Monday, 28 February 2011

Menulis dengan emosi

Judul : Menulis Dengan Emosi
Diterjemahkan dari : The Classic Guide to Writing Fiction
Karya : Caramel Bird
Terbitan : Vintage, Australia 1996
Penerjemah : Eva Y Nukman
Cetakan : ke 2. Oktober 2001
Diterbitkan oleh : Penerbit Kaifa Bandung
Desain Sampul : G Balton




Buku ini adalah buku yang sangat menarik bagi anda yang hobi menulis fiksi karena di dalam buku tersebut di jelaskan cara-cara yang memberikan anda inspirasi untuk menulis sebuah tulisan fiksi. Buku karya Caramel Bird ini sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia dan sudah mengalami sedikit perubahan-perubahan akan tetapi buku ini tetap banyak memberikan berbagai informasi mengenai dunia tulis-menulis yang sangat berguna bagi para pemula. Buku ini terdiri dari 22 bab dan dua lampiran. Setelah saya membaca keseluruhan buku ini saya berniat untuk membuat resumenya agar apa yang saya baca dapat saya ingat betul tentang pembelajaran dan pengalaman apa saja yang diberikan si penulis kepada pembacanya dan semoga resume buku ini juga dapat bermanfaat bagi anda yang hobi menulis.
Surat Pertama : Pentingnya menulis tentang hal-hal yang anda ketahui
  • Hanya ada satu sumber bahan yang tersedia sebagai bahan fiksi yaitu pengalaman anda sendiri, kenangan anda sendiri, mimpi anda sendiri, dan imajinasi anda sendiri.
  • Penulis fiksi memiliki kebebasan untuk memberikan cerita mengambil arah sendiri, namun penulis harus memegang keseluruhan, Imajinasi tanpa realita akan membusuk.
  • Anda harus melihat pengalaman anda sendiri sebagai bahan cerita.
  • Awal yang baik untuk menulis fiksi adalah lewat penjelajahan kehidupan si penulis.
  • Anda baru akan berhasil jika anda memahami bahwa kehidupan anda sendiri merupakan pusat karya anda.
  • Tulislah sesuatu yang tidak anda ketahui karena dengan cara itu anda bisa memainkan imajinasi anda.

Surat Kedua : Penggunaan kata sifat dan kata keterangan
  • Nyawa seluruh sifat terancam oleh kata sifat.
  • Pembaca itu cukup tajam dan mereka membaca kata-kata sifat anda sebagai pertanda bahwa anda hanya berpura-pura.
  • Yang cukup mengherankan kekuatan fiksi tampaknya sama besarnya dalam ruang antar kata dan dalam kata-kata sendiri.
  • Prosa yang mati adalah prosa yang membosankan, prosa jenis ini tidak meyakinkan dan tidak menarik, serta mengandung banyak kata sifat dan kata keterangan yang menempel seperti parasit.
  • Sekarang bacalah cerpen anda dari awal sampai akhir dan tandai semua kata keterangan dan kata sifat, jangan gunakan benda lain pada tahap ini kecuali pensil. Tantang yang anda tandai apakah kata itu berhak berada disana ? kalau tidak coretlah..
Surat ketiga : Melihat bagian awal dan akhir
  • Kita tidak bisa begitu saja menceritakan cara memulai sebuah novel! Ini ibarat perlahan jatuh cinta kepada seseorang tetapi kita tak yakin kapan awalnya
  • Anda harus berani membuang awal dan akhir cerpen anda, jika anda cukup berani cerpen anda mulai berubah dan membaik.
  • Rummer Godden mengatakan “menjadi seorang penulis itu butuh keberanian besar”

Surat keempat: Pilihan Sudut Pandang
  • Seniman sejati tidak pernah menganggap remeh apapun!
  • Anda harus mengenal apapun yang anda tulis, harus meyakini apa yang anda sampaikan, menguasai apa yang anda katakan dan sangat peduli dengan semua itu.
  • Seorang penulis yang peduli tidak akan pernah keliru menyampaikan ceritanya/ tulisannya dan Mencintai bahan ceritanya.

Surat Kelima : Dedikasi Panggilan hidup sebagai penulis
Jika anda menyimak para penulis profesional berbicara tentang dedikasi mereka terhadap seni mereka, Anda akan mendengar bahwa para penulis ini menganggap pekerjaan menulis sebagai panggilan hidup, seperti halnya terpanggiluntuk kehidupan dan kewajiban beragama.

