Anak Digital Gak Boleh Kehabisan Ide? Begini Jalan Keluarnya Ketika Lagi Stuck

source: freepik

Ide itu memang tidak bisa dipaksa, karena ide merupakan proses berpikir kreatif yang cukup panjang dari otak manusia. 

Jika otak manusia bisa dilatih untuk mempelajari Matematika, IPA, Fisika, Kimia dan lainnya. Tapi tidak dengan ide-ide dan kreatifitas.

Untuk menemukan ide kreatif dibutuhkan banyak faktor baik internal diri sendiri maupun lingkungan. Buat yang bekerja di industri kreatif, industri digital, marketing, advertising, content dan sebagainya yang membutuhkan selalu ide-ide segar. Pasti ada momen dimana kita sedang stuck mau membuat apa?

Nah, buat kamu anak digital yang sudah merasa kehabisan ide. Berikut yang bisa kamu lakukan :

1. Istirahat sejenak dan minum kopi
source: Otten 

Di saat ide kamu sedang stuck dan butuh refresh. Coba istirahat sejenak dan kamu bisa ke pantry bikin kopi atau pesen aja di Gofood atau GrabFood, ada banyak pilihan kopi kekinian murah meriah yang bisa menjadi penyemangat kamu.

Entah sugesti atau gimana? Yang saya rasakan dari saya meminum kopi, saya menjadi lebih rileks. Dan otak serasa re-fresh sehingga saya bisa berpikir lebih fokus. Efek kafein yang membuat mata saya terjaga memicu saya untuk berpikir dan berpikir. 

Ibaratnya kayak ada pikiran di dalam pikiran. 

Saya jadi berdiskusi dengan hati dan pikiran saya sendiri. Bisa bertanya kepada diri sendiri kalau ini begini gimana? Kalau ini begitu, gimana? Dan solusinya gimana kalau gini. 

Dan itu yang saya tuangkan kedalam ide dan content. Ibaratnya kalau habis kena efek kopi yang 'TRENG' ide serasa bisa mengalir deh..

2. Buka media social dan scroll time line untuk penyegaran
source: Shutter Stock

Kalau kamu lagi istrirahat dengan ide yang stuck, yuk coba refresh otak kamu sambil santai dengan membuka media sosial. Entah itu instagram, tiktok, youtube ada banyak konten jenaka yang bisa membuat gelak tawa sehingga perasaan kamu akan lebih bahagia dan gak jarang dari konten-konten sosmed yang receh bisa menjadi masukan ide buat kita.

Asalkan kamu bermain sosmednya bukan chating-chating atau stalker mantan dengan gebetan barunya yang lagi bahagia ya..hahaha..


3. Kawinkan Kata Kerja, Kata Benda dan Kata Sifat
source: altitudewriters.wordpress.com


Kalau di dunia tulis menulis entah itu naskah artikel, copy writing dan content writing. Jika kehabisan ide, bisa dengan cara mengawinkan kata kerja, kata benda, kata sifat. Inilah yang saya pernah dapatkan waktu di kelas penulisan fiksi.

Contoh :
Kata kerja : Pindah 
kata benda: Rumah
kata sifat : Mewah

Ketika menjadi kalimat dapat berkembang: 
Budi di umurnya yang renta itu ia baru bisa pindah ke rumah barunya yang mewah di bilangan Jakarta Selatan. Rumah itu dibeli dengan harga Rp 8 milyar bonus dari perusahaan tempat ia bekerja selama 30 tahun.

Jadi ketika sudah stuck kita bisa mendeskripsikan hal-hal dengan mengawinkan kata kerja, kata benda, kata sifat dan bahkan hal-hal lainnya.

4. Brain Storming

Saat bekerja di media online, kegiatan brain storming juga sangatlah penting. Bahkan di tempat kerja saya dahulu memiliki ruangan khusus ruangan brain storming yang dimana tidak ada kursi dan meja. Melainkan bin bag dan matras sehingga kegiatan brain storming menjadi lebih santai dan cair.

5. Membuat Konten Pilar 

Dalam dunia konten, untuk menjabarkan sebuah ide biasanya saya membuat konten pilar terlebih dahulu baru habis itu diturunkan ke masing-masing tema sesuai porsinya. Misalnya nih untuk Akulaku memiliki konten pilar #AkuBisa habis itu #AkuBisa diturunkan kebeberapa sektor atau campaign misalnya #AkuBisaLiburan #AkuBisaBerbagi #AkuBisaUmroh dan aku aku bisa lainnya.

Jadi kita harus mencari benang merahnya terlebih dahulu untuk nantinya bisa diturunkan kemana-mana. Untuk mendapatkan ide konten pilar ini memang tidak mudah, bahkan bisa menggunakan jasa digital agency strategist untuk membantu.


6. Menjabarkan DNA sebuah produk dan Membuat Analisis SWOT 


Mungkin buat kamu yang belum mengerti apa itu DNA produk. Ibaratnya kita membedah sebuah produk dan jasa itu terdiri dari apa saja faktor-faktor yang berkaitan erat dengannya.

Contoh : Permen Kopiko
memiliki DNA = Permen dan Kopi

Lalu unsur-unsur dari Permen itu ada = manis, karamel, gula, permen disukai anak-anak dll
sedangkan Kopi itu ada = hitam, biji, pohon, kebun, pahit dll.

Permasalahannya kalau Permen Kopiko menjadi Permen = permen yang membeli anak-anak, anak-anak dilarang membeli permen oleh Ibunya, anak-anak suka permen yang rasanya manis bukan pahit

Permasalahan kalau Permen Kopiko menjadi Kopi = Kopiko akan kalah dengan kopi-kopi Indonesia

Lalu Solusinya = Kopiko adalah permen untuk orang yang gak sempat ngopi sehingga konten pilar atau key messagenya "Kopiko gantinya Ngopi" dengan target bukan anak-anak tetapi orang dewasa yang sangat memiliki daya beli.


7. Melihat Kalender Hari Besar Indonesia maupun Internasional

Ketika ide sudah dirasa agak habis atau stuck, coba cek kalender hari besar di bulan ini atau bulan depan. Adakah hari besar Indonesia maupun hari besar Internasional? Jika ada hari besar kamu bisa mengambil tema hari besar tersebut untuk dijadikan ide maupun campaign.

Misalnya ada hari besar nasional "Hari Guru", mungkin kamu bisa membuat tema back to school, nostalgia SMA, hingga mengangkat permasalahan di dunia pendidikan. 


8. Membaca Jurnal, Penelitian, Atau Hasil Riset

Ketika sudah stuck, terkadang nih saya suka mencari permasalahan dan hasil risetnya berdasarkan data atau fakta. Misalnya data dari Kementrian, data dari BPS, data dari Jurnal, ataupun Kutipan dari sumber yang kredibel.

Misalnya ketika saya memiliki client mobile provider maka saya cari data jumlah pengguna internet, jumlah pengguna smartphone, masalah jaringan, hasil riset teknologi jaringan 4G misalnya kelebihan dan kekurangan, hingga data dari clientnya jika mereka memang di provide.

Fakta dan data ini, bisa dijadikan topik yang cukup menarik untuk di bahas. Kemudian, coba masukan manfaat dari produk atau keterkaitannya baik secara langsung maupun tidak langsung. Misalnya dengan jaringan 4G bisa membantu para pelaku UKM untuk mengembangkan bisnisnya.

Comments

  1. Kita boleh kehabisan kuota,,,tapi tidak boleh kehabisan ide..hhi

    ReplyDelete

Post a Comment