Tuesday, 22 February 2011

Problematika kota Jakarta dapatkah terselesaikan?

Dimana saya berada dan tinggal di sebuah kota bernama Jakarta kota dimana orang-orang sibuk dan kota yang tak pernah mati aktivitasnya baik siang ataupun malam. Kota Jakarta kota yang megah disana banyak gedung-gedung bertingkat , apartement, perkantoran, pusat perbelanjaan dan ada juga tempat hiburan mala
m bagi masyarakat urban. Ada juga gadis gadis yang menjajakan dirinya di malam hari di tempat hiburan malam seperti karaoke, diskotik dan hotel. Bahkan tidak sedikit juga sekarang banyak para lelaki yang berprofesi sebagai pekerja seks komersial atau lebih dikenal dengan sebutan gigolo baik pelanggannya seorang wanita maupun pria para gigolo tak pandang bulu untuk masalah pelanggannya yang penting mereka mendapatkan imbalan berupa uang dari jasa yang sudah ia kerjakan.

Narkoba juga marak peredarannya di Jakarta penggunanya mulai dari anak sekolah, mahasiswa ataupun
yang sudah dewasa dari berbagai lapisan masyarakat di kota ini. Selain itu pergaulan bebas dan sex juga marak dikota ini pelakunya juga banyak dari kalangan pelajar dibawah 17 tahun ataupun mahasiswa/mahas

iswi dan orang dewasa diatas 18 tahun. Maka sudah tak heran jika anak sekolah atau

mahasiswa ada yang MBA bahkan Aborsi. Pendidikan Seks yang di dapatkan disekolah belum mampu memberikan dampak yang signifikan dan memberikan kontribusi yang besar bagi masyarakat. Karena pendidikan seks di sekolah tidak diberikan sejak dini, pemahaman dan penjelasan mengenai seks masih dianggap tabu bagi sebagian orang untuk diberikan kepada anak-anak.

Selain pendidikan seks pendidikan budi pekerti dan agama juga kurang mendapatkan porsi yang banyak disekolah umum misalnya pendidikan agama hanya diberikan 1 minggu sekali. Sedangkan pelajaran umum seperti matematika, bahasa, Ips dan lain lain diberikan lebih banyak porsi jam pelajarannya dan lebih diutamakan. Sistem pendidikan dan dana pendidikan di Indonesia juga belum dapat mencakup seluruh daerah hanya sebagian kota-kota besar yang sudah mendapatkan kelayakan fasilitas sarana dan prasarana sekolah seperti tenaga pengajar yang kompeten dan kreatif, perpustakaan, dan sarana belajar penunjang lainnya.

Anak putus sekolah, anak jalanan, dan anak-anak terlantar juga dapat sering kita temui dikota Jakarta diperempatan lampu merah jalan raya, bus dan kereta yang bekerja sebagai pengamen maupun pedagang asongan. Hal tersebut biasanya terjadi karena himpitan ekonomi keluarga, kurangnya lapangan pekerjaan serta kesempatan kerja. Lagi- lagi peran pemerintah kota Jakarta juga belum mampu mengatasi hal terebut.

Lapangan pekerjaan dan kesempatan kerja juga semakin sulit di dapatkan di kota Jakarta karena persaingan dan kualifikasi yang semakin ketat. Sehingga angka pengangguran di Jakarta semakin hari semakin meningkat dan hal itu menyebabkan angka kriminalitas semakin hari dikota Jakarta juga semakin meningkat mulai dari curanmor, perampokan, pembunuhan, bahkan pemerkosaan tidak tanggung-tanggung dan semakin sadis banyak terjadi di Jakarta.

Banyaknya jumlah penduduk dan kepadatan penduduk kota Jakarta semakin hari juga semakin meningkat terutama yang terjadi pada arus balik mudik lebaran banyak pemudik yang kembali ke jakarta membawa sanak keluarga atau kerabatnya. Dan hal tersebut juga merupakan faktor dari masalah-masalah sosial yang terjadi di Jakarta seperti pengangguran, kriminalitas, dan sebagainya.

Ledakan penduduk kota Jakarta juga memberikan dampak lain yang terjadi di kota ini. Masalah yang terjadi dan sering kita alami setiap hari adalah KEMACETAN! Kemacetan yang terjadi disebabkan oleh berbagai faktor mulai dari jumlah volume kendaraan pribadi yang tinggi, sistem transportasi umum yang kurang memadai, jumlah orang-orang yang bekerja dan mencari nafkah di Jakarta pada siang hari. Seperti mereka yang berdomisili tempat tinggal di Jakarta ataupun luar Jakarta seperti Bogor, Tangerang, Bekasi dan daerah sekitar Jakarta lainnya.

Masalah lain seperti Banjir juga menjadi bencana langganan yang terjadi di Jakarta khususnya pada musim hujan datang. Hal ini disebabkan mulai dari berbagai faktor seperti masalah sungai yang dipenuhi oleh sampah, Banjir kiriman, curah hujan yang tinggi, Saluran Air atau sungai yang tidak mampu menampung air karena curah hujan tinggi, kurang banyaknya pohon dan resapan air kota Jakarta karena sebagian besar lahannya sudah dibangun gedung-gedung bertingkat, mall, perumahan dan jalan aspal sehingga serapan air di Jakarta sangatlah kurang maka jangan heran jika Jakarta selalu mengalami KEBANJIRAN!

Mungkin sebenarnya kota Jakarta kota yang sudah tidak layak lagi untuk dihuni karena masalah-masalah yang timbul yang terjadi dari kota ini. Jakarta sekarang dengan Jakarta dulu kondisinya sudah sangat jauh berbeda dibandingkan era 80-90an. Dan sekarang Tahun 2011 bagaimanakah kira-kira kondisi kota jakarta 10 Tahun mendatang di era 2020 apakah semakin membawa perubahan baik atau semakin parah? Masihkah anda ingin tinggal di Jakarta?? Dan Siapakah yang akan dapat mengatasi kota Jakarta?? Gubernurnya kah?? Pemerintah?? Atau ANDA??


by: Riza Firliansah
22/02/2011 , 15:30

No comments:

Post a Comment