan cara yang sudah modern dengan rasa dan tampilan yang sudah disesuaikan.

Beberapa menu yang saya icipi seperti :


Smoked Tuna with seafood buah merah

Dari tampilannya sedikit mirip dengan pasta dan pas dicicipi mienya ya sedikit mirip dengan mie-mie yang ada di pasta. Sedangkan untuk rasanya, smoked tuna selalu bikin lidah saya terasa sedikit gatal makanya saya kurang terlalu suka dengan makanan olahan tuna.

Tapi overall untuk rasa, kalau saya gak tau ini terbuat dari buah merah. Mungkin, saya cuma mengira kuahnya adalah saus atau sambal dan untuk rasa seafoodnya cukup terasa.


Fish in Banana Leaf


Baramundi Fish dengan bumbu kunyit dan daun basil. Dimakan menggunakan nasi merah dan sambal hijau

Sagoo Porridge signature dish of Papeda




Pertama kali makan papeda, melihat teksturnya saya sempat teringat masa kecil. Karena, biasanya jika saya kehabisan lem kertas mamah saya membuatnya dengan tepung sagu yang dimasak. Untuk memakannya ternyata tidak cocok mengunakan sendok, karena agak lari-lari papedanya licin. Sepertinya akan lebih gampang dengan sumpit atau garpu. 


Untuk rasa, ternyata ini enak, kuah beningnya terasa gurih  yang berasal dari ikan makarel.



Fried Sagoo with red curry soup

Buat kamu yang biasanya makan nasi dan agak shock dengan makan sagu. Tenang aja, Papoea by Nature juga menyediakan Papeda yang digoreng seperti cireng. Namun bedanya, jika cireng saat dingin akan terasa lebih keras, Papeda versi goreng ini tetap terasa lengket dan licin dimulut dan gampang untuk dimakan.

Nampaknya saya lebih senang Papeda versi goreng karena makannya tidak terlalu sulit. Untuk kuah kuningnya, menurut saya ini mirip-mirip sayur betawi atau yang ada di ketupat-ketupat sayur  karena sama-sama terbuat dari santan dan menurut saya rasanya mirip-mirip.

Nasi Goreng


Untuk nasi goreng, kalau saya lihat dari teksturnya dan mencicipi teksturnya dilidah. Ini nasi gorengnya mirip dengan nasi sega khas betawi. Nasi gorengnya pun sedikit kering dan tidak berminyak. Jika nasi goreng biasanya menggunakan toping berupa kerupuk nasi goreng ini menggunakan keripik ubi ungu.

Sedangkan untuk varian nasi gorengnya ada beberapa pilihan rasa seperti chicken, mushroom atau ikan roa.


Untuk snack nya ada beberapa yang saya coba seperti :
Sagoo buah merah with chicken spiced coconut
Donat dengan isi buah merah
Rontart atau kue lontar
Untuk tart adonannya tebal dan terasa sedikit lebih keras (mungkin biar gak gampang hancur) saat dicicipi rasa duriannya manis dan wanginya cukup berasa durian. Buat durian lover, come here deh harus cobain ini.


Kopi Papua

Sedangkan untuk kopi Papua ada berbagai macam jenis, dan yang terkenal adalah kopi wamena.
Untuk kopi papua menurut saya sih gak terlalu strong, dia punya wangi dan rasa asam-asam dimulutnya pas dan after taste nya itu kayak punya rasa soft di lidah jadi pingin sruput lagi dan lagi.


Kesimpulan:
Overall, cafe ini memberikan experience yang unik buat saya. Sesuatu hal yang baru, belum pernah saya coba sebelumnya. Tampilan dan cara penyajian makanan disini tampak sangat modern, kekiniaan dengan rasa yang sudah disesuaikan.

Semakin banyak orang mengenal kuliner Papua, bukan tidak mungkin kuliner Papua akan naik kelas dan mewabah hingga mancanegara.

Melalui Papoea By Nature pengunjung bisa mengenal lebih dekat dengan budaya Papua. Untuk bisa melestarikan budaya, ada berbagai macam cara salah satu pendekatannya juga bisa dengan kuliner.


Papoea By Nature
Jl. Pakubuwono VI No. 77 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12120
Telp: (021) 22716633
Map: https://goo.gl/maps/KgvQUWghUqA2
Web: www.papoeabynature.com
IG: @papoeabynature 
Mencicipi Kuliner Khas Papua di Jakarta Mencicipi Kuliner Khas Papua di Jakarta Reviewed by Riza Firli on August 14, 2018 Rating: 5

14 comments:

  1. jadi penasaran juga kuliner dari timur ini ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe ia.. jadi alternatif buat yg bosen makan itu2 ajaa

      Delete
  2. Waah ..., ini nih kuliner keren dan beda dari yang sudah-sudah ..., lah jarang banget ditemui.

    Pengin banget ngerasain masakan khas Papua kayak gimana rasanya.
    Padahal aku cukup banyak kenalan dari Papua asli sana loh, tapi berhubung jauh dan mahal transportasinya kesana ..., sampai sekarang belum terlaksana menginjakkan kaki disana.
    #SedihModeOn 😢

    Aku malah punya kaul, suatu saat kalo beneran aku berhasil liburan ke Papua aku akan berfoto pakai koteka ☺

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahah wow..beneran ya ditunggu foto pake kotekanya loh mas :)

      Delete
    2. Wuakakkakaa ...
      Fotonya ntar mau buat apaan coba 🤣 ?

      Delete
  3. Ah kemarin lupa pengen nyicip kopi wamena yang katanya ada asem-asemnya itu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. ia..asem2..lebih cendrung asem dari pada pait sih klo menurut aku..n rasanya soft bgt..

      Delete
  4. Papedaaaaa....
    Btw itu sebenarnya kuliner asli mana ya? Ambon dan Sulawesi juga ada.
    Enak banget emang :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pokoknya yg indonesia timur pasti familiar sama papeda kayak ambon, papua, dll
      sama kayak orang kita makannya nasi klo mereka sagu..

      Delete
    2. sulawesi gak semuanya sih.. di kendari, sulawesi selatan ada papeda jg memang:) untuk papua jg sekarang sudah banyak juga yang makan nasi.. jadi kayak kebiasaan aja sih,

      Delete
  5. Papoea by Nature ini macam2 juga menunya ya. Kopi, jamur karang dll bahan baku makanannya lgs didatangkan dari Papua, mantap. Cuuuz deh ke Pakubuwono!

    ReplyDelete
  6. pingin Sagooo buah merah.

    Kulinernya hampir sama dengan Maluku. Banyak ikan dan Popeda. Di Maluku Popeda juga dinikmati dengan curry ikan. hmmmm

    ReplyDelete
    Replies
    1. ia mirip ya dengan maluku :) ia sagoo buah merah itu rasanya klo menurut aku rada kaget awal2 makan tp ternyata enak sih..

      Delete

Powered by Blogger.