Menunggu pertama dan terakhir



Menunggu dengan penuh jiwa yang sesak
Aku merenung di kepadatan antrian bus transjakarta
Saat pulang kerja apa kamu ingin buru-buru sampai kerumah?
Tidak deganku karena aku bukan tipe orang yang ingin pulang terburu-buru
Justru aku lebih senang menjadi yang terakhir.

Menunggu menghabiskan semua waktu
dan kepenatan dipojok terfokus dengan sebuah gadget kecil untuk menulis
Menghabiskan semua waktu perlahan-lahan hingga sepi
 disitulah terasa ketenangan yang tak bisa aku gambarkan.
Ada Sebuah seni menunggu hingga semuanya berakhir
Begitu juga dengan datang lebih pagi
Menunggu pertama dan terakhir Menunggu pertama dan terakhir Reviewed by Riza Firli on August 21, 2013 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.