Saturday, 11 December 2010

Didalam Siksaku

oleh : Christian Herdiansyah







Aku terus bertahan pada asa yang terus perlahan menjadi beban
Aku terus berjuang menggapai angan-angan yang tak kunjung menjadi kenyataan
Aku tak perduli meskipun hanya bisa kuwujudkan dalam mimpi

Aku tak perduli pada apapun yang menghadang
Meski ilalang dan semak belukar bertebaran
Aku tetap berjalan dan terus bertahan
Meski durinya terus melukai kakiku yang bertelanjang
Darahnya akan selalu menjadi tanda kenangan akan harapan
Harapan yang tak akan pernah hilang dariku seorang
Meski panas matahari membakar kulitku yang kelam
Peluh yang tercipta tak akan pernah menjadi keluhan
Meski angin menerpa kencang
Memaksaku mundur setapak demi setapak
Tak akan pernah menghentikan langkahku untuk maju
Aku akan bertahan hingga penghabisan
Hingga bumi erat dalam pelukan

Semangatku adalah pedang yang tertajam
Tangisku adalah cambuk yang kejam
Air mataku adalah luka yang terdalam
Amarahku adalah telinga dalam ketulian
Kebencianku adalah mata dalam kebutaan
Sepiku adalah sahabat dalam ketenangan
Senyumanku adalah topeng kebahagiaan

No comments:

Post a Comment