Surat Keenam : Mengenali kelumpuhan penulis
Buatlah dua daftar
Datftar A Keinginan saya :
  • Saya ingin menulis cerita yang bagus,
  • saya ingin cerita saya dimuat.
Daftar B Kendala :
  • Tidak Punya waktu
  • Kekurangan Ide
  • Tidak bisa berpikir
  • Takut Salah
  • Tidak tahu ceritanya
  • Tidak tahu bagaimana melaluinya
  • Merasa Sangat Konyol
  • Sakit Pundak
  • Lapar
  • Perlu minum kopi
  • Tidak mengenal satupun penulis
  • Tidak mengenal satupun penerbit
Jika kendala kendala tersebut terjadi atau terlintas dalam pikiran anda segera taruhlah semua alat-alat menulis anda dan TIDUR! Dan mulai menulis saat bangun tidur ketika keadaan santai setelah bangun tidur sebelum monster anda sempat menghimpun akal dan meruncingkan cakar. Malaikat penolong Anda bebas untuk hinggap di setiap halaman. Latihlah cara menulis seperti ini setiap hari sewaktu bangun tidur. Menulis Fiksi akan berpengaruh dalam kehidupan pencitraan anda.

Surat Ketujuh : Pemikiran lebih lanjut mengenai pentingnya pengalaman pribadi
  • Ketika berbicara masa kecil mereka para penulis nyaris mencapai pusat misteri mereka sendiri.
  • Anak seperti juga hewan, menggunakan semua indra mereka untuk menemukan dunia kemudian seniman datang menemukan lagi dengan cara yang sama. Penulis fiksi perlu punya pandangan dan pandangan inilah yang mereka berikan kepada pembaca, peristiwa dan perincian tadi masuk kedalam pola yang ikut membentuk pandangan tersebut.
  • Anda akan lebih mampu menciptakan fiksi jika anda melihat segala sesuatu dengan mata seorang anak. Penulis sebenarnya menciptakan fiksi karena ada sesuatu yang ingin mereka ketahui.

Surat kedelapan : Membuat pembaca mempercayai apa yang disampaikan
  • Pembaca dapat melihat muslihat apa yang hendak anda lancarkan dan kehilangan minat terhadap plot serta tokoh dalam tulisan anda.
  • Cerita-cerita seperti kenangan masa kanak-kanak yang menyakitkan dan menyenangkan mempunyai kualitas sebagai sesuatu yang berdiri di hadapan anda dalam mata pikiran anda. Fiksi harus memiliki kualitas yang sama seperti kenangan, hatus ditulis dengan keyakinan yang sama seperti kenangan. “Anda harus sepenuhnya percaya akan apa yang sedang anda tulis” artinya percaya sepenuh hati akan dunia yang anda ciptakan.

Surat Kesembilan : Peran imajinasi dalam mengarang fiksi
  • Lamunan adalah dasar dari segala fiksi, agar lamunan menjadi sastra usaha yang harus di curahkan untuk mengimajinasikannya harus benar.
  • Dunia imajinasi dibangun dari hal-hal yang kita temukan dalam dunia keseharian. Robien Klien mengatakan bahwa setiao hari dia mendaftar setidaknya 5 hal yang dia lihat, dengar, dan alami saat itu.
  • Jika anda mulai menulis tentang sesuatu yang betul-betul berarti bagi anda, suat permasalahan yang anda ingin pecahkan dengan imajinasi anda, maka imajinasi anda mulai mengambil batu bata dari realitas sehari-hari dan menatanya untuk anda. Tuliskan apa yang anda minati mulailah menulis supaya anda bisa menemukan apa yang ingin anda katakan.
  • Mengumpulkan artikel dari surat kabar, gunting apa saja yang tertangkap mata anda, yang anda suka dan melihat-lihat guntingan koran yang anda suka biasanya akan menyungkapkan minat

Surat Kesepuluh : Mencari judul
  • Aturan utama untuk judul adalah bahwa judul harus menarik.
  • Judul karangan anda adalah langkah masuk pertama dalam menggunakan jorgen modern, usaha memasukan karya anda.
  • Judul yang terdiri dari dua kata itu enak diucapkan dan biasanya mempunyai irama yang bagus serta mudah diingat.
  • Judul harus timbul bagi anda dari cerita anda.

