Monday, 23 May 2011

Menjadi cadangan di Kompasiana

Hari ini tiba saatnya saya membuka email setelah dua hari ini memantau e-mail yang masuk dari kompas.com atas hasil interview kemarin di Kompas Palmerah untuk posisi sebagai admin atau moderator kompasiana atau kompas forum.

dan begitu membuka suratnya begini isinya :


Kepada Yth.

Sdr. Riza Firliansah

di tempat

Dengan hormat,

Berdasarkan hasil seleksi untuk kandidat Admin Moderator Forum and Kompasiana yang telah Saudara ikuti di PT. Kompas Cyber Media, dengan ini kami beritahukan bahwa Saudara dinyatakan lulus sebagai cadangan.

Berkas lamaran Saudara akan menjadi file aktif selama 6 bulan, dan sewaktu-waktu Saudara dapat kami undang kembali untuk mengikuti seleksi.

Untuk kepentingan tersebut diharapkan, apabila ada perubahan alamat atau nomor telepon yang bisa dihubungi agar segera memberitahukan kepada kami.

Terima kasih telah mengikuti proses seleksi yang kami selenggarakan.

Jakarta, 23 Mei 2011


Kesan pertama setelah membaca surat elektronik tersebut adalah gak tahu mau bilang apa ? antara kecewa dan tidak sih sebenernya karena kalau kecewa banget sih jujur enggak. Karena di dalam surat tersebut tertulis kata "Cadangan" arti dari kata cadangan adalah masih ada terterah setidaknya separuh harapan walau memang tidak pasti tapi saya menyikapi hal tersebut balik lagi ke arah yang positif dan bijak.

Banyak kegagalan kegagalan yang tentunya ini akan menjadi sebuah proses belajar dalam hidup saya. Kegagalan buat saya sebagai pengalaman yang belum tentu orang lain bisa dapatkan, mungkin bisa tapi belum tentu bisa menyikapinya. Misalnya yaitu pengalaman rasanya ditolak! ingat waktu saya menyusun skripsi berapa perusahaan yang menolak untuk dimintai data keuangannya selama 5 tahun? dari 6 perusahaan yang saya apply ada satu yang memberi sedikit harapan dan akhirnya perusahaan yang memberikan harapan itu menerima saya dengan sangat membantu dan mempermudah dalam penyusunan skripsi saya.

Berapa banyak nara sumber yang enggan dimintai wawancara saat tugas SMA dulu? berapa banyak orang saat saya life skill training general relation ship yang menolak saya untuk diajak berkenalan? sampai akhirnya saat life skill training Manager relationship saya dengan cukup mudah mendapatkan 10 kenalan manager dalam waktu 1 bulan di perusahaan yang berbeda dibanding kenalan umum. Sampai akhirnya saya bisa kenal dengan orang-orang yang penuh inspirasi untuk saya seperti Pengusaha, Jaksa, artis, model, pemenang dari ajang pemilihan-pemilihan, sampai kalangan jet z

Kegagalan!! sebenarnya itu hal biasa seperti gagal mendapatkan pekerjaan yang kita inginkan, gagal mendapatkan perusahaan saat observasi untuk skripsi, gagal menjadi pemenang, sampai gagal mendapatkan pacar yang kita inginkan dan gagal gagal lainnya. Semua itu sebenarnya bagaimana kita menyikapinya saja mau dibawa senang atau sedih? mau dibawa negatif atau positif?

orang yang mau belajar adalah orang yang berani gagal namun ia berani melakukan inovaasi atau perubahan dalam dirinya, orang yang banyak gagal akan berfikir dalam menghadapi tantangan sehingga ia mempunyai 1001 cara lain dalam menghadapi tantangan hidupnya.

Orang sukses biasanya orang yang gagal lalu dapat bangkit dari kegagalannya menjadikan kegagalannya justru menjadi titik awal dari permulaan kesuksesannya.

Banyak gagal menjadikan mental saya siap menerima kemungkinan terpahit yaitu kegagalan itu sendiri. Kegagalan juga menjadikan saya semakin bijak dalam mensyukuri apa yang sudah saya capai.

Saya yakin sejelek-jeleknya orang yang jatuh kebawah (gagal) namun ia tetap berusaha dan terus melakukan perubahan pasti capat atau lambat ia akan bangun menuju keatas (kesuksesan)

Namun orang yang sudah diatas (mencapai kesuksesannya) tetapi tidak melakukan perubahan terhadap tuntutan zaman. Maka siap-siap ia akan turun kebawah karena semakin tinggi puncak kesuksesan semakin tinggi pula angin (rintangan) yang menerpanya.

Jadikan kegagalan itu teman hidup sebagai bagian dari proses pencapaian kesuksesan. Kegagalan bukan sebagai musuh atau momok yang menakutkan yang akhirnya akan mengganggu pikiran anda menjadi pikiran yang negatif yang hanya menghancurkan diri anda sendiri.

-Semangat-

No comments:

Post a Comment