Antara dosa dan kebahagiaan

Kebahagiaan yang Anda raih saat ini bersumber dari mana?
Teman, keluarga, orang tua, sebuah barang, sebuah jasa, sebuah kemewahan atau dari rasa syukur atas hidupmu sendiri?

Banyak orang mencari kepuasan, kebahagiaan dengan caranya masing-masing, dan saya sebagai manusia berdosa tidak menyalahkan itu. 

Semua orang bebas mencari sumber kebahagiaannya, baik itu secara duniawi, rohani atau spiritual atau hal-hal yang dilarang dari hukum  negara hingga hukum Tuhan. 

Namun setiap pilihan pasti ada akibatnya. Semua tindakan yang diambil pasti ada konsekuensinya. 

Manusia adalah tempatnya dosa, sejak akhil balik atau mungkin sebelumnya. Kita sudah memiliki dosa, misalnya berbohong kepada teman dan orang tua. 

Kita sebagai manusia dewasa, sebenarnya sadar akan dosa namun tanpa sadar atau khilaf sering melakukan dan mengulangnya. 

Yang terparah apabila kita melakukan tindakan berdosa, tapi tidak merasa berdosa. Atau hati kecil kita sudah mati rasa dan merasa tindakan tersebut adalah hal biasa.

Okelah jika Anda atau saya menjadi orang berdosa. Tapi setidaknya Anda  tidak mengajak, menjerumuskan dan merugikan orang lain dari perbuatan dosa Anda.

Dosa kecil atau besar tetaplah dosa. Dan hanya Tuhan yang berhak menghakimi Anda, bukan mulut manusia. Sekalipun mereka menghujat Anda. 

Ingatlah dosa  berbeda dari kejahatan atau tindak kriminal. Tapi kejahatan  dan kriminal (seperti menipu membunuh) itu sudah pasti perbuatan berdosa dan merugikan orang lain. 

Hanya kebaikan Tuhan yang bisa mengampuni dan menghapus dosa Anda. 

Kita sebagai manusia bisa memilih untuk menghindari perbuatan dosa, menyesali dan memohon pengampunan serta kasihnya. 
Antara dosa dan kebahagiaan Antara dosa dan kebahagiaan Reviewed by Riza Firli on January 05, 2020 Rating: 5

1 comment:

  1. Semoga tiap kali melakukan dosa, Allah masih mau menegurku supaya tidak terjerumus makin dalam :(. Kdg kalo melihat orang2 yang trang2an menipu orang lain, membunuh, korupsi berjamaah, aku penasaran mas. Apa segitu matinya hati nurani mereka sampe ga ngerasa sedikitpun kalo yg mereka lakukan itu salah :( . Ga kebayang kalo Allah sampe bener2 membutakan mata hatinya sampe ajal menjemput. Ga ada kesempatan bertobat :(

    ReplyDelete

Powered by Blogger.