Surat Kesebelas: hal hal yang perlu diperiksa ketika merevisi tulisan
Penyebab utama kematian prosa adalah tidak ada kecintaan penulis terhadap tulisannya. Kesalahan dan kelemahan yang menurunkan kualitas tulisan diantaranya :
  1. Klise,
adalah ungkapan pinjaman yang melelahkan , yang sangat mudah mengalir ke pena kita, dan mengabarkan gambaran yang sedang anda ciptakan.
  1. Jargon,
jargon lebih bermasalah dari pada klise. Para penulis menggambarkan kehidupan orang dengan kata-kata yang diciptakan oleh pekerja sosial dan psikolog. Akibatnya cerita itu ditulis tentang “Rekan” dalam “hubungan” yang mempunyai gaya hidup.
  1. Kekliruan bodoh
Ketika benda-benda di dunia alam seperti pohon, kebun gandum, dsb nya, mulai bernapas dan mengeluh seperti manusia serta umumnya berperilaku seperti manusia berarti si penulis menggunakan alat yang hanya akan membuat tulisan itu menggelikan.
  1. Metafora campur aduk
Apabila dipakai dengan tepat, metafora bisa menjadi cara yang vital dan menarik untuk menyajikan cerita. Namun berhati-hatilah ketahui pasti yang anda maksudkan, lalu tuntaskan maknanya.
  1. Dialog kaku
Anda tidak harus menirukan persis apa yang dikatakan orang tetapi anda harus menciptakan kesan bagi si pembaca bahwa dia sedang mendengarkan sesuatu yang sedang atau pernah diucapkan
  1. Berlebihan
Tulisan jangan berlebihan, jangan berusaha mengikat perhatian pembaca dengan mengungkapkan bahwa keadaannya membangkitkan bulu kuduk, merobek, menebus, dsb.
  1. Kata Serapan
Penulis pemula sering atau suka menggunakan kata serapan, kata-kata panjang yang masuk kedalam bahasa Indonesia dari bahasa Inggris atau bahasa Belanda dari pada kata-kata pendek dan sederhana dari bahasa daerah. Kata Serapan bisa membuat prosa anda menjadi membosankan serta kabur dan muluk.

Surat Keduabelas : Pembahasan mengenai pena, mesin tik dan program pengolah kata.
  • Menulis adalah proses lambat yang panjang.
  • Menggunakan pengelolah kata di komputer bukan betul-betul jalan pintas untuk menulis. Ia hanya mempercepat proses produksi dan mempermudah penyimpanan.
  • Hal terpenting adalah anda harus merasa nyaman apa yang anda gunakan penulis mengembangkan cara sendiri-sendiri dalam melakukan apa-apa.
  • Tidak ada yang benar atau salah jika komputer adalah alat yang berguna bagi anda gunakanlah yang penting pekerjaan anda tuntas bagaimanapun caranya.

Surat Ketigabelas : Membuat jurnal , buku catatan, kliping
  • Meluangkan waktu setiap hari untuk mencatat apa yang telah anda lakukan, pikirkan, rasakan dan catata kesan apa yang anda dapat hari itu begitu pula mimpi anda atau apa saja. Dari bahan itu akan tumbuh gagasan untuk fiski anda. Kadang anda perlu melakukan banyak riset untuk cerita yang sedang anda tulis.
  • Catatan tentang mimpi anda adalah salah satu sumber terkuat dan terkaya untuk karya anda. Itulah catatan realitas dari batin anda. Dan realitas batin inilah, kelak anda akan mampu merancang dunia fiksi.

Surat Ke empat belas : Mengakrabi dunia tulis menulis sehari-hari
Anda menjadi penulis karena keinginan, dedikasi, latihan dan ketekunan. Berikut daftar anjuran praktis :
  1. Belilah mesin tik, komputer
  2. Belajarlah mengetik
  3. Bacalah rubrik buku dalam koran
  4. Berlanggananlah majalah tentang buku dan tulis menulis
  5. Dengarlah acara buku di radio
  6. Berlanggananlah majalah cerita
  7. Datanglah kefestival penulis
  8. Bergabunglah dengan lokakarya, dan kelas menulis fiksi
  9. Bergabunglah dengan organisasi penulis
  10. Belilah buku
  11. Jadilah anggota perpustakaan
  12. Bacalah buku

Surat Ke lima belas : Penulis itu berbeda
  • Penulis fiksi harus sepenuh hati dalam keinginannya menulis.
  • Penulis adalah orang yang menulis, jika tidak menulis anda bukan penulis, anda bukan penulis kalau anda hanya berfikir tentang menulis.
  • Keberanian adalah satu-satunya yang anda butuhkan, keberanian untuk berjeripayah mengembangkan kemampuan menulis fiksi dari dalam diri anda sendiri.
  • Patut diingat bahwa anda bisa saja berkonsentrasi menulis fiksi dalam hidup anda, sementara waktu lain anda mungkin lebih suka berkonsentrasi pada pekerjaan lain.

