Wednesday, 23 November 2011

Film : Sang Penari

Saya suka dengan film ini menurut saya ini merupakan film Indonesia yang cukup bermutu. Dari segi story ceritanya cukup bagus. Cerita dalam film ini merupakan adaptasi dari Novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. Walau saya belum pernah membaca Novelnya sih ^_^

Visualisasi gambar setting  Jadulnya (zaman dulunya) sangat terasa seperti motor-motor, mobil-mobil classic, suasana kampung dan rumah-rumahnya. Pokoknya saat saya menonton film ini seperti berada di era bung Karno 1945an.

Di film ini juga ada kritik politik dan sosial  seperti mengenai Ronggeng adalah sebuah tradisi Indonesia yang mengundang banyak kontroversi seperti acara buka kelambu. Ronggeng yang masih perawan dilelang keperawanannya dengan hewan ternak, emas, dan barang-barang berharga lainnya. Hanya untuk dipakai memuaskan nafsu laki-laki.

Kritik Politik yang ada di film ini adalah adanya PKI yang masuk di Desa Dukuh Paruk. Zaman itu PKI masuk dengan membawa nama rakyat, untuk rakyat dan menjanjikan kesejahteraan rakyat. Karena orang-orang Dukuh Paruk masih buta huruf mereka tertipu dengan PKI dan masuk ke daftar nama-nama PKI. Yang pada akhirnya mereka semua ditangkap dan disiksa begitu kejam oleh pemerintah, dipenjarakan tanpa di adili terlebih dahulu. Padahal mereka semua tidak mengerti karena baca saja sulit. Sungguh kejam pemerintahan di masa itu dan malang nasib mereka yang dituduh menjadi anggota PKI disiksa dan dipaksa mengaku atas segala sesuatu yang sebenarnya mereka tidak mengerti.

No comments:

Post a Comment