Monday, 28 May 2018

Berkunjung ke KPI Bersama Komunitas Anak Indigo


Komisi Penyiaran Indonesia atau KPI merupakan sebuah lembaga independen di Indonesia yang kedudukannya setingkat dengan lembaga negara lainnya. Lembaga ini berfungsi sebagai regulator penyelenggaraan penyiaran di Indonesia.

KPI didirikan sejak 2002 berdasarkan UU Republik Indonesia No. 32 tahun 2002 Tentang Penyiaran. Terdiri atas lembaga Komisi Penyiaran Indonesia Pusat (KPI Pusat) dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) yang bekerja di wilayah setingkat Provinsi. 

Tugas dan wewenang KPI meliputi pengaturan penyiaran yang diselenggarakan oleh Lembaga Penyiaran Publik, Lembaga Penyiaran Swasta, dan Lembaga Penyiaran Komunitas.

Nah, kali ini saya berkesempatan berkunjung ke kantor KPI Pusat yang terletak di Jalan Ir. Haji Juanda No.36 bersama Rizman Gumilang dan teman-teman dari  Komunitas Anak Indigo, Indigo and more.

Audiensi kami diterima langsung oleh Komisioner KPI Pusat Hardly Stefano, Nuning Rodiyah, Mayong Suryo Laksono, dan Dewi Setyarini. (22/5).

Maksud dan tujuan kami datang ke KPI untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai tayangan Karma yang  ditayangkan oleh ANTV.  Sebab sudah banyak juga, laporan dari masyarakat mengenai tayangan yang dipandu oleh Roy Kiyoshi tersebut.

Beberapa pro-kontra yang ditayangkan karma misalnya, acara tersebut menyiarkan secara gamblang aib keluarga. 

Membuka aib diri sendiri dan keluarga di televisi, dampaknya bisa berpengaruh kepada anak. Bisa saja anak tersebut menjadi malu di sekolah karena teman-teman kelasnya menonton Sang Ibu yang mengungkap aib keluarganya.

Masalah privasi
Beberapa kontestan bahkan sudah tidak malu-malu lagi dan tidak menggunakan masker untuk menutupi jati dirinya. Bahkan ada kontestan yang pernah membahas masa lalunya yang pernah di perkosa hingga memiliki anak.

Terakhir keberatan kami mengenai gimik-gimik yang terlalu berlebihan yang berbau horor,klenik, supranatural dan lainnya. 

Belum lagi, stigma masyarakat mengenai anak indigo itu ya seperti sosok Roy Kiyoshi. Yang bisa membaca angka, bisa meramal masa depan, bisa melihat masa lalu, melihat dan berteman dengan mahluk halus, hingga memiliki kekuatan supranatural dan paranormal lainnya.

Padahal tidak semua anak indigo memiliki kekuatan seperti itu, sebab kemampuan setiap orang berbeda-beda.

Memang, ada anak yang bisa membaca masa lalu atau masa depan. Ada yang bisa berkomunikasi dengan mahluk halus tak kasat mata, hingga bisa mengobati. Karunia seperti ini ada yang merupakan bakat atau  sejak lahir. 

Tetapi, ada juga orang yang sengaja mencari, mempelajari serta melakukan ritual-ritual khusus dan bersekutu dengan mahluk halus.

Adapun pendekatan yang dilakukan komunitas Anak Indigo dan Indigo And More adalah dengan  ilmu pengetahuan dan pendekatan agama. Tidak semua anak indigo itu bisa menjawab hal-hal yang berhubungan dengan takdir.

Hal-hal klenik dan horor lainnya yang ditayangkan secara gamblang seperti kesurupan, santet, memanggil mahluk halus dan lainnya.

Pernah suatu ketika saya melihat tayangan di Youtube dimana Roy geram dengan Vicky Prasetyo karena kesombongannya dan tidak percaya.

Vicky bilang "Ngapain boneka-boneka kayak gini ditakutin" kita masih punya akal dan logika. Ngapain percaya-percaya ginian.

Akhirnya Roy mebuktikannya dengan menusuk sebuah boneka voodoo dan seketika itu juga Vicky terjatuh kesakitan dan kesakitan Vicky persis ditempat roy menusukan boneka.

Pernah juga saya melihat, suatu ketika Lucinta Luna kesurupan di tayangan Karma dan Roro Fitria menari tarian jawa, dimana yang menari katanya adalah "sang arwah" dan disitu Roro pun  mempraktekan cara memanggil arwah tersebut.

Sebenarnya diluar itu setingan atau tidak, benar atau tidak. Tidak semua masyarakat bisa mencerna dengan baik hal-hal diluar nalarnya. Terlebih masyarakat Indonesia sangat suka hal-hal yang berbau mistis dan horor. 

Jadi sebagai penonton kita juga harus bersikap kritis terhadap media dan memilih tayangan yang sesuai.



4 comments:

  1. setuju... tayangan seperti ini tidak seharusnya ada di tv.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ia.. cuma karma tayangnya sih jam malam ya.. jadi memang dikategorikan untuk dewasa. Cuma tetep aja sih sekarang distribusi channel bisa melalui Youtube. Ini yg lebih bahayaa yaa.. karena di internet konten2 sudah tanpa penyaringan

      Delete
  2. asyik ya, makasih sharingnya tp masih banyak ya tayangan yang gak mutu dan gak banget deh tayang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ia masih banyak banget, selain karma sebenernya ada masih..

      Delete