Surat Ke enam belas : Understatement dan overstatement
  • Sebagai aturan umum jika anda bisa tahan , jangan perlihatkan tulisan anda kepada siapapun sampai anda sangat yakin dengan tulisan itu.
  • Pembaca lebih suka overstatement mungkin bukan pembaca yang baik.
  • pembaca understatement mengharuskan bekerja lebih banyak dari pembaca overstatement.
  • Salah satu sarana yang paling kuat bagi penulis fiksi adalah saran understatement (pernyataan atau ungkapan dalam gaya menahan diri dan sering menggunakan bentuk ironi/ negatif).
  • Dalam fiksi hal romantis, misalnya understatement hampir tidak pernah digunakan, jenis fiksi ini beteul-betul menggunakan overstatement (pengarang melukisakan dengan cermat apa yang dapat dilihat, dirasakan oleh panca indra)

Surat Ketujuh belas : Saat karya anda diterbitkan
  • Anda harus menyadari bahwa buku anda bisa dikembalikan oleh salah satu penerbit dan anda harus teguh dengan keyakinan anda terhadap kaya anda, terus mengirimkannya jika yang pertama tidak berhasil.
  • Sebagai penulis yang karyanya belum pernah dimuat, jalan lazim yang harus anda lalui adalah :
1. Mengirimkan tulisan anda kemajalah-majalah cerpen
2. Mengikutkan tulisan anda ke sayembara menulis
3. Mungkin anda bisa bacakan tulisan anda dimuka umum
4. Hubungi stasiun radio setempat dan tanyakan apakah anda bisa membacakan tulisan anda di radio. Stasiun radio setempat kadang-kadang menerima penulis yang mau membacakan cerita karangannya.
5. Kalau anada mengumpulkan sekitar 20 cerita yang bagus, anda perlu menyelaraskannya supaya cerita-cerita itu tidak sekedar kumpulan acak prosa-prosa yang tidak saling berhubungan.
6. Pilihlah satu penerbit yang tampaknya tertarik menerbitkan jenis tulisan yang sedang anda kerjakan.

Surat ke delapan belas: Naskah, persiapan dan pengiriman
  • Kalau menyerahkan naskah kepada editor pastikan anda memeberi karya anda kesempatan terbaik dengan jalan menyajikannya sebaik mungkin
  • Anda bebas mengirimkan certia kelebih dari satu tempat sekaligu. Simpan naskah asli anda dan catat kemana saja anda mengirim cerita itu.
  • Jika diterima, tariklah cerita itu dari tempat-tempat lain, jika cerita itu ditolak bacalah dengan kritis ketika naskah itu dikembalikan kepada anda.
  • Dan apabila anda masih merasa bahwa naskah itu siap diterbitkan, kirimkanlah ketempat lain

Surat Ke Sembilan belas : Sumber inspirasi
  • Untuk menemukan arah pikiran kita harus berkonsentrasi pada satu cerita dan menulis dari fokus tentang cerita itu.
  • Berikut ini program pelatihan yang dapat anda ikuti dalam proses menjelajahi ide. Tulislah karangan 300 kata untuk setiap topik tulislah satu topik perhari, menulis cerita-cerita ini adalah latihan membantu membuka gudang inspirasi :
1. Kegelapan
2. Bunga
3. Batu
4. Kursi
5. Perjalanan
6. Sungai
7. Sekolah
8. Matahari
9. Bulan
10. Langit
11. Pernikahan
12. Pemakaman
13. Hari raya
14. Apel
15. Mainan
16. Tangan
17. Gunung
18. Laut

Surat Ke dua puluh : Irama dan prosa
  • Rasa anda tentang irama dan prosa bisa dibangkitkan dan dipuouk dengan membaca berbagai jenis fiksi yang baik
  • Penulis harus terus menulis hinga irama sejati muncul dalam kalimatnya, hingga kalimat mendapatkan bentuk sejati.
  • Jika anda membaca kalimat-kalimat anda keras-keras, anda akan belajar menangkap nadanya, belajar mengetahui kapan iramanya sudah tepat.

No comments:

Post a Comment