Thursday, 21 July 2011

Jurnalisme Masakini

Judul : Jurnalisme Masakini
Pengarang : Nurdin
Penerbit: Raja Grafindo
tebal : 360 hal










Buku ini saya baca memakan waktu sekitar 4 hari. Awal bacanya sih seru tapi ditengah-tengah agak sedikit membosankan. Karena buku ini seperti buku pelajaran banget. Tapi untungnya di halaman-halaman tertentu dari buku ini menceritakan hal-hal yang menurut saya cukup menarik seperti kebebasan pers di Indonesia. Pada masa pemerintahan orde baru ada beberapa koran yang di bredel pemerintah karena memuat isi berita mengkritik pemerintah dan pejabat terlalu mendalam sehingga dianggap merugikan dan merusak kestabilan keamanan pemerintah atau pejabat yang terkait dari pemberitaan tersebut.

Sebenarnya kebebasan pers di Indonesia harus sudah segera di revisi undang-undangnya. Karena rakyat juga membutuhkan informasi mengenai kinerja pemerintah melalui pers. Dan dari pers juga kita mendapatkan informasi mengenai pejabat yang tersorot akan tindakannya yang merugikan negara seperti korupsi dan lain-lainnya.

Pandangan jurnalisme terdahulu mengatakan bad news is good news dan bad news is no news. itu sebenarnya tergantung dari pada kita menilai suatu berita. Misalnya jika ada berita baik seperti Indonesia memenangkan piala uber cup atau thomas cup apa itu bukan berita baik ? Jadi sebenarnya good new bisa jadi good new. dan bad new juga sama bisa menjadi good news tergantung dari mana kita menyikapi dan memandang sebuah berita tersebut.

 Dan dalam jurnalisme masa kini ada yang namanya disebut Civic jurnalism dan Citizen Jurnalism. Kedua kata itu terkadang kita agak salah kaprah mengartikannya sebenarnya civic jurmalism adalah orang yang PROFESIONAL yang pekerjaannya sebagai wartawan dan meliput serta melaksanakan tugas lainnya sebagai jurnalis. Sedangkan Citizen Jurnalism adalah kita sebagai warga negara atau siapapun yang bukan profesinya sebagai wartawan dari sebuah instansi atau apapun melakukan kegiatan jurnalism online seperti di blog mensharing informasi baik berupa tulisan, foto, gambar, video dan lain-lainnya. Jadi citizen Jurnalism pelakunya adalah siapa saja yang mempunyai blog seperti di blogger, wordpress, tumbler, dan media-media online lainnya.

Perkembangan citizen jurnalism dalam era globalisasi dan informasi teknologi saat ini semakin pesat karena kehadiran internet yang semakin murah, teknologi seperti blackberry, dan android siapa saja bebas menggunakannya. Namun Citizen Jurnalism juga ada sisi baik dan buruknya. Jika kita tidak hati-hati dalam memfilter informasi dari blog-blog yang tidak bertanggung jawab bisa saja kita dapat tertipu dan terhasut akan sebuah tulisan yang belum terbukti kebenaran beritanya.

Dalam Jurnalisme masa kini gaya penulisan bahasanya sudah tidak terlalu kaku pemberitaannya.  Dalam gaya bahasa jurnalisme masa kini layaknya sebuah novel atau karya sastra. Pembaca lebih diajak masuk kedalam sebuah peristiwa yang seolah-olah pembaca terlibat didalam peristiwa tersebut. Namun tetap tulisan dengan gaya jurnalisme masa kini mengedepankan fakta-fakta yang harus dapat dipertanggung jawabkan.

istilah-istilah atau jargon yang saya temukan dalam jurnalistik yang saya temukan seperti:
Jurnalitik Lehr : adalah yang isi pemberitaannya biasa saja namun judulnya terlalu diheboh-hebohkan, isinya juga tak jauh dari BUPATI dan SEKWILDA (buka paha tinggi-tinggi dan sekitar wilayah dada.

Jurnalistik Kuning : yang isinya pemberitaan tentang kriminalitas yang dilebih-lebihkan sebgai contoh koran di amerika yang seharga satu sen yang isi beritanya adalah seperti koran-koran lampu merah dan poskota

ada juga istilah jurnalistik kepiting, jurnalistik bayline, wartawan bodrex, dan jargon-jargon lainnya yang belum saya ketahui namun setelah membaca buku ini saya jadi mengetahui sedikit banyak mengetahui serta memahami istilah-istilah dalam dunia jurnalistik atau jurnalisme.

Komentar saya mengenai buku Jurnalisme masa kini :
Buku ini bagus dan ringkas bagi orang-orang yang awam dalam dunia jurnalistik. Penulis menggunakan bahasa-bahasa yang mudah dipahami serta contoh-contohnya. Dan dalam daftar pustaka buku Jurnalisme masa kini. saya melihat banyak sekali sumber-sumber buku referensi dalam pembuatannya. 

Sangat ringkas dan praktis daripada kita membaca buku-buku jurnalistik yang sangat tebal lebih baik membaca buku ini. Karena dalam 360 halaman sudah membahas intisari dari beberapa buku-buku jurnalistik. Semoga ilmu yang disampaikan dalam buku ini bermanfaat untuk saya dan semua  pembacanya 




Salam Membaca
banyak membaca banyak tahu ^_^

No comments:

Post a Comment